Faktor yang Mempengaruhi Job Crafting


Menurut Tims et al., (2012), menemukan beberapa faktor yang
mempengaruhi job crafting yaitu :
1 Person job fit
Yaitu Dengan kata lain, kesesuaian antara karakter karyawan dengan
pekerjaannya Dua faktor yang dapat mempengaruhi bagaimana karyawan
menyesuaikan diri dengan pekerjaannya: penyesuaian antara pengetahuan,
keterampilan, dan kemampuan untuk memahami tuntutan pekerjaan, dan
kesesuaian antara kebutuhan dan keinginan untuk pekerjaan tersebut.
2 Autonomy
Kemandirian diri pada pekerjaan penting untuk menentukan
karakter bekerja serta sejauh mana orang mengelola pekerjaan yang sesuai,
seperti memiliki kesempatan untuk membuat keputusan, mengatur jadwal,
dan memilih cara untuk menyelesaikan tugas. Karyawan dapat mencoba
mengubah beberapa aspek pekerjaan jika mereka merasa tidak memiliki
kebebasan atau kesempatan untuk mengubah kondisi pekerjaan. Adanya
kesempatan ini akan memberi karyawan lebih banyak kesempatan untuk
melakukan yang terbaik dari pekerjaan.
3 Task Independence
Job crafting akan lebih mungkin terjadi ketika karyawan
menunjukan performa dalam tugasnya secara sendiri
4 Individual Differences
Setiap orang pasti memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Untuk
memiliki karakteristik diri, seseorang karyawan harus memahami
kebutuhannya dan menjadi independen. Untuk dapat menciptakan
pekerjaan pembuatan.
5 Proactive Personality
Karyawan yang proaktif diharapkan mampu terlibat dalam
pembuatan pekerjaan dan lebih siap daripada karyawan yang memiliki
karakteristik yang disebutkan sebelumnya. Peluang untuk merubah identitas
telah ada bagiyang me miliki inisiatif untuk memperbaiki keadaan; yang
tinggal adalah tindakan dan ketekunan yang akan membawa orang tersebut
untuk memahami perubahan tersebut.
6 Self Efficacy
Kepercayaan diri terhadap kemampuan akan mendorong karyawan
untuk terlibat dalam pekerjaan atau mengubah lingkungan kerja, yang
berdampak pada bagaimana membuat pekerjaan. Karyawan yang memiliki
kepercayaan diri tinggi merasa mampu dan berani membuat pilihan yang
menguntungkan.
7 Focus regulation atau self regulasi
Menurut teori fokus relasi, dapat membuat fokus pengembangan
pada kemajuan, pertumbuhan, dan prestasi dengan memperhatikan
keamanan, keselamatan, dan tanggung jawabnya. Mampu mengelola diri
dengan baik sehingga akan mempertimbangkan semua aspek dan batasan
yang mungkin dihadapi sebagai individu dan sebagai karyawan

Definisi Brand Trust


Brand trust atau Kepercayaan adalah sebuah variabel yang
paling penting dalam membangun sebuah hubungan jangka panjang
diantara pihak satu dengan pihak lainnya untuk mempercayai
kemampuan merek (Aprilianti, 2020). Menurut Rommy (2020)
menjelaskan bahwa, brand trust adalah kemampuan merek untuk
dipercaya (brand realibility), bersumber pada keyakinan konsumen
bahwa produk tersebut memenuhi memenuhi nilai yang dijanjikan
serta intensi baik merek (brand intention) didasarkan pada keyakinan
konsumen bahwa merek tersebut mampu mengutamakan kepentingan
konsumen.
Sedangkan menurut Copley (2014) yang menyatakan bahwa
brand trust adalah komitmen yang tampak ketika konsumen percaya
bahwa hubungan yang berkelanjutan dengan merek sangat penting
sehingga mereka ingin mempertahankannya melalui usaha maksimal
dan percaya membeli merek akan menghasilkan hasil yang positif.
Berdasarkan dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa
kepercayaan merek atau brand trust adalah keinginan konsumen
untuk bisa menyandarkan diri pada hubungan dengan partnernya atas
dasar keyakinan pada perusahaan. Dari pengertian diatas maka brand
trust adalah kemauan konsumen mempercayai dan merasa aman pada
suatu merek dengan segala resikonya, karena adanya harapan merek
tersebut dapat memberikan hasil yang positif dan dapat diandalkan
bagi mereka

Fitur Dalam Nvivo

Untuk bekerja dengan NVivo, pertama dan terutama, peneliti harus membuat Proyek untuk menampung data atau mempelajari informasi. Setelah proyek dibuat, pad Proyek akan muncul (Gambar 2). Pad proyek NVivo memiliki dua menu utama: Peramban dokumen dan Peramban simpul. Dalam proyek apa pun di NVivo, peneliti dapat membuat dan menjelajahi dokumen dan simpul, saat data dijelajahi, ditautkan, dan dikodekan. Peramban dokumen dan simpul memiliki fitur Atribut, yang membantu peneliti merujuk karakteristik data seperti usia, jenis kelamin, status perkawinan, suku bangsa, dll.

Analisis Kualitatif

Penelitian kualitatif menghasilkan data berbasis teks yang sebagian besar tidak terstruktur. Data tekstual ini dapat berupa transkrip wawancara, catatan observasi, entri buku harian, atau catatan medis dan keperawatan. Dalam beberapa kasus, data kualitatif juga dapat mencakup tampilan gambar, klip audio atau video (misalnya rekaman audio dan visual pasien, film radiologi, dan video operasi), atau materi multimedia lainnya. Analisis data merupakan bagian dari penelitian kualitatif yang paling membedakannya dari metode penelitian kuantitatif. Ini bukan latihan teknis seperti dalam metode kuantitatif, tetapi lebih merupakan proses penalaran induktif, pemikiran, dan teori yang dinamis, intuitif, dan kreatif.5 Berbeda dengan penelitian kuantitatif, yang menggunakan metode statistik, penelitian kualitatif berfokus pada eksplorasi nilai, makna, keyakinan, pikiran, pengalaman, dan perasaan yang menjadi ciri khas fenomena yang diselidiki.6 Analisis data dalam penelitian kualitatif didefinisikan sebagai proses pencarian dan pengaturan sistematis transkrip wawancara, catatan observasi, atau materi non-tekstual lainnya yang dikumpulkan peneliti untuk meningkatkan pemahaman tentang fenomena tersebut.7 Proses analisis data kualitatif terutama melibatkan pengkodean atau pengkategorian data. Pada dasarnya, ini melibatkan pemahaman sejumlah besar data dengan mengurangi volume informasi mentah, diikuti dengan mengidentifikasi pola yang signifikan, dan akhirnya menarik makna dari data dan kemudian membangun rantai bukti yang logis.

Langkah Dalam Analisis NVivo

Bazeley [8] menyebutkan lima tugas penting yang memudahkan NVivo dalam menganalisis data kualitatif. Tugas-tugas tersebut meliputi:

  • Mengelola data: dengan mengatur sejumlah dokumen data yang membingungkan. Termasuk transkrip wawancara, survei, catatan observasi, dan dokumen yang dipublikasikan.
  • Mengelola ide: untuk memahami isu konseptual dan teoritis yang muncul selama penelitian.
  • Menanyakan data: dengan mengajukan beberapa pertanyaan tentang data dan memanfaatkan perangkat lunak untuk menjawab pertanyaan tersebut. “Hasil dari kueri disimpan untuk memungkinkan interogasi lebih lanjut sehingga kueri atau pencarian menjadi bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung” [8].
  • Membuat model secara visual: dengan membuat grafik untuk menunjukkan hubungan antara data konseptual dan teoritis.
  • Melaporkan: dengan memanfaatkan data yang dikumpulkan dan hasil yang ditemukan untuk merumuskan laporan transkrip tentang penelitian yang dilakukan.

Menggunakan NVivo dalam analisis data


Mengingat adanya inovasi dalam teknologi perangkat lunak, teknik elektronik pengkodean data secara bertahap semakin banyak digunakan untuk memperoleh ketelitian dalam menangani data tersebut. Selain itu, penggunaan komputer pada dasarnya “memastikan bahwa pengguna bekerja lebih metodis, lebih teliti, lebih penuh perhatian” [8]. Dengan demikian, peneliti kualitatif didorong untuk menggunakan alat ini sebanyak mungkin dalam pekerjaan mereka. NVivo, paket perangkat lunak Analisis Data Kualitatif (QDA) yang diproduksi oleh QSR International, memiliki banyak keunggulan dan dapat meningkatkan kualitas penelitian secara signifikan. Analisis data kualitatif menjadi lebih mudah dan menghasilkan hasil yang lebih profesional. Perangkat lunak ini memang mengurangi sejumlah besar tugas manual dan memberi peneliti lebih banyak waktu untuk menemukan kecenderungan, mengenali tema, dan menarik kesimpulan [9]. Selain itu, NVivo dianggap sebagai teknik yang ideal bagi para peneliti yang bekerja dalam tim karena memfasilitasi penggabungan pekerjaan individu untuk menghasilkan satu proyek bersama.

Analisis Data Kualitatif

Analisis data kualitatif adalah “proses untuk menata, menyusun, dan memaknai data yang terkumpul” [5]. Proses tersebut bukanlah tugas yang mudah. ​​Proses tersebut tidak teratur, sulit, dan memakan waktu, meskipun merupakan metode yang inovatif dan menarik. Analisis data kualitatif sebenarnya adalah proses untuk mencari hubungan antara kategori dan tema data dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap fenomena tersebut. Jadi, daripada bersikap ketat dan berbasis prosedur, peneliti dituntut untuk bersikap waspada, fleksibel, dan berinteraksi secara positif dengan data yang dikumpulkan [6]. Karena data kualitatif berbasis teks, landasan utama analisis data ini adalah proses pengkodean. Kode menurut [7] adalah “tag atau label untuk menetapkan unit makna pada informasi deskriptif atau inferensial yang dikumpulkan selama penelitian”. Kode sering kali melekat pada potongan kata, frasa, kalimat, atau seluruh paragraf. Pengkodean melibatkan pencarian kata atau frasa terkait yang disebutkan oleh narasumber atau dalam dokumen. Kata-kata atau frasa tersebut kemudian digabungkan untuk mewujudkan hubungan di antara keduanya. Secara konvensional, pengodean dilakukan dengan tangan, menggunakan pena berwarna untuk menyortir, kemudian memotong dan mengkategorikan data tersebut. Dalam beberapa kasus, peneliti akan memfotokopi setiap transkrip pada kertas berwarna berbeda (misalnya, narasumber 1 pada kertas merah, narasumber 2 pada kertas biru, dst.) dan kemudian frasa yang relevan dipotong dari naskah menggunakan gunting dan disusun menjadi beberapa tumpukan. Atau, peneliti dapat menggunakan fungsi penyorotan pada pengolah kata untuk menyorot teks yang diminatinya, sekali lagi dengan warna berbeda untuk setiap narasumber, kemudian menyatukannya dalam berkas elektronik [5], [7]. Tugas ini dalam sebagian besar kasus sebenarnya merupakan proses yang membingungkan, tidak jelas, dan memakan waktu.

Analisis Nvivo

Dalam penelitian ini menggunakan aplikasi Nvivo yang merupakan aplikasi yang dapat menjawab kebutuhan para peneliti kualitatif dan metodenya dapat menggunakan kualitatif dan kuantitatif dalam mengelola dan menganalisis data dengan efektif dan efisien. Nvivo juga dapat memperkuat validitas dan relibilitas penelitian kualitatif serta sangat powerfulluntuk melakukananalisis data digital maupun non digital. Dalam penelitian ini instrumen utama analisis adalah kualitatif dan Nvivo hanya untuk menyajikan data-data mentah yang telah terorganisir sesuai dengan kebutuhan peneliti. Melalui aplikasi Nvivo ini, peneliti dapat melakukan koding data secara manual atau otomatis, menentukan tema dan subtema berdasarkan data, membuat keterangan terhadap semua data demografis partisipan, melakukan analisis isi teks dengan Text Search Query, melakukan analisis hubungan, mengetahui dengan cepat kata-kata utama yang paling sering muncul dalam data melalui WordFrequency Query; dan juga mempresentasikan hasil analisis data dalam bentuk grafik, diagram perbandingan tema berdasarkan latar belakang partisipan, diagram pohon, memasukkan artikel referensi, catatan lapangan, serta anotasi bibliografi

Meta Analisis

Meta-Analysis adalah suatu metode statistik yang digunakan untuk menggabungkan dan menyintesis hasil dari beberapa penelitian independen tentang topik atau pertanyaan penelitian tertentu. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran yang lebih kuat dan terukur tentang efek atau hubungan antara variabel-variabel tertentu daripada yang dapat diberikan oleh satu penelitian individu. Proses Meta-analysis dimulai dengan pengidentifikasian dan seleksi studi-studi yang relevan, kemudian data dari masing-masing studidiekstraksi dengan cermat. Data ini kemudian disesuaikan ke dalam format yang seragam untuk memungkinkan perbandingan yang adil antara studi-studi. Sebelum melakukan analisis agregat, tingkat heterogenitas antara studi-studi juga dievaluasi. Selanjutnya, menggunakan model statistik khusus, hasil dari studi-studi yang berbeda digabungkan dengan mempertimbangkan ukuran sampel masing-masing studi. Hasil dari meta-analisis diinterpretasikan dengan mengevaluasi ukuran efek dan mengidentifikasi signifikansi statistik, memberikan kesimpulan tentang temuan keseluruhan. Dalam melakukan meta-analysis, penting juga untuk mempertimbangkan potensi bias atau kualitas studi yang dimasukkan dalam analisis. Metode ini telah menjadi alat yang berharga di berbagai disiplin ilmu, membantu menyediakan gambaran yang lebih luas dan lebih kuat tentang efek atau hubungan antara variabel-variabel tertentu daripada yang dapat diberikan oleh satu studi individu.

NVIvo

NVivo adalah perangkat lunak analisis kualitatif yang dirancang untuk membantu peneliti dalam mengelola, menganalisis, dan memahami data kualitatif dengan lebih efisien. Cara kerjaNVivo dapat dijelaskan sebagai berikut:Pertama, NVivo memungkinkan pengguna untuk mengimpor berbagai jenis data kualitatif, termasuk teks, audio, video, gambar, dan dokumen terstruktur lainnya ke dalam platformnya. Ini memungkinkan peneliti untuk menyatukan dan mengintegrasikan data dari berbagai sumber, menciptakan satu repositori sentral untuk analisis.Selanjutnya, NVivo menyediakan berbagai alat untuk memudahkan proses kodifikasi. Pengguna dapat membaca data dengan cermat, dan dengan bantuan alat kodifikasi, mereka dapat menentukan kategori atau kode yang relevan untuk setiap potongan data. Proses ini memungkinkan peneliti untuk mengorganisir dan memfilter data dengan lebih terstruktur, sehingga memudahkan analisis lebih lanjut.NVivo juga memungkinkan peneliti untuk membuat dan mengelola kategori atau tema. Kategori ini dapat menggambarkan konsep-konsep atau temuan yang muncul selama analisis. Dengan memanfaatkan kategori ini, peneliti dapat mengidentifikasi pola-pola, hubungan, dan tren dalam data mereka dengan lebih sistematis.Selain itu, NVivo menyediakan alat visualisasi yang kuat, seperti diagram dan grafik, yang memungkinkan peneliti untuk mempresentasikan temuan mereka dengan cara yang jelas dan meyakinkan. Ini mempermudah peneliti dalam berbagi temuan mereka dengan audiensyang lebih luas atau memasukkan hasil analisis ke dalam laporan penelitian.

