Penilaian Kinerja Manajerial (skripsi dan tesis)

Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Kurnianingsih dan Indriantoro
(2003) dalam penelitiannya mengungkapkan dimensi untuk mengukur penilaian
kinerja manajerial yang meliputi 8 (delapan) dimensi kegiatan sebagai berikut :
1. Kinerja Perencanaan (Planning)
2. Kinerja Investigasi (Investigating)
3. Kinerja Pengkoordinasian (Coordinating)
4. Kinerja Evaluasi (Evaluation)
5. Kinerja Pengawasan (Monitoring)
6. Kinerja Pengaturan Staf (Staffing)
7. Kinerja Negosiasi (Negotiating)
8. Kinerja Perwakilan (Representating)
Berikut penjelasan kegiatan–kegiatan manajerial tersebut diatas, sebagai
berikut :
1. Kinerja Perencanaan (Planning)
Kemampuan dalam menentukan kebijakan dan sekumpulan kegiatan untuk
selanjutnya dilaksanakan merupakan poin penting dari kinerja perencanaan.
Kegiatan yang dilaksanakan harus mempertimbangkan kondisi waktu sekarang
dan yang akan datang. Tujuan dari kinerja perencanaan ini adalah untuk menjadi
pedoman dan tata cara pelaksanaan tujuan, kebijakan, prosedur, penganggaran dan
program kerja sehingga terlaksana sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan
(Kurnianingsih dan Indriantoro, 2003).
Kinerja perencaaan memberikan dampak yang baik bagi perusahaan dalam
meraih tujuannya karena dalam kinerja ini perusahaan akan menentukan apa yang
harus dilakukan, bagaimana cara untuk melakukannya dan dampak apa saja yang
ditimbulkan. Dengan begitu perusahaan akan lebih mudah meraih tujuan yang
diinginkannya karena perusahaan telah memikirkan terlebih dahulu hasil dan
resiko yang akan diterima.
2. Kinerja Investigasi
Kinerja investigasi meliputi kemampuan dalam mengumpulkan dan
menyampaikan informasi untuk catatan, laporan dan rekening, mengukur hasil,
menentukan persediaan, serta analisis pekerja. Kegiatan-kegiatan bertujuan
sebagai tolak ukur perusahaan dalam penilaian terhadap pekerjaan yang telah
dilakukan (Mahoney, 1963).
Kinerja investigasi yang dilakukan oleh perusahaan akan membuat
perusahaan dapat meningkatkan produktivitasnya melalui pengalaman –
pengalaman dan informasi yang dimiliki. Informasi dan pengalaman yang di
kumpulkan dan didapat oleh perusahaan akan membantu perusahaan
mengevaluasi kegiatan mereka untuk dapat meminimalisir kejadian – kejadian
yang tidak dinginkan. Dengan begitu perusahaan akan dapat berjalan sesuai
dengan rencana semula yang diinginkan hingga akhir dan tujuan pun dapat
tercapai.
3. Kinerja Koordinasi
Kinerja koordinasi menitikberatkan kemampuan dalam tukar menukar
informasi dengan orang di bagian organisasi lain. Hal tersebut bertujuan untuk
mengaitkan dan menyesuaikan program, memberitahukannya kepada bagian lain,
dan hubungannya dengan manajer lain (Kurnianingsih dan Indriantoro, 2003).
Keragaman informasi yang dimiliki oleh karyawan – karyawan dan divisi
– divisi yang ada dalam perusahaan sering kali menjadi kendala dalam pelaksaaan
program dan persamaan tujuan untuk perusahaaan. Oleh sebab itu koordinasi yang
baik akan dapat menghilangkan kesenjangan tersebut dan membuat para karyawan
dan divisi – divisi yang ada dapat bekerjasama dengan baik untuk kemajuan
perusahaan.
4. Kinerja evaluasi
Kinerja evaluasi yang meliputi penilaian karyawan, penilaian laporan
keuangan dan pemeriksaaan produk (Kurnianingsih dan Indriantoro, 2003).
