Cohen dan Levinthal (1990) menggambarkan sebagai sebuah kemampuan daya serap suatu
organisasi untuk mengenali informasi eksternal yang baru, berasimilasi, dan menerapkannya untuk
tujuan komersial. Hal ini sebagian besar merupakan fungsi dari pengetahuan yang terkait sebelumnya.
Pada tingkat organisasi, pengetahuan ini meliputi pengembangan keterampilan dasar, dan pengetahuan
ilmiah atau teknologi yang paling baru di bidang terkait.
Absorptive capacity pada konteks administrasi bisnis digunakan untuk mengukur kemampuan
dari suatu perusahaan untuk menilai, mengasimilasi, dan menerapkan knowledge baru, yang dipelajari
pada berbagai tingkatan baik individu, kelompok, perusahaan, dan nasional. Dalam Theory of Absorptive
Capacity (Cohen dan Levinthal, 1990), didefinisikan bahwa absorptive capacity seseorang adalah
kemampuan yang bukan hanya ditujukan untuk memperoleh dan mengasimilasi tapi juga untuk
menggunakan knowledge. Kemampuan seorang individu untuk mengevaluasi dan memanfatkan
knowledge yang berasal dari luar dengan lebih baik merupakan tingkatan fungsi dari knowledge
terdahulu yang saling berhubungan. Knowledge terdahulu yang saling berhubungan ini memberikan
suatu kemampuan untuk mengenali nilai knowledge baru dan untuk mengasimilasi dan menerapkan
pengaturan baru. Secara spesifik, knowledge terdahulu tersebut dapat mencakup keahlian dasar,
pembagian bahasa, atau knowledge apapun dari perkembangan teknologi atau perkembangan ilmiah
yang paling terbaru pada bidang yang berkaitan.
Zahra dan George (2002) mendevinisikan absorptive capacity sebagai satu set rutinitas
organisasi dan proses dengan mana perusahaan memperoleh, mengasimilasi, mengubah dan
memanfaatkan pengetahuan untuk menghasilkan kemampuan organisasi yang dinamis. Zahra dan
George (2002) menyatakan bahwa absorptive terdiri dari kapasitas asimilasi, akusisi, transformasi dan
eksploitasi. Absorptive capacity mencerminkan satu macam dari hubungan kemampuan individual yang
dapat mempengaruhi kinerja dari individu dari pembelajaran dan pemakaian knowledge. Oleh
karenanya, absorptive capacity seseorang ditentukan oleh knowledge yang dahulu telah dimilikinya.
Individu-individu telah membentuk absorptive capacity-nya sendiri sebelum mereka terlibat dengan
suatu aktivitas dari sharing knowledge. Antara individu yang satu dengan yang lainnya akan dapat
berbeda level absorptive capacity-nya, hal tersebut antara lain dikarenakan adanya perbedaan kondisi
seperti pengalaman profesional atau latar belakang pendidikan.