NVivo


10, dimana tools ini telah diakui secara internasional untuk melakukan penelitian kualitatif.
Dalama NVivo, sumber data penelitian (internals), sumber data penelitian eksternal
(Externals), catatan-catatan peneliti selama pengumpulan data (memos), dan kerangka
matriks (framework matrices). Internal Sources dalam konteks ini merupakan semua sumber
data penelitian kualitatif yang dapat dimasukan kedalam NVivo, misalnya, rekaman-rekaman
wawancara, transkrip wawancara, catatan-catatan selama melakukan penelitian, foto-foto,
table data survey, isi website tertentu, data bases dan bahkan video-video(Bandur, 2016).

Tahapan Nvivo

Melalui tangkapan artikel berita yang ada dapat melihat dan memetakan informasi dari sebuah narasi. Beberapa tahapan-tahapan yang dapat dilakukan dengan memanfatkan platform NVivo seperti :ImportData: Data kualitatif dalam bentuk teks artikel media, audio, atau video diimpor ke dalam platformNVivo.Koding Data: Data dikodekan berdasarkan tema, pola, atau kategori tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.Eksplorasi dan Organisasi: Datadieksplorasi untuk mengidentifikasi pola-pola dan hubungan antar tema, serta diorganisasi dalam bentuk matriks atau diagram untuk mempermudah pemahaman.Analisis Mendalam: Melalui fitur pencarian dan query, peneliti dapat melakukan analisis mendalam untuk mengidentifikasi hubungan dan pola-pola yang muncul dari data dengan koding yang sudah ditentukan.Visualisasi Data: NVivo memungkinkan visualisasi data dalam bentuk diagram, grafik,model konseptual, dan tabel nilai untuk memperjelas temuan analisis.Penarikan Kesimpulan: berdasarkan hasil analisis, peneliti dapat menarik kesimpulan yang relevan dengan tujuan penelitian. Pemetaan NVivo menjadi alat ukur baru untuk melihat dan mengambarkan hasil temuan berdasarkan narasi artikel media yang sering dibahas (Preko et al, 2022)

Langkah Dalam Nvivo

Beberapa tahapan –tahapan yang dapat dilakukan dengan memanfatkan platform NVivo seperti :•Import Data: Data kualitatif dalam bentuk teks artikel media, audio, atau video diimpor ke dalam platform NVivo.•Koding Data: Data dikodekan berdasarkan tema, pola, atau kategori tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.•Eksplorasi dan Organisasi: Data dieksplorasi untuk mengidentifikasi pola-pola dan hubungan antar tema, serta diorganisasi dalam bentuk matriks atau diagram untuk mempermudah pemahaman.•Analisis Mendalam: Melalui fitur pencarian dan query, peneliti dapat melakukan analisis mendalam untuk mengidentifikasi hubungan dan pola-pola yang muncul dari data dengan koding yang sudah ditentukan.•Visualisasi Data: NVivo memungkinkan visualisasi data dalam bentuk diagram, grafik,, model konseptual, dan tabel nilai untuk memperjelas temuan analisis.Penarikan Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis, peneliti dapat menarik kesimpulan yang relevan dengan tujuan penelitian

Nvivo

Pendekatan kualitatif dengan alat bantu softwareNVivo merupakan perangkat lunak analisis data kualitatif yang digunakan dalam penelitian. NVivo membantu peneliti dalam menyimpan, mengatur, dan mengeksplorasi data dengan mudah, serta mengurangi risiko kerusakan data mentah.19NVivo memungkinkan pengguna untuk menyimpan teks, gambar, audio, dan video secaralangsung di dalam proyek, serta mengakses data multimedia tersebut langsung dari dalam platform NVivo. Melalui tangkapan artikel berita yang ada dapat melihat dan memetakan informasi dari sebuah narasi

Tahaoan Dalam Nvivo

Ada empat tahapan yang umum digunakan dalam pengolahan data dengan menggunakan softwareNVivo. Keempat tahapan tersebut dimulai dari tahapan input data internal dan input data eksternal. Data internal adalah filedata yang sudah ada di laptop dan untuk menginputnya ke softwareNVivo, tidak membutuhkan koneksi internet. Data eksternal adalah data yang bersumber dari internet dan jika ingin diinput ke softwareNVivo, membutuhkan koneksi internet. Proses input data eksternal membutuhkan bantuan fitur NCapture for NVivodi google chrome. Kedua, adalah tahapan codingdata penelitian, baik data berupa hasil wawancara, data berupa online news, data dari youtube, data dari artikel ilmiah online, data berupa majalah onlinedan sebagainya. Ketiga, tahapan visualisasi atau tahapan menampilkan gambar skema dari hasil codingyang telah dilakukan. Keempat, adalah tahapan pengambilan kesimpulan berdasarkan gambar visualisasi yang dihasilkan. Tahapan ini juga merupakan langkah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang sudah ditetapkan di bagian pendahuluan (Tambun & Sitorus, 2023). Selanjutnya, softwareini dikenal bukan hanya sekedar softwareuntuk penelitian kualitatif, tetapi juga bisa digunakan untuk penelitian mixed method(Hafidhah & Yandari, 2021). Kesimpulan ini dikemukakan karena NVivo memiliki banyak fitur dan fasilitas pengolahan data yang cukup lengkap dan kompleks. Fasilitas yang tersedia di softwareNVivo memungkinkan juga untuk mengolah data-data kuantitatif. Itu sebabnya disebut sebagai softwaremixed method

Nvivo

SoftwareNVivo adalah perangkat yang diperuntukkan untuk mengolah data-data penelitian kualitatif, baik hasil wawancara, majalah online, berita onlinedan sebagainya (Tambun & Sitorus, 2023). Softwareini sangat penting untuk dikuasai para peneliti. Untuk menguasai softwareini perlu latihan yang intensif dengan pendekatan praktek langsung. Renny (2023)menyatakan bahwa kegiatan pelatihan adalah salah satu opsi yang direkomendasikan untuk meningkatkan kinerja. Jika ingin meningkatkan kinerja, maka strategi yang bisa ditempuh salah satunya adalah menyelenggarakan pelatihan (Faris, 2020). Pelatihan softwareNVivo telah terbukti mampu meningkatkan kemandirian para peneliti dalam proses pengolahan data penelitian kualitatif (Sitorus et al., 2023). Skill pengolahan data dengan menggunakan softwareNVivo dapat mempercepat proses penyelesaian penelitian (Dalkin et al., 2021). Hasilnya akan menjadi lebih efektif dari segi hasil dan lebih efisien dari segi waktu (Tambun, 2022).

Langah Dalam Analisis NVivo

Beberapa tahapan – tahapan yang dapat dilakukan dengan memanfatkan platform NVivo seperti :  Import Data: Data kualitatif dalam bentuk teks artikel media, audio, atau video diimpor ke dalam platform NVivo.  Koding Data: Data dikodekan berdasarkan tema, pola, atau kategori tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.  Eksplorasi dan Organisasi: Data dieksplorasi untuk mengidentifikasi pola-pola dan hubungan antar tema, serta diorganisasi dalam bentuk matriks atau diagram untuk mempermudah pemahaman.  Analisis Mendalam: Melalui fitur pencarian dan query, peneliti dapat melakukan analisis mendalam untuk mengidentifikasi hubungan dan pola-pola yang muncul dari data dengan koding yang sudah ditentukan.  Visualisasi Data: NVivo memungkinkan visualisasi data dalam bentuk diagram, grafik,, model konseptual, dan tabel nilai untuk memperjelas temuan analisis.  Penarikan Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis, peneliti dapat menarik kesimpulan yang relevan dengan tujuan penelitian.

NVivo

NVivo (QSR International, Citationn.d.a) adalah perangkat lunak yang dikembangkan oleh QSR International untuk analisis data kualitatif, seperti analisis konten dan analisis naratif. Perangkat lunak ini menyediakan ruang kerja bagi para peneliti untuk menyimpan, mengelola, mengajukan kueri, dan menganalisis data tidak terstruktur, termasuk teks, gambar, audio, video, dan jenis data lainnya. NVivo telah digunakan dalam banyak studi ilmu perpustakaan dan informasi, termasuk menggunakannya untuk menganalisis data wawancara (Wiley & Mischo, Citation2016), tugas siswa (Insua, Lantz, & Armstrong, Citation2018; Phillips & Zwicky, Citation2017), dan data survei (Gibbs, Boettcher, Hollingsworth, & Slania, Citation2012). NVivo memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan beberapa fungsi analisis kualitatif pada platform, termasuk menyortir dan memfilter data mentah, menemukan dan membangun hubungan di antara data, menetapkan dan mendefinisikan tema dan kategori untuk data, memvisualisasikan hasil analisis data, dan membuat laporan.

Pengkodean Dalam Nvivo

Tahap pertama analisis dalam penelitian kualitatif adalah pengkodean kumpulan data. Pengkodean pada dasarnya berarti memberi label dan membuat kategori untuk bagian atau “potongan” data dalam kumpulan data. Bagi pustakawan, proses ini akan mirip dengan membuat label judul subjek untuk bagian data yang dapat membantu bergerak maju atau memunculkan tema-tema yang muncul di tahap kedua analisis. Salah satu manfaat menggunakan NVivo 12 Pro adalah telah mengembangkan beberapa opsi bagi pengguna untuk mengurutkan, memberi label, dan mengatur data berkode secara hierarkis melalui node dan melalui alat klasifikasi dan pemetaan. Node adalah nama yang digunakan NVivo untuk kode, dan ada dua jenis node: node tematik dan node kasus. Alat klasifikasi memungkinkan pengguna untuk membuat kategori data yang berasal dari satu sumber atau beberapa kasus yang memiliki atribut dan nilai data dan memungkinkan pengguna untuk memetakan data tematik ke data kasus. Alat pemetaan mencakup templat dan representasi visual bagi pengguna untuk berinteraksi dengan dan mengisi dengan data dan hubungan yang dibangun antara potongan data. Alat pengodean, klasifikasi, dan pemetaan ini meningkatkan organisasi tambahan pada data sehingga peneliti dapat meminta data untuk menganalisisnya, menarik kesimpulan, dan memverifikasi temuan di semua unit analisis.

Pengodean tematik di NVivo mudah dilakukan dengan memilih bagian teks dari dokumen sumber, seperti transkrip wawancara atau dari gambar atau jenis dokumen sumber lainnya, lalu menandainya dengan simpul. Simpul dapat dibuat di tempat atau sebelumnya. Pengguna NVivo dapat membuat simpul sebanyak yang mereka rasa perlu dan bahkan mengode ganda bagian teks atau gambar sesuai keinginan mereka. Pengodean warna juga tersedia di NVivo untuk kode. Artinya, pengguna dapat menetapkan warna ke kode tertentu lalu dapat melihat warna yang dikodekan untuk mengidentifikasi celah atau tema dengan warna tersebut. Satu-satunya aspek yang membatasi dari alat ini adalah tidak banyak warna yang dapat dipilih, jadi jika banyak warna yang dibutuhkan, pengguna harus selektif dalam menggunakannya. Dalam alat simpul, peneliti dapat mengembangkan kode induk dan kode anak. Seseorang juga dapat membuat struktur folder di alat nodes untuk memiliki folder untuk pengodean awal dan folder lain untuk pengodean akhir guna mengatur proses pengodean dengan cara yang bermakna.

Alat lain untuk mengkategorikan dan mulai menganalisis data di NVivo meliputi Sentiments dan Relationship Types. Sentiments memungkinkan pengguna untuk menandai data yang mereka anggap positif atau negatif, dengan cara yang bermakna bagi pengguna atau peneliti. Alat Relationship Types memungkinkan pengguna untuk menunjukkan jika hubungan antara dua titik atau bagian data dikaitkan dengan cara yang berbeda. Pengguna dapat menentukan apakah hubungan tersebut bersifat asosiatif secara umum atau searah atau dua arah. Kemampuan untuk memberi kode warna, menerapkan hubungan dan sentimen, serta mengatur data yang bermakna berdasarkan kode, kasus, dan klasifikasi benar-benar menggambarkan mengapa NVivo bermanfaat. Alat ini memungkinkan pengguna untuk melihat data mereka baik dalam tampilan global maupun dalam tampilan yang sangat terperinci yang mungkin tidak dapat diakses dengan mudah oleh peneliti yang tidak menggunakan NVivo.

NVivo

Perangkat lunak NVivo adalah program yang dibuat oleh QSR International. Versi pertama NVivo (1.0) dirilis pada tahun 1997. Saat ini, versi NVivo terbaru yang tersedia disebut “NVivo” dan dirilis pada Maret 2020. Versi yang diulas di sini adalah NVivo 12 Pro, yang dibuat pada tahun 2018 dan masih digunakan dan didukung oleh QSR International. Persyaratan sistem untuk menggunakan NVivo 12 Pro pada Microsoft Windows termasuk menggunakan versi Windows 8.1 atau yang lebih tinggi dengan dukungan 64-bit. Dalam sistem operasi Apple Mac (macOS), NVivo hanya dapat bekerja di macOS 10.13 atau yang lebih tinggi. Untuk lisensi individual, QSR memungkinkan pengguna mengunduh perangkat lunak NVivo pada dua perangkat terpisah. Jika peneliti akan mengimpor data ke NVivo dari program perangkat lunak analisis data lainnya, seperti SPSS atau Microsoft Excel, QSR International menyarankan agar program tersebut diunduh pada perangkat yang sama tempat NVivo diunduh.

Nvivo

NVivo adalah program CAQDAS. Program CAQDAS membantu peneliti kualitatif untuk mengumpulkan, mengatur, menganalisis, memvisualisasikan, dan melaporkan data mereka. Namun, program CAQDAS tidak menggantikan kebutuhan peneliti manusia; program ini membantu peneliti dengan menawarkan alat dan fitur untuk mengatur dan menyusun data yang dikumpulkan. Program CAQDAS lainnya termasuk Atlas.ti (Scientific Software Development GmbH), Dedoose (SocioCultural Research Consultants/UCLA), dan QDA Miner (Provalis Research), di antara beberapa lainnya [2]. Sasaran semua program CAQDAS, termasuk NVivo, adalah peneliti kualitatif, peneliti metode campuran, dan mahasiswa yang mempelajari pengumpulan, analisis, tampilan, dan pelaporan data penelitian kualitatif dan metode campuran.

Keabsahan Data

Pengujian validitas dan reliabilitas atau pengujian keabsahan data
dalam penelitian kualitatif meliputi uji credibility (validitas internal),
transferability (validitas eksternal), dependability (reliabilitas) dan
confirmability (obyektifitas) (Sugiyono, 2015: 270).

