Berdasarkan teori motivasi, motivasi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu extrinsic
motivation dan intrinsic motivation (Vallerand, 1992). Teori motivasi mengasumsikan bahwa perilaku
individu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan tertentu. Extrinsic motivation
adalah dorongan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu (penghargaan) misal peningkatan tugas,
upah, promosi, dll. (Deci dan Ryan, 1987).
Extrinsic motivation dapat dikatakan sebagai kinerja aktivitas dimana aktivitas tersebut
dirasakan dapat menjadi alat untuk mencapai outcome yang berbeda nilai. Extrinsic motivation
mencerminkan strategi insentif organisasi untuk perilaku sharing knowledge. Istilah motivasi ekstrinsik
menunjuk pada kinerja dari aktivitas yang dilakukan untuk mencapai beberapa konsekuensi. Luasnya
tindakan yang dilakukan tidak dapat dipisahkan dari tindakan yang dilakukan diluar aktivitas untuk
mencapai sasaran. Tindakan tersebut dikaitkan pada satu hal yang tidak sekadar hanya untuk mencapai
tujuan itu sendiri (Deci, 1999; Kruglanski, 1978; Ryan danDeci, 2000; Vallerand dan Bissonnette, 1992).
Perilaku yang termotivasi secara ekstrinsik tidak akan muncul secara spontan dan kemudian akan
menjadi masukan melalui suatu permintaan atau melalui beberapa konsekuensi yang teradministrasi
secara eksternal seperti tanda terima atas suatu reward atau penghindaran dari hukuman
