Sebelum masuk kedalam bahasan kepuasan kerja maka terlebih dahulu akan
melihat pengertian mengenai kerja, menurut Hasibuan (2003:41) kerja adalah
sejumlah aktivitas fisik dan mental yang dilakukan seseorang untuk melakukan
sebuah pekerjaan. Sedangkan menurut Osborn (1985:4 dalam Monikasari, 2014)
menyatakan bahwa kerja adalah kegiatan yang menghasilkan suatu nilai bagi
orang lain Ketika seorang individu bekerja pada suatu organisasi, instansi ataupun
perusahaan maka hasil kerja yang ia selesaikan akan mempengaruhi terhadap
tingkat produktivitas organisasi. Oleh karena itu, pandangan dan juga perasaan
individu terhadap pekerjaannya harus tetap terjaga pada sisi positif dari
pekerjannya dengan kata lain individu tersebut harus memiliki dan menjaga
kepuasan kerjanya agar produktivitasnya dapat terus ditingkatkan.
Kepuasan kerja adalah kondisi menyenangkan atau secara emosional positif
yang berasal dari penilaian seseorang atas pekerjaannya atau pengalaman kerjanya
dan merupakan reaksi afektif individual terhadap lingkungannya. Menurut
Marihot Tua Efendi (2002:290 dalam Monikasari, 2014) kepuasan kerja
didefinisikan hingga sejauh mana individu merasakan secara positif atau negatif
berbagai macam faktor atau dimensi dari tugas-tugas dalam pekerjaannya. Faktorfaktor apa yang terkait dengan atau menentukan kepuasan kerja atau
ketidakpuasan kerja adalah suatu hal yang sangat luas. Hal di atas menunjukan
bahwa kepuasan kerja seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, tidak hanya gaji,
tetapi terkait dengan pekerjaan itu sendiri, dengan faktor lain seperti hubungan
dengan atasan, rekan kerja, lingkungan kerja, dan aturan-aturan (Aprillian, 2012).
Feldman dan Arnold dalam (Aprillian, 2012) mengemukakan bahwa
terdapat enam indikator yang dianggap paling dominan dalam mengukur kepuasan
kerja, yaitu:
1) Pekerjaan itu sendiri (work it self), setiap pekerjaan memerlukan suatu
keterampilan tertentu sesuai dengan bidangnya masing-masing. Sukar
tidaknya suatu pekerjaan serta perasaan seseorang bahwa keahliannya
dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan tersebut, akan meningkatkan atau
mengurangi kepuasan kerja.
2) Atasan (supervision), atasan yang baik berarti mau menghargai pekerjaan
bawahannya. Bagi bawahan, atasan bisa dianggap sebagai figur
ayah/ibu/teman dan sekaligus atasannya.
3) Teman sekerja (workers), merupakan faktor yang berhubungan dengan
hubungan antara karyawan dengan atasannya dan dengan karyawan lain,
baik yang sama maupun yang berbeda jenis pekerjaannya.
4) Promosi (promotion), merupakan faktor yang berhubungan dengan ada
tidaknya kesempatan untuk memperoleh peningkatan karier selama bekerja.
5) Gaji atau upah (pay), merupakan faktor pemenuhan kebutuhan hidup
karyawan yang dianggap layak atau tidak.
Kelompok kerja (Work Group), merupakan faktor yang berhubungan dengan
sumber kepuasan kerja individual yang berasal dari adanya kesempatan untuk
melakukan interaksi satu sama lain.