  1. Cara pengujian kredibilitas dalam penelitian ini mengunakan cara
    triangulasi. Triangulasi diartikan sebagai pengecekan data dari
    berbagai sumber dengan berbabai cara dan berbagai waktu.
    Triangulasi sumber dengan mengecek data yang telah diperoleh
    melalui berbagai sumber (atasan, teman dan bawahan), triangulasi
    teknik dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama
    dengan teknik yang berbeda (wawancara, observasi dan
    dokumentasi, sedangkan triangulasi waktu dengan cara melakukan
    pengecekan data dalam waktu atau situasi yang berbeda.
  2. Pengujian Transferability dalam penelitian kualitatif adalah derajat
    keterpakaian hasil penelitian untuk diterakan di situasi yang baru
    (tempat lain) dengan orang-orang yang baru.
  3. Pengujian Dependability dilakukan dengan melakukan audit
    terhadap keseluruhan proses penelitian. Caranya dilakukan oleh
    auditor yang independen, atau pembimbing untuk mengaudit
    keseluruhan aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian.
  4. Pengujian Konfirmability Penelitian dikatakan obyekif jika hasil
    penelitian telah disepakati banyak orang. Uji ini mirip dengan uji
    dependability sehingga bisa dilakukan secara bersamaan

NVivo

NVivo adalah sofware
analisa data kualitatif yang dikembangkan oleh Qualitative Solution and
Research (QSR) international. QSR sendiri adalah perusahaan pertama
yang mengembangkan software analisa data kualitatif. Nvivo berawal
dari kemunculan software NUD*IST (Nonnumeric Unstructured Data,
Index Searching, and theorizing) pada tahun 1981. Dalam penelitian ini,
peneliti memilih menggunakan NVivo 11 plus dalam analisa data.
Peneliti akan mengidentifikasi pola yang ada untuk bisa
menemukan jawaban dari rumusan masalah dengan melalui 3 tahapan
coding, yaitu open coding, axial coding, dan selective coding.

  1. Open Coding
    Open Coding adalah memberikan tanda (dengan garis, bawah,
    lingkaran atau penanda yang lain) pada kata-kata atau farsa yang
    dianggap mewakili suatu konsep penting dalam suatu gugus data.
    Koing terbuka ini merupakan proses rekapitulasi dan
    konseptualisasi data. Tahapan ini dimulai ketika peneliti
    memperoleh data dan nengujinya. Msaing-masing data diberi label.
    Gagasan yang sama diberi label yang sama.
  2. Axial Coding
    Axial Coding adalah langkah selanjutnya, yakni menetapkan
    beberapa tema / kategori yang mewadahi beberapa kode yang sudah
    dibuat dalam Open Coding.
  3. Selective Coding
    Selective Coding adalah pemilihan kategori inti yang
    menghubungkannya dengan kategori lain. Dalam koding selektif,
    seorang peneliti dapat menemukan intisari riset dan menggabungkan
    semua unsur dari teori yang muncul. Termasuk dalam kategori inti
    adalah gagasan-gagasan yang paling signifikan bagi informan.
  4. Matrix Coding Query
    Matrix Coding Query adalah proses sub yang ada ditahap
    analisa query di mana membantu peneliti dalam menjelajahi data
    dengan pendekatan yang fleksibel untuk memahami apa yang terjadi
    dalam data dengan perspektif yang lebih terfokus. Matrix coding
    Query digunakan oleh peneliti untuk menemukan pola-pola data
    tertentu dengan menemukan kombinasi simpul dan atribut dengan
    menampilkan hasilnya dalam sebuah tabel. Dalam tahap ini peneliti
    membuat membuat matrix coding Query untuk menemukan polapola tertentu.
  5. Word frecuency Query
    Word frequency Query adalah proses analisa data yang
    terdapat pada proses query. Proses analisa data Word Frequency
    Query digunakan untuk mengetahui kata atau konsep yang sering
    diucapkan dalam wawancara dengan narasumber. Dalam tahap ini
    peneliti menggunakan analisa ini untuk menjadikan pengingat oleh
    peneliti agar tidak ada isu penting yang terlewatkan dalam proses
    analisa dan pelaporan.
  6. Project Map
    Project Map data adalah tahap terakhir dari proses analisa data
    menggunakan NVivo. Proses ini adalah proses sub yang ada di
    Map. Map adalah alat visualisasi yang digunakan untuk
    mengekplorasi gagasan dan menampilakan koneksi antara data satu
    dengan yang lain. Sedangkan Project map adalah representasi grafis
    dari berbagai item yang telah dibuat dalam peelitian. Dalam tahap
    ini peneliti membuat peta analisa dari coding, case, dan data sumber
    terkait untuk menampilkan alur proses data dan hubungan tiap data
    yang telah dilakukan peneliti dari proses awal hingga akhir.
  7. Framework Matrices
    Framework matrices adalah proses analisa yang digunakan
    untuk membantu meringkas bahan sumber data penelitian. Proses
    analisa data ini digunakan untuk menjelaskan kerangka kerja yang
    dilakukan oleh peneliti dalam menggunakan analisa data NVivo.
    Dalam proses ini peneliti membuat representatif yang menjelaskan
    dari mana peneliti bisa menjawab setiap rumusan masalah yan ada
    dengan sumber data dari narasumber dan dokumen pendukung

NVivo

Analisis data yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini yaitu
menggunakan bantuan dari aplikasi software Nvivo 12 Pro. Penggunaan
aplikasi ini sangat membantu peneliti dalam menganalisis data-data yang
telah peneliti dapatkan melalui wawancara narasumber pada penelitian ini.
Penggunaan aplikasi Nvivo dapat memudahkan pengerjaan penelitian karena
didalamnya kita dapat dibantu dalam mengorganisasikan data, mengolah data,
menganalisis data, dan terakhir membuat pelaporan, hal ini karena seperti
yang kita ketahui bahwa data pada penelitian kualitatif cendurung banyak dan
berantakan atau tidak terstruktur. Fitur-fitur yang disediakan oleh aplikasi
Nvivo sangat banyak sekali, namun dalam menganalisis data hal yang paling
utama harus kita lakukan adalah dengan melakukan empat langkah yaitu
impor data, organisasi data, visualisasi data, dan yang terakhir mengekstrak
data.

NVivo

Analisis data ini dilakukan dengan bantuan software QSR NVivo 11. Bandur
(2016) menyatakan bahwa data penelitian kualitatif sangat kaya berasal dari berbagai
macam sumber dengan teknik pengumpulan data yang bervariasi yang dapat
dianalisis dalam software QSR NVivo 11. Untuk tujuan efisiensi dan efektivitas
penelitian peneliti disarankan untuk menggunakan digital recorder sehingga
langsung dapat dianalisis dengan software QSR NVivo 11, alat penelitian lain yang
disarankan adalah kamera digital atau video recorder (Bandur, 2016). Sumber data
yang dianalisis adalah sumber data penelitian internal (Internals), sumber data
peneltian eksternal (Eksternal), catatan-catatan peneliti selama penelitian (Memos)
dan kerangka matriks (framework matrices)

Nvivo

Alat bantu yang digunakan untuk menganalisis data kualitatif pada penulisan
ini yaitu menggunakan software NVivo 11 Plus. Nvivo pada mulanya dikembangkan
pada tahun 1981 oleh programer Tom Richards dengan nama Non-Numerical
Unstructured Data Indexing Searching and Theorizing (NUDIST). Sejak tahun 2002,
NUDIST diganti dengan Nvivo. “N adalah singkatan dari NUDIST dan Vivo diambil
dari in-vivoெ yang berarti melakukan koding berdasarkan data yang hidup (nyata)
dialami partisipan di lapangan. Penamaan Nvivo menunjukkan fungsi utama software
untuk melakukan koding data dengan efektif dan efisien. NVivo adalah sofware
analisa data kualitatif yang dikembangkan oleh Qualitative Solution and Research
(QSR) international. QSR sendiri adalah perusahaan pertama yang mengembangkan
software analisa data kualitatif. Nvivo berawal dari kemunculan software NUD*IST
(Nonnumeric Unstructured Data, Index Searching, and theorizing) pada tahun 1981
(Bazeley dan Jackson, 2007). Dalam penulisan ini, penulis memilih menggunakan
NVivo 11 plus dalam analisa data. Dengan demikian, kunci untuk mendapatkan
presentasi data dalam bentuk tabel, grafik, diagram, dan model bagi penulis kualitatif
yang menggunakan Nvivo ialah bagaimana melakukan koding terhadap sumber data
penulisan.
Pada Nvivo sumber data yang dianalisis dapat dibagi menjadi empat yaitu
pertama sumber data penulisan internal (internals), kedua sumber data penulisan
eksternal (eksternal), ketiga catatan-catatan penulisan selama pengumpulan data
(memos) dan terakhir keempat yaitu kerangka matriks (framework matrices). Internal
sources dalam konteks ini adalah semua sumber data penulisan kualitatif yang dapat
dimasukkan dalam Nvivo, misalnya rekaman, wawancara, transkrip wawancara,
catatan selama melakukan penulisan, foto, tabel data survei, isi website tertentu, data
bases dan video. External sources merupakan materi penulisan yang tidak dapat
dimasukkan secara langsung dalam Nvivo, misalnya buku referensi dari perpustakaan
atau jurnal versi cetak. Memos adalah sumber data penulisan berupa catatan penulis
selama melakukan penulisan. Framework matrices merupakan ringkasan hasil
observasi terhadap partisipan tertentu dan tema dalam proyek yang sudah dibuat
dalam tabel matriks (Bandur, 2016)
Selain itu, NVivo juga memastikan pengkodean yang mudah, efektif dan
efisien yang membuat pengambilan menjadi lebih mudah (Zamawe, 2015). Sehingga
dalam NVivo, semua sumber disimpan bersama di bawah satu atap, meskipun file
terletak di tempat yang berbeda dalam proyek yang sama, tautan yang dibuat
memudahkan pengambilan sementara dalam pengkodean manual. Pada NVivo
menurut (Neill, 2013) terdapat beberapa manfaat, seperti dapat membuat auditable
footprint, lebih eksplisit dan reflektif, serta meningkatkan transparansi

Data Kualitatif

(Irwanto, 2005) Data kualitatif mempunyai bentuk yang jelas, yaitu berupa: ’bahasa’ dan ’teks’. Walaupun demikian tidak dapat dipungkiri ada bentuk-bentuk ungkapan budaya dalam bentuk lainnya, seperti: gambar, simbol, dan praktek-praktek sosial. Data kualitatif tidak dapat direduksi menjadi angka-angka. Bahkan teks seringkali harus dimengerti darikeadaan-keadaan yang merupakan konteks dari data yang digambarkan tersebut. Penelitian kualitatif dikategorikan sebagai penelitian deduktif dan bersifat eksploratif–yaitu penelitian yang sedang mencari-cari, sehingga tidak bisa digunakan kaidah-kaidah statistik sebagai tolok

Model

Model dapat digunakan untuk menampilkan, mengeksplorasi, dan menjelaskan data proyek. Menciptakan sebuah model adalah untuk menunjukkan hubungan antara berbagai item dalam sebuah proyek, misalnya: menggunakannya untuk mendemonstrasikan teori yang sedang dibangun, isu permasalahan dalam sebuah kerja tim, atau bagaimana mendukung data dengan dugaan/hipotesa awal. Model yang diperoleh merupakan visualisasi dari konsep-konsep yang hubungannya dicari dan akan makin jelas setelah dianalisis

Nvivo

NVivo merupakan software analisis data kualitatif
yang dikembangkan oleh Qualitative Solution and
Research (QSR) international. QSR sendiri adalah
perusahaan pertama yang mengembangkan
software analisis data kualitatif. NVivo bermula
dari kemunculan software NUDIST (Nonnumeric Unstructured Data, Index Searching, and Theorizing) pada tahun 1981 (Bazeley, 2007). NUDIST awalnya diciptakan oleh seorang
programer bernama Tom Richards untuk membantu istrinya, Lyn Richards, yang berprofesi
sebagai sosiolog. Dalam tulisan ini, NVivo yang
dipakai adalah NVivo versi 8 yang dirilis pada
bulan Maret 2008

Fungsi N Vivo

Fungsi NVivo dalam penelitian kualitatif mencakup:

  • Manajemen data komprehensif: NVivo bisa mengimpor dan mengelola berbagai jenis data kualitatif seperti teks, video, audio, dan gambar dari berbagai sumber, seperti wawancara, grup diskusi, survei, dan media sosial.
  • Coding dan analisis tematik: aplikasi ini mendukung proses coding data, di mana analyst dapat menandai dan mengkategorikan data berdasarkan tema, konsep, atau istilah kunci. Hal ini membantu dalam identifikasi dan analisis pola dalam data.
  • Query dan pencarian lanjutan: NVivo dilengkapi dengan fitur query yang untuk melakukan pencarian lanjutan, serta filter data untuk menemukan informasi spesifik secara cepat dan akurat.
  • Visualisasi data: aplikasi ini menawarkan berbagai pilihan untuk visualisasi data seperti peta konsep, flow diagram, dan grafik, yang membantu memahami hubungan antar data dan menyajikan temuan penelitian secara lebih efektif.
  • Kolaborasi tim: NVivo mendukung kerja kolaboratif, memudahkan untuk bekerja pada projek yang sama dan berbagi data serta analisis secara real-time. Ini berguna dalam projek penelitian berskala besar atau multidisiplin.
  • Integrasi dengan tools lain: NVivo dapat terintegrasi dengan software statistik dan analisis data lainnya, memudahkan untuk menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif guna mendapatkan informasi yang lebih komprehensif

Nvivo

NVivo adalah software analisis data untuk menggali lebih dalam informasi dari data yang tidak terstruktur seperti wawancara, survei, media sosial, dan artikel. 

Software ini membantu mengorganisasi, menganalisis, dan menemukan insight tersembunyi dalam big data

Dengan NVivo, analyst dapat melakukan coding pada data, membangun koneksi antar data, dan menghasilkan visualisasi yang membantu memahami narasi atau pola yang muncul dari data. Fungsionalitas ini penting terutama dalam riset sosial, di mana banyak data berbentuk teks, video, audio, dan gambar.

Selain meningkatkan efisiensi dalam pengolahan data, NVivo juga meningkatkan kualitas analisis penelitian dengan menyediakan insight berbasis bukti serta data yang akurat.

Data Kualitatif

Metode penelitian kualitatif mulai dikenal pada tahun 1960 dimana pada saat itu penelitian sosial humaniora hingga peneliti yang merasa data mereka kurang utuh jika hanya menggunakan teknik pengumpulan dan analisis kualitatif. Jika sesuai dengan fokus kajian penelitian kualitatif mengkaji peristiwa, fenomena, atau pengalaman manusia untuk menjawab pertanyaan mengapa sesuatu terjadi, bagaimana terjadinya, dan apa penyebabnya (Bogdan & Biklen, 2007). Sehingga data yang diperoleh berdasarkan adanya peristiwa, fenomena, atau experience yang sudah ada dan terjadi dalam kurun waktu yang lama, diperhatikan terus menerus, pencacatan mandiri oleh peneliti, wawancara mendalam dengan narasumber ahli, kemudian didukung oleh dokumen sekunder. Nah dari sini kita tahu bahwa untuk menentukan responden saja, peneliti harus melakukan penelitian terdahulu lalu memilih responden dengan teknik purposif atau memilih siapa yang diangap paling mengetahui objek/kajian penelitian.

