Jenis-Jenis Audit (skripsi dan tesis)

Menurut Randal J. Elder, Mark S. Beasley, Alvin A. Arens yang dialih
bahasakan oleh Amir Abadi Jusuf (2012:16-19) audit dapat dibagi menjadi 3
jenis, yaitu sebagai berikut:
1. Audit Operasional
Mengevaluasi efisiensi dan efektifitas setiap bagian dari prosedur dan
metode operasi organisasi. Pada akhir audit operasional, manjemen
biasanya mengharapkan saran-saran untuk memperbaiki operasi. Dalam
audit operasional, review atau penelaahan yang dilakukan tidak terbatas
pada akuntansi, tetapi dapat mencakup evaluasi atas struktur organisasi,
operasi komputer, metode produksi, pemasaran, dan semua bidang lain di
mana auditor menguasainya.
2. Audit Ketaatan
Dilaksanakan untuk menentukan apakah pihak yang di audit telah
mengikuti prosedur, aturan, atau ketentuan tertentu yang ditetapkan oleh
otoritas yang lebih tinggi. Hasil dari audit ketaatan biasanya dilaporkan
kepada manajemen, bukan kepada pemakai luar, karena manajemen
adalah kelompok utama yang berkepentingan dengan tingkat ketaatan
terhadap prosedur dan peraturan yang digariskan.
3. Audit Laporan Keuangan
Dilakukan untuk menentukan akankah laporan keuangan (informasi yang
di verifikasi) telah dinyatakan sesuai dengan kriteria tertentu. Biasanya,
kriteria yang berlaku adalah prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku
umum (GAAP), walaupun auditor mungkin saja melakukan audit atas
laporan keuangan yang disusun dengan menggunakan akuntansi dasar
kas atau beberapa dasar lainnya yang cocok untuk organisasi tersebut”