Pengertian audit menurut Randal J. Elder, Mark S. Beasley, Alvin A.
Arens yang dialih bahasakan oleh Amir Abadi Jusuf (2012:4) mendefinisikan
auditing sebagai berikut:
“Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about
information to determine and report on the degree of correspondence
between the information and established criteria. Auditing should be done
by a competent, independent person.”
“Audit adalah pengumpulan dan evaluasi bukti mengenai infromasi untuk
menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi tersebut
dengan kriteria yang telah ditetapkan. Audit harus dilakukan oleh orang
yang kompeten dan independen”.
Sedangkan pengertian auditing menurut Sukrisno Agoes (2012:4) adalah:
“Auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan
sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang
telah disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan pembukuan dan
bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan
pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut”
Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa audit merupakan
suatu proses yang sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti, yang dilakukan oleh seorang auditor yang independen dan kompeten. serta memberikan pendapatnya atas pemeriksaan yang telah dilakukan, juga melaporkan informasinya kepada pemakai.