Tinjauan Pustaka

Tinjauan  pustaka  dan penulisan literatur  menjadi  dasar  dari  setiap  penelitian  dan penulisan  akademis,  dan  hal  itu  merupakan  tahapanpenting dansangat  diperlukan untuk  setiap  pekerjaan  penelitian  akademik.  Namun,  proses  penulisan  sebuah  tinjauan pustaka  yang  sistematis  telah  menjadi  permasalahan  kompleks,  dan  membosankan, terutama    bagi    para    peneliti    pemula    dan    mahasiswa    yang    belum    atau    tidak berpengalaman.  Kesulitan  dalam  memahami,  mengkaji,  dan  menulis  literatur  terutama berasal   dari   kegagalan   sejak   awal   untuk   secara   jelas   mengidentifikasi   apa   yang diinginkan  oleh  pengulas  dan  bagaimana  cara  mencarinya  dengan  cara  yang  sistematis dan komprehensif.  Meninjau  dan  menulis  literatur  akademik  adalah  tugas  yang  sangat besar,  untuk  itu  seorang  peneliti  harus  fokus  pada  tujuan  spesifik  serta  penyediaan referensi yang memadai dan relevan. Dengan pemahaman yang tepat, penulisan sebuah literatur  reviewdapat  dikuasai  dan  dilakukan  dengan  mudah.

Tinjauan  literatur

Tinjauan  literatur  adalah  fitur  umum  dari  semua  produk  penelitian,  terlepas  dari disiplin  atau  subjeknya.  Sebuah  tinjauan  literatur  menjadi  dasar  untuk  semua  jenis penelitian  atau  pekerjaan  yang  dipelajari.  Namun,  terkadang  proses  tinjauan  tersebut biasanya  diabaikan  sebagai  bentuk  analisis  kualitatif.  Proses  yang  dilakukan  dalam membangun  argumen  dari  sebuah  literatur  mirip  dengan  proses  yang  terlibat  dalam menganalisis  data  kualitatif.  Proses  tersebut  meliputi:  membaca  dan  merefleksikan, berinteraksi  dengan  literatur/data  dan  mengomentarinya,  mengidentifikasi  tema  kunci dan  melakukan  pengkodean;  mengekstrak  dari  kutipan  untuk  digunakan  saat  menulis; menghubungkan ide-ide serupa dari berbagai artikel, mengidentifikasi kontradiksi dalam argumen,   membandingkan   perbedaan   dalam   artikel,   membangun   argumen/analisis sendiri dengan tautan ke bukti pendukung dalam data/literatur (Pautasso, 2013).Para peneliti telah mengembangkan berbagai strategi untuk menangani jumlah bahan yang dihasilkan oleh tinjauan literatur. Di masa lalu, sistem indeks digunakan sebagai alat tetapi  dalam  beberapa  tahun  terakhir,  perangkat  lunak  bibliografi  telah  muncul  sebagai alat  yang  disukai  untuk  mengatur  dan  membuat  sebuah literatur  review.  Paket  seperti EndNote, Reference  manager, Mendeley,dll.  Penggunaan  alat  dalam  dalam  mengolah sebuah    referensi    tentunya    sangatlah    membantu.    Hal    ini    memungkinkan    untuk mengunduh abstrak dalam beberapa atau seluruh artikel untuk dimasukkan dalam basis data   bibliografi.   Perangkat   lunak   tersebut   menawarkan   cara   yang   fleksibel   untuk mencari  dan  mengurutkan  referensi(Machi&  McEvoy,  2008).  Mereka  memiliki  tautan langsung dengan paket pengolah kata, membuatnya mudah untuk memasukkan kutipan yang   benar  pada  suatu  titik  dalam  teks.  Mereka  juga  memiliki  kemampuan  untuk menghasilkan  bibliografi  dalam  gaya  yang  sesuai   untuk  berbagai  jurnal.  Selain  itu, dimungkinkan pula untuk berkomentar dan merenungkan sebuah artikel, mengkodekannya  dengan  kata-kata  kunci  tertentu  dll.  Namun,  paket-paket  ini  tidak dirancang  untuk  analisis  data,  sehingga  proses  ini  dapat  dilakukan  hanya  dengan  cara yang  terbatas.  Paket  analisis  perangkat  lunak  khusus  diperlukan  untuk  mendukung proses analisis yang terlibat dalam tinjauan literatur.Paket  perangkat  lunak  seperti Atlas.ti,  N4 Classic,  N5, NVivo, WinMaxdll.  Dapat digunakan   untuk   mendukung   proses   analisis   yang   terlibat   dalam   tinjauan   literatur (Edwards-Jones,   2014).   Mereka   tidak   mengganti   perangkat   lunak   bibliografi   yang disebutkan  di  atas,  karena  mereka  tidak  memiliki  alat  bibliografi  yang  dimiliki  paket-paket  tersebut.  Tetapi  alat  analitis  mereka  dapat  digunakan  sebagai  tambahan  alat

Analisis NVivo

Visualisasi Hierarki ChartPemetaan Hierarki Chart menggunakan alat bantu Nvivo 14 mempunyai fungsi untuk melihat dan menggambarkan secara menyeluruh analisis SWOT berdasarkan sumber berita yang telah ditentukan dapat melalui diagram ataupun tabel (Nurul Izza & Mi’raj, 2023)

Visualisasi Word Cloud Pemetaan comparison topik media mempunyai fungsi untuk melihat dan menggambarkan perbandingan hubungan antara beberapa medua dengan topik yang telah ditentukan (Izza & Rusydiana, 2023)

Visualisasi World Frequency Results Word Frequency Results berguna untuk memetakan kata-kata yang sering muncul dan dibahas pada media (Plard & Martineau, 2021).Gambar 6. World Frequency Results

Visualisasi Correlation World Frequency Results Correlation World Frequency Results mempunyai fungsi yaitu untuk menggambarkan hubungan secara menyeluruh atara satu topik dengan topik lainnya (Allsop et al., 2022)

Nvivo

Pendekatan kualitatif dengan alat bantu software NVivo merupakan perangkat lunak analisis data kualitatif yang digunakan dalam penelitian. NVivo membantu peneliti dalam menyimpan, mengatur, dan mengeksplorasi data dengan mudah, serta mengurangi risiko kerusakan data mentah. NVivo memungkinkan pengguna untuk menyimpan teks, gambar, audio, dan video secara langsung di dalam proyek, serta mengakses data multimedia tersebut langsung dari dalam platform NVivo. Melalui tangkapan artikel berita yang ada dapat melihat dan memetakan informasi dari sebuah narasi.Beberapa tahapan – tahapan yang dapat dilakukan dengan memanfatkan platform NVivo seperti :•Import Data: Data kualitatif dalam bentuk teks artikel media, audio, atau video diimpor ke dalam platform NVivo.•Koding Data: Data dikodekan berdasarkan tema, pola, atau kategori tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.•Eksplorasi dan Organisasi: Data dieksplorasi untuk mengidentifikasi pola-pola dan hubungan antar tema, serta diorganisasi dalam bentuk matriks atau diagram untuk mempermudah pemahaman.•Analisis Mendalam: Melalui fitur pencarian dan query, peneliti dapat melakukan analisis mendalam untuk mengidentifikasi hubungan dan pola-pola yang muncul dari data dengan koding yang sudah ditentukan.isualisasi Data: NVivo memungkinkan visualisasi data dalam bentuk diagram, grafik,, model konseptual, dan tabel nilai untuk memperjelas temuan analisis.Penarikan Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis, peneliti dapat menarik kesimpulan yang relevan dengan tujuan penelitian. Pemetaan NVivo menjadi alat ukur baru untuk melihat dan mengambarkan hasil temuan berdasarkan narasi artikel media yang sering dibahas (Soehardi et al., 2021

Whistleblowing


Hoffman and Robert (2008) whistleblowing didefinisikan sebagai suatu
pengungkapan oleh karyawan mengenai suatu informasi yang diyakini
mengandung pelanggaran hukum, peraturan, pedoman praktis atau pernyataan
professional, atau berkaitan dengan kesalahan prosedur, korupsi, penyalahgunaan
wewenang, atau membahayakan publik dan keselamatan tempat kerja.
Whistleblowing merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok
untuk membocorkan kecurangan yang terjadi baik oleh instansi maupun individu.
Whistleblowing dapat digambarkan sebagai suatu proses yang melibatkan faktor
pribadi dan faktor sosial organisasional.
Whistleblowing akan muncul saat terjadi konflik antara loyalitas
karyawan dan perlindungan kepentingan public. Elias (2008) menambahkan
bahwa whistleblowing dapat terjadi dari dalam (internal) maupun luar (eksternal).
Internal whistleblowing terjadi ketika seorang karyawan mengetahui
kecurangan yang dilakukan karyawan lainnya kemudian melaporkan kecurangan
tersebut kepada atasannya. Sedangkan eksternal whistleblowing terjadi ketika
seorang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan perusahaan lalu
memberitahukannya kepada masyarakat karena kecurangan itu akan merugikan
masyarakat.
De George (1986) dalam Hoffman and Robert (2008) menetapkan tiga
kriteria atas whistleblowing yang adil. Pertama organisasi yang dapat
menyebabkan bahaya kepada para pekerjanya atau kepada kepentingan publik
yang luas. Kedua, kesalahan harus dilaporkan pertama kali kepada pihak internal
yang memiliki kekuasaan lebih tinggi, dan ketiga, apabila penyimpangan telah
dilaporkan kepada pihak internal yang berwenang namun tidak mendapat hasil,
dan bahkan penyimpangan terus berjalan, maka pelaporan penyimpangan kepada
pihak eksternal dapat disebut sebagai tindakan kewarganegaraan yang baik.
Lewis (2005) mengatakan bahwa whistleblowing dapat dipandang
sebagai bagian dari strategi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas. Dari
pandangan pemberi kerja, pekerja yang pertama kali melapor kepada menajernya
atas pelanggaran yang terjadi dapat member kesempatan perusahaan untuk
memperbaiki masalah tersebut sebelum berkembang semakin rumit.
Whistleblowers seharusnya memiliki kinerja yang baik, beredukasi tinggi,
berkedudukan sebagai pengawas, dan moral reasoning yang lebih tinggi
dibandingkan seorang pengawas fraud yang tidak aktif (Elias, 2008). Namun
pengungkapan pelanggaran pada umumnya menimbulkan konskuensi yang tidak
diinginkan oleh pengungkap pelanggaran tersebut, seperti kehilangan pekerjaan,
ancaman balas dendam, dan isolasi dalam bekerja.
15
Malik (2010) menggunakan dua aspek dari whistleblowing yaitu tentang
pandangan mengenai persepsi whistleblowing dan whistleblowing intention.
Robbins (2003: 97) mendeskripsikan persepsi sebagai sebuah proses yang
ditempuh oleh seorang individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkan kesankesan
yang ditangkap oleh indera sehingga memberikan makna bagi lingkungan
mereka, sehingga persepsi whistleblowing diartikan sebagai sebuah proses untuk
menentukan apakah whistleblowing akan memberikan dampak yang baik atau
buruk bagi individu itu sendiri maupun lingkungan.
Persepsi whistleblowing dapat diukur dengan tingkat keseriusan tindakan
dinilai dengan mempertimbangkan besarnya pelanggaran sosial yang dilakukan
pada masing-masing kasus. Tingkat tanggung jawab untuk melaporkan
pelanggaran dinilai dengan mempertimbangkan apakah pelaporan tindakan yang
diragukan tersebut merupakan suatu tugas karyawan sebagai bagian dari
perusahaan ataukah justru kewajiban pribadi (Malik, 2010).
Malik (2010) menjelaskan bahwa whistleblowing intention merupakan
keinginan untuk melakukan whistleblowing merupakan salah satu bentuk dari
keseriusan dalam suatu situasi, tanggung jawab untuk melaporkan pelanggaran
dan dampak negatif yang akan diterima sebagai akibat pelaporan tersebut.
Keinginan untuk melaporkan suatu pelanggaran dinilai dengan mengasumsikan
responden sebagai karyawan yang menyadari adanya tindakan-tindakan yang
mencurigakan dalam kasus-kasus tersebut.

Analisis Data Kualitatif

Dalam analisis data kualitatif, terdapat tiga tahapan kegiatan yang perlu dilakukan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.[1] Dengan dasar pandangan tersebut, maka analisis data yang akan dijalankan akan mengikuti urutan langkah-langkah berikut:

  1. Reduksi Data

Tahap reduksi data dalam analisis data kualitatif merupakan proses merangkum dan memilih hal-hal pokok dari data yang telah dikumpulkan. Selain itu, tahap ini juga melibatkan fokus pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola, dan membuang informasi yang dianggap tidak relevan atau tidak perlu. Tujuan dari tahap reduksi data ini adalah untuk memberikan gambaran yang jelas dan memudahkan peneliti dalam melakukan pengumpulan data selanjutnya, serta membantu dalam mengidentifikasi tema-tema utama yang akan dijadikan landasan dalam tahap analisis selanjutnya.

  • Penyajian Data

Tahap penyajian data dalam analisis data kualitatif meliputi proses pengklarifikasiakan dan identifikasi data, yang mencakup menuliskan kumpulan data yang telah diorganisir dan dikategorikan berdasarkan indikator yang relevan. Dalam tahap ini, peneliti juga dapat menggunakan tabel, grafik, atau diagram lainnya untuk memvisualisasikan data secara lebih jelas. Tujuan dari tahap penyajian data ini adalah untuk memudahkan peneliti dalam memahami data yang telah dihasilkan dan mempermudah proses analisis data selanjutnya.

  • Menarik Kesimpulan

Tahap penarikan kesimpulan dalam analisis data kualitatif merupakan kegiatan yang melibatkan pemberian makna dan memberikan penjelasan terhadap hasil penyajian data yang telah diperoleh dari analisis data. Tahap ini melibatkan identifikasi temuan, mengintegrasikan data, dan menyusun temuan menjadi sebuah kesimpulan atau hasil akhir dari penelitian. Proses penarikan kesimpulan ini harus didukung oleh argumentasi yang kuat dan didasarkan pada hasil analisis data yang telah dilakukan sebelumnya. Tujuan dari tahap ini adalah untuk menghasilkan pemahaman yang lebih dalam tentang topik yang diteliti dan memberikan sumbangan terhadap pemahaman kita tentang dunia yang kita tinggali.


Systematic Literature Review

SLR dapat memberikan penulis gambaran umum tentang domain penelitian dalam satu makalah (Rosado-Serrano et al., 2018; Keupp & Gassmann, 2009; Paul et al., 2017). Metode ini dianggap sebagai metode ilmiah dan sangat informatif untuk mengumpulkan, meninjau, dan mensintesis temuan penelitian secara sistematis tentang topik tertentu (Paul et al., 2021) untuk menentukan apa yang diketahui –dan apa yang tidak diketahui—di domain tersebut (Card, 2015). SLR memungkinkan pembaca untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang literatur dan juga membantu mereka mengidentifikasi kesenjangan penelitian di bidang tersebut (Paul & Criado, 2020). Dengan cara ini, SLR dapat dilihat sebagai platform untuk kemajuan pengetahuan (Palmatier et al., 2018). Berbeda dengan SLR tradisional, meta-analisis mengambil pendekatan objektif untuk mensintesiskan studi secara kuantitatif dalam domain penelitian, sedangkan SLR tradisional bersifat kualitatif dan subjektif (Card, 2015). Meta-analisis statistik menilai ketahanan temuan dalam suatu area dan mengidentifikasi serta menyelesaikan temuan yang bertentangan dalam penelitian sebelumnya untuk memberikan kejelasan lebih lanjut tentang topik tersebut bagi para akademisi dan praktisi (Grewal et al., 2018). Keuntungan meta-analisis, dibandingkan dengan studi tunggal dengan ukuran sampel kecil, adalah kekuatannya yang lebih tinggi (yaitu, ukuran sampel gabungan dari studi individual) (Cooper, 2015), yang memungkinkan meta-analis mengkarakterisasi hubungan antara variabel dalam suatu domain secara lebih meyakinkan, dan variabel yang memoderasi hubungan ini (Littell et al., 2008). Meskipun metaanalisis diperkenalkan pada tahun 1970-an sebagai metode untuk mensintesis penelitian sebelumnya, penerimaannya sebagai alat untuk memajukan pengembangan pengetahuan di kalangan peneliti di bidang bisnis dan manajemen relatif baru (Aguinis, Dalton, dkk., 2011).

