Manajemen menggunakan hutang sebagai salah satu cara perolehan modal dari pihak kreditor. Hal ini membuat manajemen harus mampu bekerja keras demi pemanfaatan modal tersebut agar dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi perusahaan, sehingga perusahaan terus mengalami perkembangan dan sanggup melunasi hutangnya pada kreditur. Semakin tinggi tingkat hutang atau leverage maka perusahaan akan lebih mampu membiayai aktivitas operasionalnya dari pendanaan yang diperoleh memalui hutang tersebut, namun konsekuensinya perusahaan harus mampu menghasilkan laba yang tinggi agar mampu melunasi hutangnya, sehingga perusahaan tetap dinilai baik oleh pihak kreditur. Hal ini lah yang dapat dinyatakan bahwa tingkat hutang dapat mendorong perusahaan untuk meningkatkan laba sehingga berpengaruh terhadap persistensi laba. Tingkat hutang berpengaruh terhadap persistensi laba karena setiap perusahaan selalu ingin mengembangkan perusahaannya dengan cara mendapatkan hutang sebagai tambahan modal dan perusahaan harus menjaga persistensi laba perusahaannya agar dinilai baik oleh investor dan auditor. Hal ini dilakukan demi keberlanjutan perusahaan di masa yang akan datang. Dewi dan Putri (2015) menemukan bahwa tingkat hutang memiliki pengaruh signifikan pada persistensi laba. Hal ini berbanding terbalik dengan hasil penelitian Dewi (2015) dan Putra (2016) yang menemukan bahwa tingkat hutang tidak memiliki pengaruh pada persistensi laba.
Pengaruh Tingkat Hutang Terhadap Persistensi Laba (skripsi dan tesis)
Hasil yang berbeda juga ditunjukkan oleh penelitian Putra (2017) dalam penelitiannya mengenai pengaruh tingkat hutang terhadap persistensi laba yang menghasilkan pengaruh yang negatif signifikan. Hayati (2014) juga menemukan bahwa tingkat hutang tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap persistensi laba, tetapi mempunyai arah yang sama dengan hipotetsis yaitu positif. Maka dapat diartikan bahwa tingginya tingkat hutang tentu berpengaruh terhadap peningkatan pada persistensi laba, namun tidak memiliki pengaruh signifikan dalam proses pengambilan keputusan. Sedangkan penelitian Putri dan Supadmi (2016) menemukan bahwa tingkat hutang memiliki pengaruh yang signifikan pada persistensi laba. Hal tersebut berarti tingginya tingkat hutang akan memengaruhi perusahaan untuk lebih meningkatkan persistensi laba dengan mempertahankan kinerja yang baik.
