Kepemilikan manajerial (manager ownership / MOWN)
menggambarkan suatu peran ganda yaitu sebagai manajer dan juga
pemegang saham dimana masing-masing memiliki kepentingan.
Perbedaan kepentingan antar keduanya seringkali menimbulkan suatu
konflik yang disebut konflik keagenan. Kepemilikan manajerial dengan
hutang memiliki hubungan timbal balik, berarti peningkatan persentase
kepemilikan manajerial akan mengurangi penggunaan hutang dan sebaliknya
penurunan kepemilikan manajerial akan meningkatkan penggunaan hutang.
Penggunaan hutang pada tingkat tinggi menyebabkan beban perusahaan
semakin tinggi menyebabkan risiko perusahaan semakin tinggi sehingga
manajerial mengurangi kepemilikan saham untuk memperkecil risiko
(Pithaloka, 2009).
Kepemilikan manajerial itu sendiri dapat dilihat dari konsentrasi
kepemilikan atau prosentase saham yang dimiliki oleh dewan direksi dan
manajemen. Prosentase tersebut diperoleh dari banyaknya jumlah saham
yang dimiliki oleh manajerial. Semakin besar proporsi kepemilikan
manajerial pada perusahaan, maka manajemen cenderung lebih giat untuk
kepentingan pemegang saham dimana pemegang saham adalah dirinya
sendiri (Trisyanti, 2009 dalam Pithaloka, 2009).
