Tekanan Waktu (skripsi dan tesis)

Anggaran waktu bertujuan untuk membantu auditor dalam melakukan
langkah-langkah audit untuk setiap program auditnya. Namun, pada kenyataannya
anggaran waktu ini dapat menimbulkan tekanan (pressure) bagi para auditor
untuk dapat memenuhi anggaran waktu tersebut. Menurut Ahituv dan Igbaria
(1998) menyatakan bahwa ini berpengaruh pada kualitas kerja maupun kinerja
auditor tersebut yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepuasan kerja auditor.
Dengan adanya tekanan untuk menyelesaikan audit sesuai dengan anggaran waktu
yang telah ditetapkan dapat memberikan pengaruh kepada seorang auditor dalam
pengambilan keputusan.
Tekanan anggaran waktu adalah keadaan yang menunjukkan auditor
dituntut untuk melakukan efisiensi terhadap anggaran waktu yang telah disusun
atau terdapat pembahasan waktu anggaran yang sangat ketat dan kaku
(Sososutikno, 2015), serta sangat diperlukan bagi auditor dalam melaksanakan
tugasnya untuk dapat memenuhi permintaan klien secara tepat waktu dan menjadi
salah satu kunci keberhasilan karir auditor di masa depan. Akhir-akhir ini
tuntutan tersebut semakin besar dan menimbulkan time pressure (Lestari,
2010:17). Tekanan anggaran waktu merupakan faktor yang dapat mempengaruhi
kinerja seseorang. Dalani hal ini tekanan anggaran waktu merupakan suatu
kondisi dimana auditor diberikan batasan waktu dalam mengaudit.
De Zoort dan Lord (1997), menyebutkan bahwa saat menghadapi tekanan
anggaran waktu, auditor akan memberikan respon dengan dua cara yaitu,
fungsional dan disfungsional. Tipe fungsional adalah perilaku auditor untuk
bekerja lebih baik dan menggunakan waktu sebaik-baiknya. Sedangkan, tipe
disfungsional adalah perilaku auditor yang membuat penurunan kualitas audit