Kinerja evaluasi ini dibuat agar perusahaan dapat menghindari hal – hal tidak
diinginkan terjadi. Evaluasi yang dibuat berdasarkan informasi ataupun
pengalaman membuat perusahaan dapat berjaga-jaga agar kejadian yang
merugikan dapat dihindari.
Kinerja evaluasi melalui kegiatan maupun laporan membantu perusahaan
dalam menentukan bagaimana langkah kedepannya agar dapat memperoleh hasil
yang maksimal. Dengan mengevaluasi hasil kerja sebelumnya, perusahaan dapat
menentukan hal apa yang perlu untuk dilakukan agar meningkatnya produktivitas
dan hal apa yang harus dihindari karena merugikan bagi perusahaan.
5. Kinerja pengawasan
Kinerja pengawasan meliputi kemampuan mengarahkan, memimpin,
melatih dan mengembangkan bawahannya agar dapat sesuai dengan yang
diinginkan oleh perusahaan (Kurnianingsih dan Indriantoro, 2003). Dalam
pelaksanaanya sering kali penyimpangan yang dilakukan oleh bawahan dapat
terjadi. Oleh sebab itu kinerja pengawasan berperan untuk meminimalisir kejadian
tersebut.
Perusahaan melakukan pengawasan agar kegiatan – kegiatan yang
dilakukan oleh para karyawannya dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan.
Tindakan pengawasan yang dilakukan oleh perusahaan berupa arahan dan
pelatihan akan berdampak langsung pada hasil yang ingin dicapai oleh perusahaan
dimasa depan.
6. Kinerja pengaturan staf
Kinerja pengaturan staf yang dimaksud adalah kemampuan untuk
mempertahankan angkatan kerja yang ada pada bagian anda, melakukan
perekrutan pegawai, mewawancarai mereka dan memilih pegawai baru,
menempatkan pada bagian yang sesuai, mempromosikan dan memutasi pegawai
(Kurnianingsih dan Indriantoro, 2003). Karyawan merupakan modal utama bagi
perusahaan dalam melaksanakan proses kegiatannya. Maka dari itu pemilihan staf
dan penempatan yang tepat merupakan hal yang sangat berpengaruh pada hasil
yang akan dicapai diakhir oleh perusahaan.
7. Kinerja negoisasi
Kinerja negoisasi yaitu kemampuan dalam melakukan pembelian,
penjualan atau melakukan kontrak untuk barang dan jasa, menghubungi pemasok
dan melakukan tawar menawar dengan penjual, serta tawar menawar secara
kelompok (Kurnianingsih dan Indriantoro, 2003). Bukan hanya individu manusia,
perusahaan pun tidak dapat berdiri sendiri tanpa ada bantuan atau kerjasama
dengan pihak lain. Oleh sebab itu kinerja negosiasi dibutuhkan untuk dapat
memilih apa yang dibutuhkan dan dengan pihak mana perusahaan akan bekerja
sama.
Pemilihan pihak yang tepat untuk bekerjasama merupakan salah satu
faktor penentu perusahaan untuk berkembang. Berkembangnya perusahaan sangat
diharapkan perusahaan untuk meraih tujuan yang ingin dicapainya kedepan.
8. Kinerja representasi
Kinerja representasi yang dimaksud adalah kemampuan dalam menghadiri
pertemuan-pertemuan dengan perusahaan lain, pertemuan dengan perkumpulan
bisnis, pidato untuk acara-acara kemasyarakatan, pendekatan kemasyarakatan,
serta kemampuan dalam mempromosikan tujuan utama perusahaan. Kinerja
tersebut dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan melalui
interaksi dan kerjasama dengan perusahaan lain.
Oleh karena itu, kemampuan – kemampuan diatas dapat menjadi sarana
dari penilaian kinerja manajerial perusahaan. Pengaruh besar dari kemampuankemampuan
tersebut membuat perusahaan harus mampu menguasainya agar dapat
meningkatkan kinerja manajerialnya yang berdampak pada produktivitas yang
diinginkan dalam perkembangan perusahaannya kedepan