Metaanalisis mengikuti prosedur yang sangat teknis dan canggih untuk mengumpulkan, menggabungkan, dan menganalisis penelitian empiris (Siddaway dkk., 2019). Pendekatan yang ketat ini menjamin validitas dan keandalan metode, sementara pada saat yang sama mengaburkan teknik bagi para peneliti dan praktisi yang dapat memperoleh manfaat dari melakukan metaanalisis. Mengingat hal ini, tujuan utama naskah ini adalah untuk merinci praktik dan kemajuan terkini dalam penelitian metaanalisis dan untuk membandingkan teknik tersebut dengan SLR tradisional. Kami menghindari jargon teknis untuk meningkatkan aksesibilitas penelitian kami di kalangan pembaca yang tidak memiliki pengetahuan statistik tingkat lanjut. Selain itu, alih-alih berfokus secara eksklusif pada pengumpulan dan analisis data, kami membahas seluruh proses metaanalisis termasuk definisi pertanyaan, pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil. Terakhir, kami akan memperkenalkan kemajuan terkini dalam teknik meta-analitik untuk menunjukkan perkembangan yang sedang berlangsung.

Model-Model Statistik Meta-Analisis


Pengolahan data dengan analisis statistik merupakan salah satu kunci dari
meta-analisis. Terdapat dua kategori model-model statistik dalam meta-analisis,
yaitu model statistik yang hanya m encakup studi efek dan model statistik yang
mencakup studi efek yang disertai tambahan informasi dan analisis. Sejalan
dengan penelitian yang dilakukan oleh (Styfanda, 2015), menjelaskan bahwa studi
efek terbagi atas dua model yaitu fixed effect models (fem) adalah pendugaan
parameter regresi panel dengan menggunakan teknik penambahan variabel dummy
sehingga metode ini sering kali disebut dengan least square dummy model
sedangkan random effect models (rem) adalah pendugaan parameternya dilakukan
menggunakan generalized least square Jika matriks Ω diketahui. Disamping itu
dalam penelitian Manapiah pada tahun (2019) menjelaskan bahwa studi efek yang
disertai dengan infrmasi dan analisis tambahan yaitu dengan menilai quality effect
model. Quallity effect model yaitu suatu perhitungan statistik untuk melakukan
penyesuaian terhadap keanekaragaman antar studi yang dilakukan pengolahan
pada meta analisis dengan pertimbangan varians dan kualitas studi-studi tersebut
(Manapiah, 2019)

Instrumen penelitian

Arikunto (2019) mengemukakan bahwa Instrumen penelitian ialah alat atau fasilitas yang di pakai oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya menjadi lebih mudah dan hasilnya menjadi lebih baik lebih cermat lebih lengkap dan sistematis sehingga mudah untuk diolah. Instrumen penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa angket atau kuisioner Sedangkan  Sugiyono (2019) menyatakan bahwa “Instrumen penelitian adalah suatu alat pengumpul data yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati”.  Dengan demikian, penggunaan instrumen penelitian ialah untuk mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah, fenomena alam maupun sosial.  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menghasilkan data yang akurat yaitu dengan menggunakan skala.  

Loyalitas Pelanggan (skripsi, tesis, disertasi)

Loyalitas pelanggan sangat penting artinya bagi perusahaan yang ingin
menjaga kelangsungan hidup maupun keberhasilan usahanya (Samsudin, 2018).
Menurut Samsudin (2018) Pelanggan adalah seseorang yang menjadi terbiasa
untuk membeli dari produsen atau penyedia jasa layanan. Kebiasaan itu terbentuk
melalui pembelian dan interaksi yang sering selama periode waktu tertentu. Tanpa
adanya sejarah perjalanan hubungan yang kuat dan pembelian berulang,
konsumen tersebut bukanlah pelanggan, atau lebih mudah disebut pembeli.
Pelanggan sejati tumbuh seiring dengan waktu. Loyalitas pelanggan sangat
diperlukan di dalam keberlangsungan suatu perusahaan, dimana citra,
kepercayaan, reputasi perusahaan yang baik merupakan faktor penting dalam
terciptanya loyalitas pelanggan. Pelanggan disebut sebagai aset perusahaan, yakni
pihak yang membiayai perusahaan. Loyalitas dari pelanggan terhadap
perusahaannya mutlak dipertahankan demi terciptanya hubungan yang saling
menguntungkan di antara kedua belah pihak. Sehingga perusahaan harus selalu
fokus kepada pelanggan, untuk memenuhi harapan, keinginan dan kebutuhan serta
menghargai mereka sehingga dapat menjalin hubungan sampai ke tingkat
emosional di antara pelanggan dengan perusahaan.
Menurut Al dan Yuniati (2016) Loyalitas pelanggan merupakan salah satu
kunci keberhasilan eksistensi perusahaan. Banyaknya pelanggan yang loyal
terhadap perusahaan tentu akan berimbas dan berkontribusi positif terhadap
keberlangsungan dan kemajuan perusahaan. Loyalitas pelanggan sering diartikan
dengan perilaku konsumen yang sering melakukan pembelian berulang, padahal
kontribusi dari pelanggan yang loyal tidak hanya sebatas itu, tetapi bisa lebih luas
cakupannya dan kadang bisa lebih berkontribusi, yaitu kesetiaan pelanggan
terhadap merek dan rekomendasi yang diberikan pelanggan kepada orang lain
yang nantinya bisa menjadi pelanggan potensial perusahaan ( Al & Yuniati, 2016).
Menurut Kotler dan Keller (2008) membangun loyalitas dengan menciptakan
hubungan yang kuat dan erat dengan pelanggan adalah mimpi semua pemasar dan
hal ini menjadi kunci keberhasilan pemasaran jangka panjang.
Beberapa uraian di atas dapat disimpulkan loyalitas pelanggan merupakan
kesetiaan seseorang atas suatu produk, baik barang maupun jasa dimana
pembelian tersebut selang selama periode tertentu dengan secara teratur dan
adanya sikap yang baik untu merekomondasikan produk tersebut ke orang lain.

Metode penelitian Kualitatif (skripsi, tesis, disertasi)

Metode penelitian kualitatif disebut metode baru, karena popularitasnya baru-baru ini, itu disebut metode postpositivistik karena didasarkan pada filosofi pospositivistisme. Metode ini juga disebut sebagai metode artistik, karena proses penelitian lebih artistik (kurang berpola), dan disebut metode interpretatif karena hasil penelitian lebih mementingkan interpretasi data yang ditemukan di lapangan. Pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan bola salju, teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif / kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna generalisasi (Sugiono, 2015[3]).

Metode penelitian Kuantitatif (skripsi, tesis, disertasi)

Metode kuantitatif juga bisa disebut metode tradisional, ini karena metode ini telah digunakan cukup lama sehingga telah ditransmisikan sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut metode positivistik karena didasarkan pada filsafat positivisme. Metode ini adalah metode ilmiah karena telah memenuhi prinsip-prinsip ilmiah yang konkret / empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka dan analisis menggunakan statistik. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode yang digunakan untuk memeriksa populasi atau sampel tertentu, pengambilan sampel secara teknis umumnya dilakukan secara acak, pengumpulan data umumnya menggunakan instrumen penelitian, analisis data kuantitatif / statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiono, 2015[3]).

Alasan Menggunakan Nvivo (skripsi, tesis, disertasi)

 

  1. Membantu analisis dan mengurutkan data berupa teks, gambar, video, atau audio yang tidak berurutan (tidak terstruktur).
  1. Dapat melakukan pemutaran file berupa video maupun audio, sehingga data wawancara dari penelitian dapat secara mudah ditranskripsikan melalui NVIVO.
  1. Memiliki kemampuan untuk mengambil data dari media sosial seperti Twitter, Facebook dan LinkedIn dengan menggunakan plug-in pada browser NCapture.
  1. Kemampuan untuk menyaring catatan dan hasil tangkapan data dari Evernote. Data ini biasanya didapat dari hasil penelitian lapangan.
  1. Kemampuan untuk menyaring atau impor data berupa kutipan dari Zotero, EndNote dan Mendeley atau software manajemen bibliografi yang lainnya. Data ini biasanya diambil dari hasil penelitian pustaka.
  1. Membantu memisahkan data yang sumbernya berasal dari peneliti, informa dan secondary sources atau sumber data pendukung penelitian seperti buku, jurnal, artikel, dokumen sejarah, berita online, isi website, catatan lapangan, memos, bibliografi, prosiding konferensi, hingga jurnal harian miliki peneliti yang telah tersimpan di dalam NVIVO.
  1. Mempresentasikan hasil dari analisis data dalam tampilan model diagram serta grafik.
  1. Mampu menunjukkan kredibilitas, keabsahan dan subjektifitas atas data penelitian yang menggunakan metode kualitatif.
  1. Antarmuka pengguna (windows) dan analisis data berupa teks tersedia dalam beberapa bahasa yakni  Perancis, Inggris, Jerman, Jepang, Cina (sederhana) dan Portugis. Selain itu, NVIVO for Mac tersedia juga dalam bahasa Perancis, Inggris, Spanyol, Jepang dan Jerman

Pengolahan Data Kualitatif (skripsi, tesis, disertasi)

1. Reduksi Data

Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data “kasar” yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi data bukanlah suatu hal yang terpisah dari analisis. Ia merupakan bagian dari analisis. Pilihan-pilihan peneliti tentang bagian data mana yang dikode, mana yang dibuang, pola-pola mana yang meringkas sejumlah bagian yang tersebar, cerita-cerita apa yang sedang berkembang, semuanya itu merupakan pilihan-pilihan. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa hingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi.

2. Penyajian Data / Display Data

Menurut Miles dan Huberman, alur terpenting yang kedua dari kegiatan analisis adalah penyajian data. “penyajian” maksudnya sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian yang paling sering digunakan pada data kualitatif pada masa yang lalu adalah bentuk teks naratif. Dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti yakin bahwapenyajian-penyajian yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid. Bentuk penyajian data kualitatif berupa teks naratif (berbentuk catatan lapangan), matriks, grafik, jaringan, dan bagan. Semuanya dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih, dengan demikian seorang penganalisis dapat melihat apa yang sedang terjadi, dan menentukan apakah menarik kesimpulan yang benar ataukah terus melangkah melakukan analisis yang menurut saran yang dikiaskan oleh penyaji sebagai sesuatu yang mungkin berguna.

3. Penarikan Kesimpulan / Verifikasi

Dari permulaan pengumpulan data, peneliti mulai mencari makna dari data-data yang diperoleh di lapangan, mencatat keteraturan atau pola penjelasan dan konfigurasi yang mungkin ada. Setiap kesimpulan yang ditetatpkan terus-menerus di verifikasi hingga diperoleh kesimpulan yang valid.  Telah dikemukakan tiga hal utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan / verifikasi sebagai sesuatu yang jalinmenjalin pada saat sebelum, selama, dan sesudah pengumpulan data dalam bentuk yang sejajar, untuk membangun wawasan umum yang disebut “analisis”

Penelitian kualitatif (skripsi, tesis, disertasi)

Penelitian kualitatif didefinisikan sebagai kegiatan terencana untuk
menangkap praktik penafsiran responden dan informan terhadap dunia. Perlu
disadari bahwa orang bertindak sejalan dengan tafsirnya terhadap benda,
fenomena, atau masalah yang dihadapinya. Fakta dan kenyataan yang ada
belumlah dapat kita percaya, melainkan berguna hanya sejauh tafsir seseorang
yang menggunakannya. Istilah kualitatif menunjukkan penekanan terhadap
proses-proses dan makna-makna yang tidak diuji atau diukur dari segi
kuantitas, intensitas, atau frekuensi.
Penelitian kualitatif (qualitative research) adalah suatu penelitian yang
ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, ktivitas social, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara
individual maupun kelompok.53
Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif yang
bertolak dari pandangan positivisme. Penelitian kualitatif berangkat dari
filasafat konstruktivisme, yang memandang kenyataan itu berdimensi jamak,
interaktif, dan menuntut interpretasi berdasarkan pengalaman sosial. Menurut
MC Millan dan Schumacker (2001) dalam buku karya Ariesto Hadi Sutopo &
Adrianus Arief “ Reality is multilayer, interactive and a shared social
experience interpretation by individuals”. Peneliti kualitatif memandang
kenyataan sebagai konstruksi sosial, individu atau kelompok menarik atau
member makna kepada suatu kenyataan dengan mengkonstruksinya. Dengan
perkataan lain, persepsi seseorang adalah apa yang ia yakini bahwa “nyata”
baginya, dan terhadap hal itulah tindakan, pemikiran, dan perasaannya
diarahkan.
Penelitian kualitatif mempunyai dua tujuan utama, yaitu pertama
menggambarkan dan mengungkap (to describe and explore) dan kedua
menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain). Kebanyakan
penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan eksplanatori. Beberapa penelitian
memberikan deskripsi tentang situasi yang kompleks, dan arah bagi penelitian
selanjutnya. Penelitian lain memberikan eksplanasi (kejelasan) tentanghubungan antara peristiwa dengan makna terutama menurut partisipasi
partisipan.
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif
kualitatif, berupa kata-kata lisan atau tulisan tentang tingkah laku manusia
yang dapat diamati. Data kualitatif itu berwujud uraian terperinci, kutipan
langsung, dan dokumentasi kasus. Data kualitatif adalah tangkapan atas
perkataan subjek penelitian dalam bahasanya sendiri. Pengalaman orang
diterangkan secara mendalam, menurut makna kehidupan, pengalaman, dan
interaksi sosial dari subjek penelitian sendiri. 56 Disini peneliti melakukan
penelitian dengan terjun langsung ke lapangan, mendeskripsikan dan
mengkonstruksi realitas yang ada dan melakukan pendekatan terhadap sumber
informasi, sehingga diharapkan data yang didapatkan akan lebih akurat dan
maksimal

Software Nvivo (skripsi, tesis, disertasi)

