Menurut PSAK No. 2, kas terdiri dari saldo kas, rekening giro, aset setara kas, investasi yang sangat mudah diuangkan tanpa mengalami risiko perubahan harga yang signifikan (Harahap, 9 2012). Sedangkan arus kas merupakan kas masuk dan kas keluar yang digunakan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan menjalankan kinerja perusahaan. Informasi arus kas sering digunakan untuk mengukur kepastian arus kas mendatang. Untuk pengukuran persistensi laba, dibutuhkan informasi arus kas yang tidak berfluktuasi tajam (stabil) atau dengan kata lain memiliki volatilitas yang kecil. Volatilitas arus kas merupakan ketidakpastian dalam lingkungan operasi yang diperoleh dari data arus kas. Arus kas yang berfluktuasi tajam maka akan sulit untuk memprediksi arus kas masa mendatang, dengan begitu volatilitas yang tinggi mengindikasikan persistensi laba yang rendah
