Klasifikasi Persistensi Laba (skripsi dan tesis)

Penman (2003) membagi laba ke dalam dua kelompok, yaitu sustainable earning (earning persistence atau core earning) dan unusual earning atau transitory earning. Dimana sustainable earning merupakan kemampuan laba sebagai indikator laba di masa yang akan datang (future earning) yang dihasilkan secara berulang-ulang (repetitive) oleh perusahaan dalam jangka waktu yang panjang (sustainable). Sedangkan unusual earning merupakan laba yang tidak dapat dijadikan sebagai indikator laba di masa yang akan datang karena laba tersebut tidak dapat dihasilkan secara berulang-ulang. Selama ini, laba akuntansi masih menjadi fokus utama para pihak eksternal maupun internal perusahaan dalam pengambilan keputusan, seperti penilaian kinerja manajemen, pemberian dividen kepada pemegang saham, penentuan kompensasi manajemen, dan lain sebagainya. Yang menjadi fokus utama bukanlah laba yang tinggi, melainkan laba yang persisten.