Software NVivo 11 merupakan sebuah perangkat lunak Qualitative Data Analysis (QDA) yang diproduksi oleh QSR international. Software NVivo 11 di desain dengan berbagai macam set fitur inti dan digunakan untuk mengerjakan sebuah proyek-proyek penelitian kualitatif dengan sumber berbasis teks (QSR Internasional, 2015: 6). Software NVivo 11 pertama kali dikembangkan oleh Tom Richards pada tahun 1999, yang mencangkup analisis perinci dan pemodelan kualitatif. Software NVivo 11 dirancang untuk penelitian kualitatif yang bekerja dengan data teks dan multimedia untuk skala kecil maupun besar. Software NVivo 11 paling sering digunakan pada bidang pendidikan, pemerintahan, sosial sains, psikologi, pemasaran dan lain sebagainya. Melalui aplikasi NVivo, peneliti dapat mengatur dan menganalisis data berupa teks, melakukan coding data teks, menentukan tema dan sub tema berdasarkan data teks, serta membuat keterangan terhadap semua data demografis partisipan, melakukan analisis isi teks dengan teks search. Mengetahui dengan cepat kata-kata utama yang paling sering muncul dalam data word frequency querries, mempersentasikan hasil analisa data dalam bentuk grafik, diagram pohon, diagram-diagram perbandingan tema berdasarkan latar belakang partisipan (Bandur, 2016:2). Dengan adanya software NVivo 11 ini peneliti dapat membuat sebuah analisis atas dasar hasil pengkodean dan juga peneliti dapat mencari hubungan antara tema-tema yang satu dengan tema lainnya serta mengvisualisasikan hubungan-hubangan tersebut, seperti dengan mengvisualisasikan hubungan  asosiatif, one way (satu arah), dan hubungan simetrikal. Software NVivo 11 akan terus digunakan oleh peneliti hingga pada tahap akhir penelitian peneliti nantinya

Penelitian Bersifat Studi Kasus (skripsi, tesis, disertasi)

Agar lebih memfokuskan lagi pemahaman tentang makna dari penelitian kualitatif ini, peneliti memilih jenis penelitian yang bersifat studi kasus. Menurut Creswell (2014:14) studi kasus merupakan strategi penelitian yang di dalamnya peneliti menyelidiki secara cermat dan hati-hati suatu program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu. Kasus-kasus dalam strategi studi kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas, dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulann data berdasarkan waktu yang telah ditentukan. Sedangkan menurut Yin (2018) studi kasus merupakan sebuah mode penyelidikan yang tidak jelas, dan tidak dapat dipahami dengan mudah selama bertahun-tahun. Serta adanya sebuah kesadaran praktik yang telah dilakukan dan dapat berubah-ubah. Definisi lain pun diungkapkan oleh Yin (2018:45) tentang studi kasus sebagai metode penelitian bahwa studi kasus adalah metode empiris yang menyelidiki fenomena kontemporer “kasus” secara mendalam dan dalam konteks dunia nyata, terutama ada batasan antara fenomena dan konteks yang kemungkinan tidak adanya kejelasan yang secara jelas. Studi kasus dapat mengatasi situasi yang secara teknis berbeda-beda, dimana banyaknya variabel yang menarik pada titik data tertentu. Sebagai hasil dari metode tersebut didapatkan manfaat pengembangan pernyataan yang proposisi secara teoritis dengan menggunakan panduan rancangan, pengumpulan data, dan pendekatan analisis data, serta bergantung pada berbagai sumber bukti yang jelas dengan data yang diperlukan, hal ini dimaksudkan agar data yang diperlukan dapat konvergen secara triagulasi

Penelitian Kualitatif (skripsi, tesis, disertasi)

Penelitian kualitatif dikatakan oleh Bandur, (2016:18) bahwa inti utama dari penelitian kualitatif ialah terdapat pada tujuan eksplorasi dan pemahaman data secara lebih mendalam. Data dalam konteks ini berkaitan dengan makna setiap ungkapan mengenai masalah-masalah penelitian yang disampaikan secara langsung oleh informan, terutama informan- informan tersebut merupakan kunci dari penelitian yang dilakukan. Penelitian kualitatif menurut Strauss dan Corbin 117 (2017) penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang hasil temuanya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Lebih lanjut dijelaskan oleh Oun dan Bach (2014) menurut mereka penelitian kualitatif merupakan metode untuk menguji dan menjawab pertanyaan tentang bagaimana, dimana, apa, kapan, dan mengapa seseorang bertindak dengan cara-cara tertentu pada permasalahan yang spesifik. Metode kualitatif dapat juga diartikan sebagai metode penelitian dalam mendiskripsikan fenomena berdasarkan sudut pandang para informan, menemukan realita yang beragam dan mengembangkan pemahaman secara holistik tentang sebuah fenomena dalam konteks tertentu (Hilal dan Alabri, 2013). Berdasarkan ungkapan dari Creswell, (2014:258) menjelaskan bahwa jenis penelitian kualitatif merupakan sebuah pendekatan penelitian yang lebih beragam dibandingkan dengan metode-metode kuantitatif. Penelitian kualitatif juga memiliki asumsi-asumsi filosofis, strategi-strategi penelitian dan metode-metode pengumpulan, analisis dan interpretasi data yang beragam

Visualisasi Hasil dalam NVivo (skripsi, tesis, disertasi)

Setelah seluruh langkah dalam analisis nodes, cases, dan relationship dilakukan, selanjutnya NVivo dapat memvisualisasikan seluruh hasil yang telah dilakukan dengan menggunakan project map dengan cara menggunakan comparative diagram. Menurut Bandur (2019) “Istilah project map sebenarnya mengacu pada tema-tema hasil koding sehingga kita dapat memvisualisasikan hasil koding”. Untuk hasil analisis di dalam penelitian ini, analisis data dengan menggunakan comparative diagram atau diagram perbandingan. Menurut Bandur (2019) “Nvivo 12 Plus for windows telah membantu peneliti untuk langsung menampilkan hasil analisis data melalui koding dengan diagram perbandingan”. Untuk prosedur analisis dapat ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Klik Comparasion Diagram, lalu pilih Compare nodes. 2) Pilih tema-tema yang hendak dibandingkan, lalu klik OK. 3) Menampilkan hasil output NVivo

Relationship dalam NVivo dan Visualisasi Hasil Relationship (skripsi, tesis, disertasi)

Setelah menganalisis nodes dan cases, selanjutnya dari hasil kedua analisis tersebut adalah mencari hubungan atau relationship antar tema-tema yang telah dianalisis. Perlu dipahami bahwa kekuatan relationship antar tema-tema tersebut tidak dapat diukur tingkat signifikansinya, karena NVivo hanya memberikan gambaran relationship hasil analisis data kualitatif yang ada. Prosedur untuk mencari relationship menurut Bandur (2019) dapat ditempuh dengan langkahlangkah sebagai berikut: 1) Klik Create pada Navigation View, klik Relationship pada ribbon Create 2) Menampilkan lembar kerja baru. 3) Pilih From, klik Select, lalu pilih nodes/cases yang akan digunakan, lalu OK. 4) Pilih To, klik Select, lalu pilih nodes/cases yang akan digunakan, lalu OK. 5) Klik OK. 6) Menampilkan hasil output NVivo untuk Relationship

Nodes dalam NVivo dan Visualisasi Hasil Nodes (skripsi, tesis, disertasi)

Selain koding dalam melakukan analisis data dengan menggunakan NVivo juga perlu menganalisis nodes. Menurut Bandur (2019) untuk membuat klarifikasi nodes dapat ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Pilih Nodes pada Navigation View. 2) Klik Create. 3) Kilk Node. 4) Menampilkan lembar kerja New Code. 5) Beri nama Code. 6) Deskripsikan code tersebut dengan penjelasan tentang tema tersebut. 7) Klik OK, sehingga muncul kode identifikasi tema baru dalam List View. 8) Ulangi prosedur untuk memberikan tema-tema baru yang di ambil.

Setelah melakukan klarifikasi terhadap nodes. Selanjutnya, klasifikasi
nodes tersebut dilakukan analisis perbadingan (comparative analysis) dengan
menggunakan matrix coding. Prosedur matrix coding menurut Bandur (2019)
dapat ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Klik Queries pada Navigation View, klik Query pada ribbon menu, lalu pilih
matrix coding.
2) Menampilkan lembar kerja baru.
3) pilih Node Classification, pilih atribut, lalu nilai atribut, lalu OK.
4) Menampilkan lembar kerja baru, lalu klik Add to List.
5) Selanjutnya pada label Columns, pilih Select untuk memasukan hasil koding
yang dianalisis.
6) Menampilkan lembar kerja baru, lalu pilih Nodes, pilih hasil koding yang
telah disimpan pada nodes yang akan digunakan, lalu klik yang akan
dianalisis, lalu klik OK.
7) Klik Add to List.
8) Pada label Node Matrix, pilih AND sehingga menghasilkan hasil sesuai node.
9) Klik Run.
10) Menampilkan hasil output NVivo
11) Hasil dapat berupa Chart Tools, Grouped Bar, dll

Tahapan Analisis Dalam Nvivo (skripsi, tesis, disertasi)

Tahapan-tahapan analisis yang dilakukan oleh peneliti melalui software Nvivo, sebagai berikut: 1) Dari data yang dihasilkan lewat pengamatan yang berulang terus menerus dan berkesinambungan dan wawancara kemudian diketik dengan rapih sehingga mudah terbaca, dapat membantu peneliti dalam membuat deskripsi untuk menggambarkan masalah. Ini dilakukan dengan sistem pengkodean pada data mentah, dengan tujuan untuk dapat ditransformasikan secara sistematis dan digolong-golongkan sesuai dengan karakteristiknya yang terkait pada fokus penelitian. Identifikasi data yang dilakukan dengan model penggolongan tadi, diharapkan dapat menghampiri peneliti dalam memiliki wawasan untuk melakukan analisis untuk melakukan rekonstruksi. Selanjutnya akan mampu membuat katagori dan konsep, melakukan interpretasi, dan menjelaskan proporsi antar konsep yang dibentuk oleh hubungan yang terbina selama proses pengambilan data berlangsung. Analisa dan rekonstruksi data yang berulang kali dilakukan menghasilkan bangunan relasi sistem antar berbagai konsep yang berkaitan. 2) Setelah pembuatan kategori lewat penggolongan data pada tahap pertama, selanjutnya upaya analisa data bergerak pada menjelaskan secara tertulis agar tiap kategori tadi dapat dipahami sejalan dengan pencarian penggolongan data lain yang relevan. Menjadi sulit dalam melakukan pekerjaan pada tahap kedua ini, karena sering diganggu oleh pemikiran yang ada saat melakukan analisis saja, padahal kondisi pengambilan data sering diwarnai oleh atmosfir yang bervariasi. Untuk mengatasi hal itu rekaman audio visual dicermati kembali. Hal yang paling penting adalah membuka kembali field notes yang dibuat sesaat ketika tiap pengamatan selesai dilakukan. 3) Tahapan yang ketiga membuat tafsiran dengan menggambarkan perspektif peneliti dalam memberikan makna dari tiap pengelompokan data dan menjelaskan makna hubungan tiap unit.

TIngkat Kepercayaan Data Dalam Kualitatif (skripsi, tesis, disertasi)

1. Credibility

Tingkat credibility atau kredibilitas sangat berkaitan dengan persoalan seberapa jauh kebenaran hasil penelitian dapat dipercaya, artinya apakah data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara telah mengungkapkan hal-hal yang sesungguhnya dimiliki informan. Dalam kredibilitas terdapat beberapa cara yang dapat digunakan menurut (Sugiyono, 2013, hlm. 270) seperti perpanjang pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, dan membercheck. Dalam kredibilitas peneliti menggunakan triangulasi. Triangulasi diatikan sebagai pengecekan data dari berbagi sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu (Sugiyono, 2013, hlm. 273). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi sumber. Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber (Sugiyono, 2013, hlm. 274).

2) Transferability

Transferability atau transferabilitas merupakan kriteria yang berhubungan dengan apa adanya nilai transfer dari hasil penelitian. Untuk pengujian nilai transfer terletak pada pengungkapan jawaban dari pertanyaan yang berkaitan dengan sejauh mana hasil penelitian ini dapat digunakan atau diaplikasikan dalam situasi lain.

3) Dependability

Dependability atau reliabilitas di dalam penelitian ini. Peneliti bertanggung jawab untuk menjelaskan perubahan yang terjadi dalam pengaturan dan bagaimana perubahan ini mempengaruhi cara penelitian mendekati penelitian. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara terbuka atau wawancara tidak berstruktur hal ini diharapkan penulis dapat secara leluasa menggali data selengkap mungkin dan sedalam mungkin sehingga pemahaman peneliti terhadap fenomena yang ada sesuai dengan pemahaman para pelaku itu sendiri. Jadi peneliti langsung menanyakan permasalah aktivitas fisik kepada narasumber dengan menggunakan wawancara dan observasi. Menurut Sugiyono (2013, hlm. 277) untuk itu pengujian dependability dilakukan dengan cara audit terhadap keseluruhan penelitian.

4) Confirmability

Pengujian konfirmability dapat dikatan objektif bila hasil penelitian telah disepakati banyak orang. Hasil peneliti ini akan di publish keberbagi jurnal sehingga peneliti ini dapat memenuhi pengujian konfirmability. Selain itu peneliti juga agar dapat memenuhi konfirmability dengan melihat berbagai sumber sesuai dengan apa yang didapat di dalam penelitian ini, sehingga penelitian ini data lebih bermakna dan diakui. Kemudian untuk dapat memenuhi konfirmability yang berhubungan dengan triangulasi dengan menggunakan peneliti, peserta, dan pembimbing penelitian

Tingkat Kepercayaan Dalam Nvivo (skripsi, tesis, disertasi)

Tingkat kepercayaan suatu penelitian kualitatif dapat diukur dengan kriteria, yakni credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Selain itu untuk lebih meyakinkan tingkat kepercayaan tersebut dengan menggunakan bantuan aplikasi Nvivo 12 Plus for windows. Validitas yang tinggi pula dapat tercapai dengan menggunakan NVivo karena tim penelitian dapat melakukan analisis dengan efektif di NVivo (Bandur, 2019). Lebih lanjut lagi, untuk membantu validitas penelitian kualitatif, NVivo memberi ruang seluas-luasnya untuk tim peneliti untuk bekerja dalam NVivo. Dengan demikian NVivo efektif untuk triangulasi data dan triangulasi peneliti NVivo (Bandur, 2019), sehingga dapat membantu kita dalam menghasilkan suatu penelitian kualitatif yang reliabel (Bandur, 2019).

Observasi (skripsi, tesis, disertasi)

Penggunaan teknik observasi dalam penelitian ini dilakukan dengan langsung dan nonpartisipasi (incidental). Tujuan penggunaan teknik ini adalah untuk dapat memahami pola pengasuhan yang dilakukan di asrama. Spradley membagi partisipatif atau keterlibatan peneliti menjadi empat yaitu: pertama partisipatif pasif, dimana peneliti datang mengamati tetapi tidak ikut terlibat kegiatan yang diamati, kedua partisipatif moderat, dimana peneliti kadang ikut aktif terlibat kegiatan kadang tidak aktif, ketiga partisipatif aktif, dimana peneliti terlibat aktif dalam kegiatan yang diteliti, dan yang keempat partisipatif lengkap, dimana peneliti sepenuhnya terlibat sebagai orang dalam, sehingga tidak kelihatan sedang melakukan penelitian (Djaelani, 2013, hlm. 85).

