Teori Manajemen Keuangan(skripsi dan tesis)

Manajemen keuangan meupakan bagian dari seri manajemen umum yang
menitikberatkan pada fungsi keuangan perusahaan. Sebagai bagian dari
manajemen umum, penerapan manajemen keuangan tidak berdiri sendiri
melainkan memerlukan berbagai disiplin ilmu lain, seperti manajemen pemasaran,
manajemen produksi, akuntansi, ekonomi mikro, ekonomi makro, metode
kuantitatif, dan sebagainya.
Hampir sebagian usaha, baik yang berskala besar maupun kecil, baik yang
mempunyai profit motif maupun non profit motif, akan mempunyai perhatian
besar di bidang keuangan. Demikian juga dengan usaha pemerintah pemerintah
dalam melaksanakan otonomi daerah saat ini. Untuk itu para pejabat daerah pada
posisi tertentu harus memahami keuangan daerah. Keberhasilan maupun
kegagalan usaha hampir sebagian besar ditentukan oleh kualitas keputusan
keuangan, baik yang menyangkut investasi, pembelanjaan, maupun kebijakan
deviden sehingga dapat dikatakan bahwa hampir setiap masalah yang timbul di
dalam perusahaan akan berimplikasi pada bidang keuangan (Moeljadi, 2006).
Peranan manajemen semakin luas dan sangat penting. Seorang manajer
keuangan berkepentingan untuk mengadakan investasi dana berbagai aktiva dan
memperoleh kombinasi pembelanjaan terbaik dalam hubunganya dengan
penilaian perusahaan secara keseluruhan. Hal pertama merupakan fungsi atau
kegiatan penggunaan dana, sedangkan yang kedua fungsi manajemen keuangan
dibagi menjadi dua, yakni manajemen keuangan pasif dan manajemen keuangan
aktif. Hal ini mengacu pada kinerja manajer, maksudnya bagaimana seorang
manajer keuangan menggunakan dana dan bagaiman ia harus mencari sumber
dana.
Dengan kondisi demikian, manajer keuangan bertanggung jawab didalam
pengambilan keputusan pokok tentang investasi, artinya akan digunakan untuk
apa dana yang telah dimiliki perusahaan. Selain itu, juga tentang keputusan
investasi, artinya perusahaan akan membelanjakan dana yang akan dipilih serta
kebijaksanaan deviden, yakni seberapa besar pembagian laba yang diperoleh. Jika
ketiga fungsi tersebut dilaksanakan, maka akan menghasilkan nilai perusahaan
yang tinggi.
Tujuan manajemen keuangan keuangan sebenarnya tercermin dari
kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh manajemen keuangan. Dalam hal ini
kegiatan manajemen keuangan terbatas pada kegiatan terhadap pengelolaan
keuangan perusahaan yang meliputi perencanaan sumber keuangan
(pembelanjaan), perencanaan alokasi keuangan (investasi), serta penentuan
struktur aktiva (kekayaan), keuangan, dan modal perusahaan. Dengan demikian,
maka tugas pokok manajemen keuangan adalah merencakan perolehan dan
penggunaan dana tersebut untuk memaksimalkan nilai perusahaan (Moeljadi,
2006).