Fungsi kepemimpinan dalam suatu organisasi memiliki pengaruh yang
sangat vital terhadap kelangsungan perusahaan. Fungsi kepemimpinan berdampak
langsung terhadap kinerja bawahan yang dipimpinnya. Pemimpin yang dapat
menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik maka dapat mengontrol dan mengatur
bawahannya untuk memiliki kinerja yang baik. Seorang pemimpin harus dapat
menyatu selaras dengan bawahannya, bekerjasama dengan baik di dalam
organisasi perusahaan bersama para bawahannya. Seperti yang telah dijelaskan
oleh Rivai (2004) sebagai berikut:
“kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam
kehidupan kelompok atau organisasi masing-masing yang mengisyaratkan bahwa
setiap pemimpin berada di dalam dan bukan di luar situasi itu.”
Fungsi dari seorang pemimpin sangatlah beragam, namun semua fungsi
tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu mencapai tujuan bersama sesuai dengan
target perusahaan secara maksimal. Menurut Rivai (2004), kepemimpinan
memiliki beberapa fungsi diantaranya:
1) Fungsi instruktif
Fungsi Intruktif dari seorang pemimpin dapat diartikan bahwa seorang
pemimpin harus berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa (isi
perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai,
melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan
perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang
yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah (Rivai, 2011).
Fungsi intruktif yang dilakukan oleh seorang pemimpin akan dapat
membantu para bawahannya dalam melaksanakan tugas – tugas mereka sesuai
dengan yang diharapkan perusahaan. Dengan karyawan dapat melaksanakan tugas
– tugasnya dengan benar dan baik maka peningkatan kinerja karyawan pun dapat
dicapai dan perusahaan pun akan lebih mudah meraih tujuan yang diinginkan.
2) Fungsi konsultatif
Fungsi konsultatif yang dilakukan seorang pemimpin dapat meminimalisir
kesenjangan akan informasi diantara atasan dan bawahan (Sugiono, 2006).
Komunikasi dua arah yang tercipta antara pemimpin dan bawahan tanpa adanya
kesenjangan akan mempermudah dalam pengambilan keputusan bagi setiap
masalah yang dihadapi oleh perusahaan.
Atasan dan bawahan akan dapat bertukar pikiran mengenai kendala yang
menghambat kegiatan yang sedang berlangsung di perusahaan. Para bawahan
yang melaksanakan kegiatan perusahaan secara langsung setiap saatnya akan lebih
mengetahui tentang apa yang menjadi masalah dan kendala bagi perusahaan.
Informasi tersebut sangatlah dibutuhkan oleh seorang pemimpin atau manajer
dalam pengambilan keputusan yang tepat dan evaluasi yang dapat dilakukan
untuk peningkatan kinerja manajerial perusahaaan kedepannya.
3) Fungsi partisipasi
Fungsi partisipasi adalah seorang pemimpin berusaha mengaktifkan orangorang
yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam
melaksanakannya (Rivai, 2011). Hal tersebut dilakukan karena para bawahan
merupakan penggerak dari berjalannya kegiatan perusahaan dan juga para
bawahan adalah sumber informasi dari kegiatan – kegiatan yang berlangsung di
perusahaan.
Bawahan yang aktif dan turut serta dalam pengambilan keputusan akan
membantu pimpinannya dalam menentukan keputusan akhir yang terbaik bagi
perusahaannya. Begitu juga dengan pelaksanaannya, para bawahan dituntut untuk
aktif dalam setiap kegiatan yang berlangsung sesuai dengan tugas dan posisi
mereka di dalam perusahaan. Dengan adanya keikutsertaan setiap bawahan dalam
proses pengambilan keputusan dan proses kegiatan yang berlangsung akan
membawa dampak positif bagi kinerja manajerial yang ada di dalam perusahaan.
4) Fungsi delegasi
Fungsi delegasi yang dilaksanakan membuat pemimpin menentukan
apakah keputusan yang diambil ditentukan oleh dirinya sendiri atau diserahkan
kepada para bawawahannya (Rivai, 2011). Persamaan tujuan yang tercipta antara
pemimpin, bawahan dan perusahaan merupakan salah satu alasan oleh siapa
keputusan dapat di tentukan. Seorang pemimpin ataupun bawahan yang
menentukan keputusan haruslah merupakan keputusan yang terbaik bagi
21
perusahaan. Keputusan yang tepat dari setiap masalah atau kendala yang dihadapi
perusahaan akan membuat kinerja perusahaan akan berkembang kedepannya.
5) Fungsi pengendalian
Seorang pemimpin dalam fungsi pengendalian adalah pemimpin harus
mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang
efektif (Rivai, 2011). Seorang pemimpin harus dapat mengendalikan,
mengarahkan dan membantu para bawahannya dalam melaksanakan tugas – tugas
mereka agar sesuai dengan kewajiban dan posisi mereka.
Kefektifan aktifitas yang dilakukan bawahan akan tercipta jika seorang
pemimpin dapat terus mengkoordinasi bawahannya untuk melaksanakan tugas
mereka tanpa ada penyimpangan yang merugikan perusahaan. Penyimpangan dari
tugas para bawahan akan membuat perusahaan mengalami keterhambatan dalam
proses kegiatannya. Jika hal tersebut dapat dikendalikan maka akan meningkatkan
kinerja karyawan yang membuat perusahaan dengan mudah mencapai tujuan yang
diinginkan pada akhirnya.
Fungsi – fungsi diatas dijadikan tolak ukur dari penilaian kinerja
manajerial karena menurut penulis fungsi – fungsi tersebut berkaitan langsung
dengan peranan seorang pemimpin dalam pelaksanaan kegiatan secara langsung di
dalam perusahaan. Tindakan dari seorang pemimpin dalam fungsi – fungsinya
merupakan peran serta pemimpin yang bertujuan untuk dapat mengendalikan
bawahannya guna meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan meningkatnya
kinerja maka tujuan yang diinginkan akan dapat diraih pada akhirnya.