Studi Kasus (skripsi, tesis, disertasi)

paparan Lincoln & Guba (Berliana, 2009, hlm. 165) dijelaskan bahwa:

• Studi kasus dapat ditulis dengan tujuan yang berbeda dalam pikiran, termasuk untuk mencatat (mencatat secara temporal dan berurutan, seperti dalam sejarah) untuk disajikan (seperti dalam deskripsi atau untuk memberikan pengalaman perwakilan), untuk mengajar (sebagai bahan pengajaran untuk siswa seperti sebagai studi kasus Harvad Law School, terutama ketika materi terbuka berakhir), dan untuk menguji (menggunakan kasus sebagai percobaan untuk teori dan hipotesis tertentu). Kasing tertentu dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

• Studi kasus dapat ditulis pada tingkat analitik yang berbeda, termasuk tingkat faktual belaka, tingkat interpretatif, dan tingkat evaluatif (menghakimi); setiap level mengandaikan yang pertama.

• Studi kasus akan, tergantung pada tujuan dan tingkat, menuntut tindakan yang berbeda dari penyelidik / penulis, mulai, misalnya, dari pencatatan sederhana untuk kronik faktual hingga pembobotan alternatif kompleks untuk tes evaluatif

. • Studi kasus akan, tergantung pada tujuan dan tingkat, menghasilkan produk yang berbeda, dari daftar sederhana untuk kronik faktual ke penilaian yang rumit untuk tes evaluatif.

Sistem Operator dalam NVivo (skripsi, tesis, disertasi)

sistem operator intersection (perpotongan/irisan coding), union (gabungan coding), difference (misal: coding motivasi yang bukan termasuk coding eksplorasi), dan Matrix intersection (perpotongan coding yang disajikan dalam bentuk matriks). Matrix intersection ini juga berfungsi sebagai salah satu cara untuk visualisasi data. Dengan matriks dan tabel ini dapat dilakukan deskripsi dari suatu ikhtisar dan juga dapat dilakukan analisa komparatif dengan cepat. Hal ini bisa ditunjukkan oleh tabel-tabel yang dihasilkan. Tabel dapat berisi kutipan dari kata-kata informan atau responden penelitian.

Sejarah Nvivo (skripsi, tesis, disertasi)

NVivo merupakan software analisis data kualitatif
yang dikembangkan oleh Qualitative Solution and
Research (QSR) international. QSR sendiri adalah
perusahaan pertama yang mengembangkan
software analisis data kualitatif. NVivo bermula
dari kemunculan software NUD*IST (Nonnumeric
Unstructured Data, Index Searching, and
Theorizing) pada tahun 1981 (Bazeley, 2007).
NUD*IST awalnya diciptakan oleh seorang
programer bernama Tom Richards untuk membantu istrinya, Lyn Richards, yang berprofesi
sebagai sosiolog. Dalam tulisan ini, NVivo yang
dipakai adalah NVivo versi 8 yang dirilis pada
bulan Maret 2008

Reputation dalam mobile payment (skripsi, tesis, disertasi)

Reputation dalam mobile payment merupakan pandangan pengguna
terhadap kompetensi, kejujuran, dan kebajikan dari penyedia layanan mobile
payment. Pada saat calon pengguna tidak memiliki pengalaman dalam
menggunakan mobile payment dan/atau tidak memiliki referensi pengalaman dari
orang lain, maka calon pengguna akan menjadikan reputation dari penyedia
layanan sebagai dasar kepercayaan (Xin, 2015).

Memilih Variabel (skripsi tesis dan disertasi)

Setiap pengelompokan terhadap objek apa pun harus memiliki dasar untuk
mengelompokkan. Kalau ada sekumpulan orang, kita mudah melakukan pengelompokan
berdasarkan jenis kelamin, hasilnya dua kelompok: pria dan wanita. Dalam
pengelompokan ini, dasar atau variabel yang digunakan adalah jenis kelamin.
Pengelompokan dengan memakai hanya satu variabel umumnya tidak memuaskan karena
tidak menggambarkan profil kelompok secara jelas. Jadi, agar profil kelompok lebih jelas,
kita dapat menambahkan variabel-variabel lain, misalnya usia, tingkat pendi-dikan,
pekerjaan, status perkawinan, dan lain-lain.
Sayangnya, dalam analisis cluster, pemilihan variabel-variabel yang dilibatkan tidak boleh
sembarangan. Aturan pertama, dengan variabel-variabel yang dilibatkan, peneliti dapat
membentuk kelompok-kelompok, yang bermanfaat dari segi bisnis maupun ilmu
pengetahuan. Tidak ada gunanya melakukan pengelompokan kalau hasilnya tidak
memberikan manfaat.
Dalam pemasaran, misalnya, tujuan dari segmentasi pasar adalah untuk mengenal
segmen-segmen yang efektif, sehingga perusahaan dapat memilih satu, beberapa atau
semua segmen sebagai pasar sasaran. Kalau tidak sesuai dengan sasaran peneliti,
penge-lompokan tidak berguna.
Aturan kedua, pilih variabel-variabel yang betul-betul dapat memberikan gambaran
tentang persamaan dalam kelompok dan perbedaan antar-kelompok. Kalau dalam sebuah
variabel level semua objek sama (extremely homogenous), maka variabel tersebut jangan
dipakai. Misalnya, kalau dalam sebuah populasi semua orang berusia 20 tahun, jangan
lagi libatkan variabel ‘usia’ untuk mengelompokkan populasi tersebut.
Sebuah variabel yang betul-betul tidak pernah sama di antara objek-objek (extremely
heterogenous), atau yang selalu berbeda dari objek yang satu dengan objek lainnya, juga
tidak bisa dipakai. Sebab, variabel demikian tidak akan pernah berkontribusi terhadap
kesamaan (similarity) yang dipakai sebagai dasar untuk melakukan pengelompokan
subjek.

Tujuan Dasar Cluster (skripsi tesis dan disertasi)

Tujuan utama analisis klaster adalah untuk menempatkan sekumpulan objek ke dalam dua
atau lebih grup berdasarkan kesamaan-kesamaan objek atas dasar berbagai karakteristik.
Melalui prinsip homogenitas grup, menurut Hair, et. al., terdapat tiga sasaran yang
tersedia bagi peneliti, yaitu:
1. Deskripsi taksonomi (taxonomy description). Ini merupakan sasaran tradisional analisis
klaster. Dengan taksonomi, kita mengelompokkan sekumpulan objek secara empiris.
Memang, analisis klaster telah dipakai untuk keperluan-keperluan pengelompokan.
Akan tetapi, kemampuannya tidak sebatas itu. Analisis klaster dapat pula dipakai untuk
memunculkan hipothesis tentang struktur objek-objek yang diteliti. Jadi, sekalipun
banyak dipandang sebagai alat analisis untuk keperluan eksploratori, analisis klaster
dapat pula dipakai untuk tujuan konfirmatori.
2. Simplikasi data (data simplication). Dengan taksonomi, memang kita peroleh grup.
Akan tetapi, berdasarkan struktur yang diperoleh, kita juga bisa menjelaskan profil
setiap grup berdasarkan karakteristik umum yang dimiliki. Kalau analisis faktor
menjelaskan “dimensi” yang mendasari sejumlah variabel, dengan analisis klaster, kita
juga melakukan hal yang sama, yaitu dimensi yang mendasari sejumlah observasi yang
berada pada suatu klaster. tentang hubungan antar observasi yang tidak mungkin diperoleh dengan menganalisis
observasi secara individu. Memang analisis diskriminan dapat digunakan untuk
mengetahui hubungan tersebut secara empiris. Bahkan, secara kualitatif hubungan
tersebut juga bisa diidentifikasi. Akan tetapi analisis klaster seringkali memperlihatkan
kesamaan-kesamaan maupun perbedaan-perbedaan yang tidak terdeteksi metodametoda
lain.

Desain Penelitian (skripsi tesis dan disertasi)

Desain merupakan suatu aspek perancangan yang penting dan
mesti diperhatikan dalam melaksanakan suatu penelitian. Desain
penelitian menuntun peneliti untuk mengikuti langkah-langkah
atau prosedur penelitian yang mesti diikuti dan tidak boleh melenceng
dari langkah-langkah atau prosedur tersebut. Apabila melenceng
dari langkah-langkah atau prosedur yang ada, maka konsistensi
penelitian tidak terwujud dan ini akan menyebabkan penelitian
yang baik tidak akan terwujud.
Dalam penelitian mixed methods research misalnya, Creswell
dan Clark (2005) berpendapat bahwa dalam penelitian mixed method
research khususnya explanatory design procedure, penelitian secara
khusus memberi penekanan yang lebih besar pada kaedah kuantitatif
dibanding kaedah kualitatif.
Sejalan dengan itu, King, Keohane dan Verba, (1994) menyatakan
pula bahwa dalam kaedah penelitian kuantitatif cenderung didasarkan
kepada ukuran berangka (numerical measurements) daripada
aspek gejala yang khusus; yang menggambarkan keadaan tertentu
untuk mencari gambaran umum atau untuk menguji hipotesis
yang terjadi. Kaedah penelitian kuantitatif berupaya untuk mencari
penjelasan dan prediksi yang akan digeneralisasikan kepada seseorang
dan suatu tempat yang lain. Bahkan King, Keohane dan
Verba (1994) dalam Thomas (2003) juga menyatakan bahwa kaedah
penelitian kuantitatif berupaya mencari pengukuran dan analisis
yang dapat diulangi oleh penelitian-penelitian yang lain.
Adapun dalam penelitian kualitatif, sebagaimana diungkapkan
oleh Denzin dan Lincoln (1994) menunjukkan bahwa kaedah penelitian
ini berupaya untuk memperjelas tentang interpretasi mengenai
lingkungan alamiah (natural setting), perasaan dan pandangan
responden ataupun menafsirkan gejala mereka. Karena itulah,
dalam kaedah penelitian kualitatif berupaya untuk mengumpulkan
materi yang dapat dijadikan studi kasus, pengalaman pribadi,
introspektif, cerita hidup dan sebagainya. Dengan kata lain, kaedah penelitian kualitatif ini berupaya untuk memahami kisah-kisah
pribadi dan cara mereka berinteraksi (Denzin dan Lincoln 1994)
dalam Thomas (2003). Sesuai dengan pandangan kedua pakar ini,
Greene (2007) dalam Tashakkori dan Teddlie (2010) menyatakan
bahwa penggunaan metode penelitian gabungan (mixed methods
research) merujuk kepada penggunaan kaedah pelengkap bagi
masing-masing penelitian kualitatif dan kuantitatif yang sama
di seluruh proses penelitian, dengan integrasi yang berlaku pada
analisis data.
Nau (1995) dalam Gratton dan Jones (2010) juga menyatakan
bahwa penggunaan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat
menghasilkan produk akhir dengan menyorot (highlight) sumbangan
yang signifikan dari kedua metode yang ada. Sebagai contoh, data
kualitatif (qualitative data) dapat digunakan untuk mendukung dan
menguraikan maksud penelitian kuantitatif (Jayaratne (1993) dalam
Gratton dan Jones (2010) yaitu untuk memberi beberapa penjelasan
terhadap ukuran kuantitatif. Karena itu, mengingat kekuatan dalam
pengumpulan data penelitian kuantitatif lebih banyak bertumpu
pada angket, maka penelitian mixed methods research dilakukan secara
tinjauan dengan menggunakan angket sebagai instrumen utama
dalam penelitian, adapun data kualitatifnya dijadikan sebagai data
pendukung untuk menjelaskan temuan secara kuantitatif dalam
penelitian ini.

Tahapan Simulasi (skripsi tesis dan disertasi)

Proses Tahapan dalam mengembangkan Model dan
simulasi komputer secara umum, sebagai berikut :
a. Memahami sistem yang akan disimulasikan Jika
Pengembang model tidak tau atau belum mengetahui cara
kerja sistem yang akan dimodel simulasikan maka
pengembang perlu meminta bantuan seorang ahli (pakar)
dibidang sistem yang bersangkutan. Data masukan,
keluaran, variable dan parameter masih dalam bentuk
symbol – symbol verbal (kata – kata).
b. Mengembangkan Model matematika dari sistem Apabila
pengembang sudah mengetahui cara kerja sistem yang
bersangkutan, maka tahap berikutnya adalah
memformulasikan model matematika dari sistem. Model
matematika bisa dalam bentuk persamaan diferensial,
persamaan aljabar linear, persamaan logika diskret dan
lain – lain disesuaikan dengan karakterisitik sistem dan
tujuan pemodelan
c. Mengembangkan Model matematika untuk simulasi
Digunakan untuk menyederhanakan model matematika
yang sudah dihasilkan sebelumnya. Agar lebih mudah
dalam menyederhanakan Model matematika, maka dibuatlah suatu Flow Chart untuk merinci tahapan yang
harus dilewati untuk membuat program.
d. Membuat program (software) Beberapa flow chart dari
tahapan sebelumnya kemudian diimplementasikan lebih
lanjut menjadi program (software) computer
e. Menguji, memverifikasi dan memvalidasi keluaran
simulasi Simulasi pada dasarnya adalah menirukan sistem
nyata (realitas) sehingga tolak ukur baik tidaknya simulasi
adalah sejauh mana yang bersangkutan. Pengujian
(testing) dilakukan pada tingkat modul program, untuk
menguji fungsi subsistem. Verifikasi dilakukan untuk
membuktikan bahwa hasil implementasi program
komputer sudah sesuai dengan rancangan model konsep
dari sistem yang bersangkutan. Validasi dilakukan dengan
membandingkan hasil keluaran simulasi dengan data yang
diambil dari sistem nyata (realitas).
f. Mengeksekusi program simulasi untuk tujuan tertentu.
Eksekusi (running) program komputer bisa dilakukan
secara waktu nyata (real time) atau waktu tidak nyata
(offline) tergantung dari tujuan simulasi. Secara umum ada
3 tujuan simulasi, yaitu : untuk mempelajari perilaku
(behavior) sistem, untuk pelatihan (training), untuk
hiburan/permainan (gaming).

Konsep Simulasi (skripsi tesis dan disertasi)

Simulasi sebagai proses pengolahan data
dengan penggunaan rangkaian model-model
simbolik pada pengoperasian sistem tiruan tidak
mengharuskan dan tidak mengajukan penggunaan
formula atau fungsi-fungsi dan persamaan tertentu sebagai model simbolik penyelesaian persoalan,
tetapi sebaliknya simulasi yang terdiri dari tahapantahapan
dan langkah-langkah pengolahan data
haruslah dilengkapi dengan model-model simbolik
yang sesuai memberikan hasil pengoperasian sistem
tiruan dalam bentuk data output yang berguna
untuk penyelesaian persoalan. Simulasi juga tidak
terikat dengan penggunaan model-model sistem
acuan tetapi memerlukan pemodelan untuk
menghasilkan model sistem dan model operasi
sistem yang sesuai dengan tujuan penelitian atau
penyelidikan. Penyusunan model-model pada simulasi
merupakan bentuk aplikasi dari teori, prinsip, dan
pendekatan sistem. Model sistem dan model-model
simbolik dari fungsi atau proses serta prosedur
pengoperasian sistem tiruan haruslah disusun sebagai
perangkat lunak untuk penyelidikan dan analisis
karakteristik sistem. Untuk itu peniruan operasi
sistem ril dilakukan atas elemen-elemen yang
berkaitan dengan aktivitas sistem yaitu masukan dan
komponen- komponen sistem, hubungan dan
interaksi antar komponen sistem, aturan-aturan,
disiplin dan ketentuan lainnya yang berlaku dalam
aktivitas sistem. Berdasarkan peniruan sistem dan
aktivitas sistem ril yang sesuai, hasil simulasi sistem
dapat diterima dan berlaku syah sebagai data output
yang berguna menunjukkan karakteristik operasional
sistem ril.
Sesuai dengan konsep simulasi sistem tersebut
di atas, solusi untuk suatu persoalan dalam bentuk
keadaan yang kurang baik ataupun keadaan yang
tidak optimal dapat disusun dalam bentuk
rancangan pengembangan sistem dan bentuk
rancangan perbaikan pengelolaan dan pengoperasian
sistem. Solusi untuk mewujudkan keadaan yang
lebih baik dapat diperoleh berdasarkan hasil analisis
dan pengujian rancangan pengembangan dan
perbaikan melalui simulasi sistem
Model konseptual simulasi
menunjukkan simulasi sebagai imitasi sistem melalui
penyusunan model-model yang diperlukan pada pengoperasian sistem maya sebagai tiruan yang sama
ataupun sebagai imitasi modifikasi dari suatu sistem
ril untuk memperoleh karakteristik operasional
sistem sebagai bahan pertimbangan pada penentuan
solusi atas persoalan sistem ril.

