Brigham dan Houston (2013) menyatakan bahwa sinyal adalah
suatu tindakan yang diambil oleh manajemen perusahaan untuk
memberikan petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen
memandang prospek perusahaan. Perusahaan dengan prospek yang
baik cenderung menghindari penjualan saham dan lebih pada
mengusahakan modal baru dengan cara berhutang. Teori ini
didasarkan pada asumsi bahwa manajer dan pemegang saham tidak
mempunyai akses informasi perusahaan yang sama. Apabila
perusahaan menerbitkan saham baru lebih sering dari biasanya, hal ini
dapat mendatangkan sinyal negatif yang pada akhirnya dapat
menurunkan harga saham perusahaan tersebut.
