Seseorang yang memiliki dasar pengetahuan yang beragam dapat semakin
mudah menghubungkanpengetahuan yang ingin ia bagikan dengan konteks
penerima, dan ia juga akan semakin mudahmenghubungkan pengetahuan baru
yang ia terima dengan pengetahuan yang menjadi keahliannyaatau pengetahuan
lain yang ia telah miliki sebelumnya sehingga selain aspek keluasan
ataukeberagaman dan kedalaman pengetahuan, kapasitas berbagi pengetahuan
juga ditentukan olehusaha seseorang dalam menambah pengetahuannya, misalnya
untuk akademisi dengan menghadirikonferensi, melakukan penelitian, menulis
jurnal, artikel, buku dan lainnya. Seluruh usaha ini akan menambah pengetahuan
yang dimiliki oleh seorang individu, baik itu dalam keahliannnya maupun diluar
keahliannya dan pada prinsipnya dapat meningkatkan kapasitas penyerapan
pengetahuan. memanfaatkan gabungan pengetahuan tersebut untuk solusi masalah
atau melahirkan inovasi (Lenny dan Jann, 2011).
Keterkaitan antara Absorptive Capacity terhadap Innovation Capability ini
dikemukakan juga oleh Tiurma dan Nungki (2010:67), absorptive capacity akan
menghasilkan innovation capability apabila perusahaan mampu mengeksploitasi
external knowledge yang dimiliki para individunya. Pernyataan ini dikuatkan
dengan hasil penelitiannya yaitu, absorptive capacity memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap innovation capability sebesar 121% sehingga absorptive
capacity memiliki pengaruh yang positif terhadap innovation capability.
Berdasarkan hasil persamaan model struktural oleh Model 2, absorptive capacity
memiliki pengaruh signifikan terhadap innovation capability sebesar 118,81&%
