Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tiurma dan Nungky
(2010:59). Absorptive capacity berpengaruh signifikan terhadap innovation
capability, dan knowledge sharing berpengaruh signifikan terhadap absorptive
capacity. Hubungan knowledge sharing dan innovation capability dimediasi oleh
absorptive capacity. Absorptive capacity merupakan mediator (perantara) antara
aktivitas knowledge sharing dengan innovation capability.
Proses berbagi pengetahuan menjadi media dalam menciptakan semangat
untuk berinovasi dengan mentransfer pengetahuan antara individu-individu untuk
meningkatkan kompetensi individu dalam membuat inovasi bermanfaat dalam
mendukung penciptaan nilai perusahaan (Marr dkk., 2009). Proses memberi dan
menerima, meningkatkan, dan melakukan inovasi setiap individu akhirnya akan
mempengaruhi peningkatan kemampuan inovasi perusahaan (Plessis, 2007)
Kemampuan perusahaan untuk mentransformasi dan mengeksploitasi
pengetahuan dapat menentukan tingkat inovasi organisasi, seperti lebih cepat
pemecahan masalah kemampuan dan reaksi cepat ditingkatkan untuk informasi
baru. Banyak menekankan pentingnya berbagi pengetahuan untuk meningkatkan
kemampuan inovasi (Liebowitz, 2002; Lin, 2006). Kegiatan sharing yang
dilakukan oleh anggota organisasi dapat peningkatan kemampuan inovasi
organisasi
