Langkah-langkah dan Prosedur Penelitian Eksperimen (skripsi dan tesis)

 

Jika ditinjau dari langkah-langkahnya maka langkah-langkah penelitian eksperimen tidak jauh berbeda dengan penelitian lain. Sebagaimana telah diuraikan pada bagian pendahuluan, maka langkah-langkah penelitian ini, sebagai berikut (Sukardi, 2003):

  1. Melakukan kajian secara induktif yang berkait erat dengan permasalahan yang hendak
  2. Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah.
  3. Melakukan studi literatur dan beberapa sumber yang relevan, memformulasikan hipotesis penelitian, menentukan variabel, dan merumuskan definisi operasional dan
    definisi istilah.
  4. Membuat rencana penelitian yang didalamnya mencakup kegiatan: a) Mengidentifikasi variabel luar yang tidak diperlukan, tetapi memungkinkan terjadinya kontaminasi proses eksperimen; b) Menentukan cara mengontrol; c) Memilih rancangan penelitian yang tepat; d) Menentukan populasi, memilih sampel (contoh) yang mewakili serta memilih sejumlah subjek penelitian; dan e) Membagi subjek dalam kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.
  5. Membuat instrumen, memvalidasi instrumen dan melakukan studi pendahuluan agar diperoleh instrumen yang memenuhi persyaratan untuk mengambil data yang diperlukan.
  6. Mengidentifikasi prosedur pengumpulan data. dan menentukan hipotesis.
  7. Melaksanakan eksperimen.
  8. Mengumpulkan data kasar dan proses eksperimen.
  9. Mengorganisasikan dan mendeskripsikan data sesuai dengan vaniabel yang telah ditentukan.
  10. Menganalisis data dan melakukan tes signifikansi dengan teknik statistika yang relevan untuk menentukan tahap signifikasi hasilnya.
  11. Menginterpretasikan basil, perumusan kesimpulan, pembahasan, dan pembuatan laporan.

Sedangkan menurut Jaedun (2011) adalah Langkah-langkah penelitian eksperimen pada dasarnya sama dengan jenis penelitian positivistik yang lain, yaitu:

  1. Memilih dan merumuskan masalah, termasuk akan mengujicobakan perlakuan apa, dampak dampak apa yang ingin dilihat.
  2. Memilih subyek yang akan dikenai perlakuan dan subyek yang tidak dikenai perlakuan.
  3. Memilih disain penelitian eksperimen.
  4. Mengembangkan instrumen pengukuran (instrumen untuk mengumpulkan data).
  5. Melaksanakan prosedur penelitian dan pengumpulan data.
  6. Menganalisis data.
  7. Perumusan kesimpulan.

Sedangkan langkah operasionalnya adalah sebelum peneliti mulai on action” maka perlu melakukan:

  1. Membentuk atau memilih kelompok-kelompok (kelompok yang dikenai perlakuan dan kelompok pembanding/kelompok kontrol).
  2. Memperkirakan apa yang akan terjadi pada setiap kelompok.
  3. Mencoba mengontrol semua faktor lain di luar perubahan yang direncanakan.
  4. Mengamati atau mengukur efek pada kelompok-kelompok setelah perlakuan berakhir.
  5. Penelitian eksperimen adalah penelitian untuk menguji hipotesis. Setidaktidaknya dengan 1 hipotesis hubungan sebab-akibat dari 2 variabel, yaitu variabel perlakuan dan variabel dampak.
  6. Penelitian eksperimen yang paling sederhana biasanya melibatkan 2 kelompok, yaitu: (1) Kelompok eksperimen, yaitu kelompok yang dikenai perlakuan tertentu, dan (2) Kelompok kontrol atau kelompok pembanding, yaitu kelompok yang tidak dikenai perlakuan.
  7. Kelompok eksperimen menerima treatmen yang baru, suatu treatmen yang sedang diselidiki, sedangkan kelompok kontrol menerima treatmen yang berbeda atau diberi treatmen seperti biasa.
  8. Dua kelompok yang akan dibandingkan, yaitu kelompok yang menerima treatmen dan kelompok yang tidak dikenai treatmen harus disetarakan terlebih dahulu, agar dapat dipastikan bahwa adanya perbedaan pada variabel terikat semata-mata karena pengaruh perlakuan yang diberikan bukan karena memang sejak awalnya sudah berbeda.
  9. Cara penyetaraan yang dapat dilakukan:
    1. Membuat berpasang-pasangan (matching), misal siswa yang nilai awalnya sama, dikelompokkan berpasang-pasangan pada kelompok yang berbeda.
    2. Penugasan secara random (random assignment), yaitu menempatkan subyek baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok pembanding dengan cara diundi (dirandom), atau tidak dipilih-pilih.
    3. Kesulitan yang terjadi adalah tidak memungkinkan (sulit) mengelompokkan siswa secara bebas, dan terpisah dari rombelnya, karena akan merusak sistem yang telah berjalan. Sehingga sampelnya apa adanya, atau disebut intax sampel.