Menurut Willett (2006:47) indikator atas time budget pressure adalah
sebagai berikut:
1. Pemahaman Auditor atas Time Budget
Sebelum melakukan tugas audit, seorang auditor harus mengetahui dengan
pasti tentang time budget yang telah disepakati oleh manajer bersama dengan klien. Hal ini penting karena dari pemahaman atas time budget itu kita dapat mengetahui seberapa besar auditor merasakan tekanan yang ditimbulkan oleh time budget. Jika pemahaman auditor tentang time budget sangat tinggi maka tekanan yang ditimbulkan atas time budget itu sendiri akan rendah, sebaliknya jika pemahaman auditor tentang time budget rendah maka tekanan yang ditimbulkan dari time budget akan semakin tinggi.
2. Tanggung Jawab Auditor atas Time Budget
Dalam pelaksanaan time budget, seorang auditor harus mengetahui
tanggung jawab yang harus diselesaikan dan target-target yang harus dicapai serta bertanggung jawab untuk menjaga agar proses audit berjalan efisien dan sesuai dengan time budget yang diterapkan. Tanggung jawab tersebut harus diketahui sebelum proses audit berjalan dengan tujuan agar tekanan yang ditimbulkan oleh time budget dapat diantisipasi oleh auditor sehingga tidak berpengaruh pada kualitas audit yang dihasilkan.
3. Penilaian Kinerja yang dilakukan oleh Atasan
Time budget merupakan suatu alat bagi manajer untuk mengukur kinerja
seorang auditor. Penilaian kinerja dilakukan untuk mengetahui sejauh mana
auditor telah memenuhi time budget yang telah ditetapkan, penilaian kinerja yang telah diberikan atasan kepada auditor terkadang menimbulkan tekanan bagi auditor untuk melaksanakan tugas audit dan dapat berpengaruh pada kualitas audit yang dihasilkan. Tinggi rendahnya tekanan tergantung pada kinerja yang diberikan oleh auditor tersebut, auditor akan merasakan tekanan rendah jika kinerja yang diberikan dinilai baik oleh atasan dan sebaliknya tekanan akan tinggi jika atasan menilai bahwa kinerja yang telah diberikan tidak sesuai dengan sasaran dan target atas time budget.
4. Penentuan Fee Auditor
Penentuan fee akan memberikan pengaruh atas kualitas audit. Jadi
penentuan fee akan sangat memberikan tekanan bagi seorang auditor. Maka perlu adanya ketentuan khusus yang mengatur tentang penentuan fee agar nantinya tidak memberikan dampak yang negatif terhadap pemberian opini pada laporan audit.
Kinerja auditor yang lebih baik akan meningkatkan kepercayaan
masyarakat tentang profesi akuntan, namun jika auditor melakukan perilaku yang merusak citra profesi akuntan publik maka masyarakat akan tidak lagi percaya kepada akuntan publik.
Menurut McNair, 1991 menyatakan bahwa perilaku disfungsional timbul
karena adanya dilemma cost-quality. Cost yang besar diatur oleh waktu yang
profesional, dan pengukuran yang tepat. Sebaliknya, kualitas tidak bisa diukur
dengan presisi yang sama namun penting untuk kesuksesan jangka panjang.
Dilemma cost-quality disebabkan karena ketidakseimbangan antara fee audit yang diterima oleh auditor dengan kualitas audit yang diatur oleh standar profesional.
Audit seharusnya ditetapkan dengan fee yang standar dan kualitas audit yang
standar pula. Namun, auditor cenderung untuk tidak menetapkan fee audit sesuai standar. Fee audit yang rendah akan menyebabkan time budget menjadi singkat dan tidak diukur dengan akurat. Time budget yang rendah akan menurunkan kualitas audit.
KAP biasanya bekerja pada struktur herarki dimana auditor junior
bertanggungjawab kepada auditor senior, auditor senior bertanggungjawab kepada manajer, dan manajer akan bertanggungjawab kepada partner. Struktur herarki seperti inilah yang menimbulkan adanya suatu tekanan waktu (time pressure) dari tingkat atas ke tingkat bawah. Auditor yunior dan auditor senior merupakan posisi yang memiliki tekanan yang lebih besar, karena posisi ini sebagai pihak pelaksana dalam penugasan audit.
Time pressure menurut Solomon dan Broen (2005) adalah suatu tekanan
terhadap anggaran waktu audit yang telah disusun. Time pressure terdiri dari dua dimensi yaitu time budget pressure dan time deadline pressure. Timbulnya time dealine pressure disebabkan oleh adanya kebutuhan untuk melengkapi tugas audit berdasarkan pedoman waktu tertentu, sedangkan munculnya time budget pressure disebabkan oleh adanya jumlah waktu yang telah dialokasikan dalam melengkapi tugas audit tertentu.
