Woolcock dan Narayan (1999) membagi dimensi modal sosial dalam
kelompok (1) Bonding social capital, (2) Bridging social capital, dan (3) Linking
social capital. Bonding social capital yaitu ikatan modal sosial yang
menunjukkan hubungan orang-orang dalam situasi yang mirip seperti keluarga
dekat, kelompok etnik, kelompok keagamaan, teman dekat dan tetangga. Pada
situasi ini, hubungannya sangat tertutup, kuat, dan interaksi hubungan berkalikali. Hubungan interaksi tersebut, dibangun antar anggota yang memiliki
Makro
Mikro
Struktural Kognitif
Hukum
Peraturan
Tipe kelompok Desentralisasi
Partisipasi
kepercayaan kuat, serta latar belakang sosial sama. Oleh karenanya, proses
interaksi akan berjalan dengan sangat mudah (Scheffert et al., 2008).
Bridging social capital, yaitu ikatan modal sosial yang melibatkan
hubungan diantara orang-orang yang tidak dekat dan berbeda. Bentuk ikatan
tersebut, seperti persahabatan yang tidak erat, dan rekan kerja. Pada hubungan
ini, kekuatan hubungan tidak terlalu kuat namun ada kesempatan untuk dapat
menjalin keeratan hubungan. Pada kelompok ini, kepercayaan harus dibangun
atas dasar norma-norma umum dalam masyarakat dibandingkan pengalaman
pribadi dari masing-masing individu. Selanjutnya, dengan latar belakang yang
berbeda maka kegiatan dan pemecahan masalah harus dilakukan secara bersamasama (Scheffert et al., 2008).
Linking social capital, yaitu ikatan modal sosial yang menjangkau orangorang yang sangat berbeda, bahkan berada di luar komunitasnya. Bentuk ini
biasanya memberikan akses kepada organisasi atau sistim yang akan membantu
masyarakat memperoleh sumberdaya untuk mendapatkan perubahan. Ikatan
modal sosial ini, biasanya dihubungkan dengan organisasi seperti pemerintah,
bank, ataupun lembaga penyandang dana yang ada di dalam atau luar masyarakat.
Pada kelompok ini, kepercayaan terhadap pimpinan, akan sangat berdampak pada
interaksi yang terjalin. Kepercayaaan pimpinan diindikasikan dari pemimpin
yang mendengar kebutuhan, memberikan perhatian, dan berkomitmen terhadap
masyarakat