Simulasi Penyelesaian Persoalan (skripsi tesis dan disertasi)

Masalah tidak adanya metode yang sesuai
dengan persoalan pada umumnya berkaitan dengan
bentuk persoalan yang unik dan rumit, yang tidak
dapat diselesaikan dengan menggunakan metode dan
model-model baku yang ada. Sebagai contoh adalah
persoalan sistem antrian yang unik
Perumusan persoalan dengan penyesuaian
terhadap metode yang hendak digunakan biasanya
terjadi atas kepentingan untuk memperoleh solusi
seadanya. Namun dengan upaya penyesuaian, solusi
yang diperoleh dapat menyimpang dari yang
semestinya, di samping dapat memunculkan
persoalan baru jika penerapan solusi yang diperoleh
tidak dapat memberikan hasil yang diharapkan dan
bahkan menimbulkan masalah pada penanganan
persoalan. (Napitupulu, 2009).

Tujuan Imitasi pada Simulasi (skripsi tesis dan disertasi)

Menurut pendefinisian pada berbagai kamus,
kata simulasi diartikan sebagai cara mereproduksi
kondisi dari suatu keberadaan dengan menggunakan
model dalam rangka studi pengenalan atau pengujian
atau pelatihan dan yang sejenis lainnya. Simulasi
dalam bentuk pengolahan data merupakan imitasi
dari proses dan input ril yang menghasilkan data
output sebagai gambaran karakteristik operasional
dan keadaan pada sistem. Imitasi dalam simulasi menghasilkan model
representasi dari suatu proses atau operasi dan
keadaan ril. Model sebagai imitasi disusun dalam
bentuk yang sesuai menyajikan sistem ril atas halhal
tertentu yang perlu direpresentasikan dengan
maksud untuk menghadirkan tiruan dari kegiatan
dan sistem ril. Sebagai contoh, model sistem antrian
sebagai imitasi dari sistem pelayanan disusun untuk
menggambarkan posisi dari pelanggan menunggu di
depan stasiun pelayanan.
Tujuan imitasi sistem ril dengan menghadirkan
elemen dan komponen tiruan adalah untuk peniruan
fungsi dan hubungan ril serta interaksi antar objek
dan komponen ril pada sistem tiruan. Komponenkomponen
sistem tiruan hadir dalam bentuk fungsi
dan interaksi imitasi yang disajikan dalam bentuk
rangkaian proses dalam aktivitas dan operasi sistem
yang disimulasi. Operasi tiruan yang berlangsung
dengan penggunaan data input tiruan diperlukan untuk menghasilkan output sebagai gambaran dari
hasil operasi dan keadaan pada sistem yang
disimulasi.

KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN STATISTIK NON-PARAMETRIK (skripsi tesis dan disertasi)

Keunggulan :

  1. Tidak membutuhkan asumsi normalitas.
  2. Secara umum metode statistik non-parametrik lebih mudah dikerjakan dan lebih mudah dimengerti jika dibandingkan dengan statistik parametrik karena ststistika non-parametrik tidak membutuhkan perhitungan matematik yang rumit seperti halnya statistik parametrik.
  3. Statistik non-parametrik dapat digantikan data numerik (nominal) dengan jenjang (ordinal).
  4. Kadang-kadang pada statistik non-parametrik tidak dibutuhkan urutan atau jenjang secara formal karena sering dijumpai hasil pengamatan yang dinyatakan dalam data kualitatif.
  5. Pengujian hipotesis pada statistik non-parametrik dilakukan secara langsung pada pengamatan yang nyata.
  6. Walaupun pada statistik non-parametrik tidak terikat pada distribusi normal populasi, tetapi dapat digunakan pada populasi berdistribusi normal.

Kelemahan :

  1. Statistik non-parametrik terkadang mengabaikan beberapa informasi tertentu.
  2. Hasil pengujian hipotesis dengan statistik non-parametrik tidak setajam statistik parametrik.
  3. Hasil statistik non-parametrik tidak dapat diekstrapolasikan ke populasi studi seperti pada statistik parametrik. Hal ini dikarenakan statistik non-parametrik mendekati eksperimen dengan sampel kecil dan umumnya membandingkan dua kelompok tertentu.

PENGERTIAN STATISTIK NON PARAMETRIK (skripsi tesis dan disertasi)

Pengertian

Statistik yang digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal dari populasi yang bebas berdistribusi. (Sugiyono, 2014:23) Statistik nonparametrik adalah bagian statistik yang parameter dari populasinya tidak mengikuti suatu distribusi tertentu atau memiliki distribusi yang bebas dari persyaratan, dan variansnya tidak perlu homogen. (Iqbal Hasan, 2005:9) Statistik Non-Parametrik adalah yaitu statistik bebas sebaran (tidak mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau tidak). Selain itu, statistik non-parametrik biasanya menggunakan skala pengukuran sosial, yakni nominal dan ordinal yang umumnya tidak berdistribusi normal.

Ciri-ciri statistik non-parametrik :

  1. Data tidak berdistribusi normal
  2. Umumnya data berskala nominal dan ordinal
  3. Umumnya dilakukan pada penelitian sosial
  4. Umumnya jumlah sampel kecil

Syaratnya :

  1. sampel yang digunakan memiliki ukuran yang kecil
  2. Data yang digunakan bersifat ordinal, yaitu data-data yang bisa disusun dalam urutan atau klasifikasikan rangkingnya
  3. Data yang digunakan bersifat nominal yaitu data-data yang dapat diklasifikasikan dalam kategori dan dihitung frekuensinya
  4. Bentuk distribusi populasi dan tempat pengambilan sampel tidak diketahui menyebar secara nominal
  5. Ingin menyelesaikan masalah statistik secara cepat tanpa menggunakan alat hitung

Penggunaan statistik non parametrik

  1. Digunakan dengan mengabaikan segelas asumsi yang melandasi metode statistik parametrik, terutama yang berkaitan dengan distribusi normal
  2. Digunakan apabila salah satu parameter tidak terpenuhi
  3. Untuk menguji hipotesis deskriptif (satu sample) baik untuk data nominal atau diskrit maupun untuk data ordinal atau peringkat rangking

PENGERTIAN STATISTIK PARAMETRIK (skripsi tesis dan disertasi)

Pengertian

Statistik parametrik adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data interval atau rasio, yang diambil dari pupulasi yang berdistribusi normal. (Sugiyono, 2014:23) Statistik parametrik adalah bagian statistik yang parameter dari populasinya mengikuti suatu distribusi tertentu, seperti distribusi normal, dan memiliki varians yang homogen. (Iqbal Hasan, 2005:9).

Statistik parametrik adalah yaitu ilmu statistik yang mempertimbangkan jenis sebaran atau distribusi data, yaitu apakah data menyebar secara normal atau tidak. Dengan kata lain, data yang akan dianalisis menggunakan statistik parametrik harus memenuhi asumsi normalitas. Data yang dianalisis adalah data interval atau rasio.

 

Ciri-ciri statistik parametrik :

  1. Data dengan skala interval dan rasio
  2. Data menyebar/berdistribusi normal

 

Syarat uji parametrik:

  1. Dari populasi dengan distribusi normal
  2. Sampel diambil secara random
  3. Sampel mempunyai varians yang sama
  4. Skala pengukuran interval atau rasio

 

 

Penggunaan statistik parametrik

 

  1. Digunakan untuk menganalisa data interval dan rasio, yang diambil dari populasi yang berdistribusi normal
  2. Untuk menguji hipotesis deskriptif bila datanya interval atau rasio

 

 

 

 

 

 

 

 

PENYAJIAN DATA PADA STATISTIK DESKRIPTIF (skripsi tesis dan disertasi)

 Pada statistika deskriptif, yang perlu disajikan adalah:

 

  1. Ukuran pemusatan data (measures of central tendency). Ukuran pemusatan data yang sering digunakan adalah distribusi frekuensi. Ukuran statistik ini cocok untuk data nominal dan data ordinal (data kategorik). Sementara nilai mean adalah ukuran pemusatan data yang cocok untuk data continuous. Ukuran deskriptif lain untuk pemusatan data adalah median (nilai tengah) dan modus (nilai yang paling sering muncul).

 

  1. Ukuran penyebaran data (measures of spread). Ukuran penyebaran data yang sering digunakan adalah standar deviasi. Ukuran penyebaran data ini cocok digunakan untuk data numerik atau continuous. Sementara untuk data kategorik, nilai range merupakan ukuran yang cocok.

 

JENIS-JENIS UJI STATISTIK (skripsi tesis dan disertasi)

 

  1. Statistika Deskriptif

Statistika deskriptif bermaksud menyajikan, mengolah dan menganalisa data dari kelompok tertentu sebagaimana adanya dan tidak bermaksud menarik kesimpulan-kesimpulan yang berlaku bagi kelompok-kelompok yang lebih besar. Artinya kesimpulan yang ditarik melalui deskriptif hanya berlaku bagai kelompok sampel yang bersangkutan tanpa dimaksudkan menarik kesimpulan yang berlaku bagi populasi.

Ukuran statistik yang lazim digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik sampel ialah: ukuran kecenderungan sentral; Ukuran variasi ; Ukuran letak; koefisien korelasi. Sekalipun statistika deskriptif ini hanya menyajikan karakteristik sampel, namun statistika deskriptif merupakan dasar untuk mengkaji dan melakukan inferensi karakteristik populasi.

  1. Statistika Inferensial

Statistika inferensial adalah statistik yang berkaitan dengan analisis data (sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulanpenyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan kepada seluruh subyek tempat data diambil (populasi) (Burhan Nurgiyantoro dkk, 2000;12).

Statistika inferensial adalah statistik yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang bersifat umum dari data yang telah disusun dan diolah (M.Subana dkk, 2000;12) Statistika inferensial atau statistika induktif bermaksud menyajikan, menganalisa data dari suatu kelompok untuk ditarik kesimpulan-kesimpulan, prinsip-prinsip tertentu yang berlaku bagi kelompok yang lebih besar (populasi) disamping berlaku bagi kelompok yang bersangkutan (sampel).

Statistika inferensial merupakan langkah akhir dari tugas statistika karena dalam setiap penelitian kesimpulan inilah yang diinginkan. Statistika inferensial harus berdasar pada statistika deskriptif, sehingga kedua-duanya harus ditempuh secara benar agar kita mendapatkan kegunaan maksimal dari statistika ini.

Yang masih tercakup dalam statistika inferensial adalah statistik parametrik dan non-parametrik.

  1. Statistik parametrik merupakan statistika inferensial yang mempertimbangkan nilai dari satu parameter populasi atau lebih dan umumnya membutuhkan data yang skala pengukuran minimalnya adalah interval dan rasio.

Statistika parametrik adalah suatu ukuran tentang parameter, artinya ukuran seluruh populasi dalam penelitian yang harus diperkirakan dari apa yang terdapat di dalam sampel (karakteristik populasi). Satu syarat umum yang harus dipenuhi apabila seorang peneliti akan menggunakan statistika parametrik, yaitu normalitas distribusi. Asumsi ini harus terpenuhi, karena: 1) secara teoretik karakteristik populasi mengikuti model distribusi normal; 2) nilai-nilai baku statistik yang digunakan untuk uji hipotesis didasarkan kepada model distribusi normal. Asumsi-asmsi lain seperti homogenitas, linieritas harus dipenuhi sesuai dengan hipotesis yang akan diuji.

Statistika non parametrik yaitu statistik yang tidak memperhatikan nilai dari satu parameter populasi atau lebih. Statistik non parametrik digunakan karena analisis parametrik tidak konsisten lagi sehingga tidak terikat atau terbebas dari model distribusi dan sampelnya relatif kecil. Pada umumnya validitas pada statistika non parametrik tidak bergantung pada model peluang yang spesifik dari populasi. Data yang dibutuhkan lebih banyak berskala ukuran nominal atau ordinal.

JENIS-JENIS HIPOTESIS (skripsi tesis dan disertasi)

 

Penelitian Hipotesis dapat diklasifikasikan berdasarkan rumusannya dan proses pemerolehannya.

  1. Ditinjau dari rumusannya, hipotesis dibedakan menjadi : Hipoteis kerja, yaitu hipotesis sintesis dari hasil kajian teoritis. Hipotesis kerja biasanya disingkat H1 atau Ha. Hipotesis nol atau hipotesis statistik, merupakan lawan dari hipotesis kerjadan sering disingkat Ho. Ada kalanya peneliti merumuskan hipotesis dalam bentuk H1 dan Ho untuk satu permasalahan penelitian. Hal ini didasari atas pertimbangan bahwa Ho sengaja dipersiapkan untuk ditolak sedangkan H1 dipersiapkan untuk diterima (Sudarwan Danim dan Darwis, 2003 : 171).
  2. Ditinjau dari proses pemerolehannya, hipotesis dibedakan menjadi Hipotesis induktif, yaitu hipotesis yang dirumuskan berdasarkan pengamatan untuk menghasilkan teori baru (pada penelitian kualitatif). Hipotesis deduktif, merupakan hipotesis yang dirumuskan berdasarkan teori ilmiah yang telah ada (pada penelitian kuantitatif). Hubungan antara hipotesis dengan observasi dan teori ilmiah pada hipotesis induktif dan deduktif dapat divisualisasikan sebagai berikut (Trochim, 2005).

CIRI-CIRI HIPOTESIS PENELITIAN YANG BAIK (skripsi tesis dan disertasi)

Pernyataan hipotesis yang baik memiliki beberapa kriteria. Berikut ini dua kriteria pernyataan hipotesis baik (Kerlinger, 2006: 30).

Hipotesis adalah pernyataan tetang relasi antara variabel-variabel

Hipotesis mengandung implikasi-implikasi yang jelas untuk pengujian hubungan-hubungan yang dinyatakan tersebut.

Bersadarkan dua kriteria tersebut disimpulkan bahwa pernyataan hipotesis mengandung dua variabel atau lebih yang dapat diukur serta menunjukkan secara jelas dan tegas cara variabel-variabel tersebut berhubungan (Kerlinger, 2006 : 30). Selain itu, Nazir (2005: 152) juga mengemukakan ciri-ciri hipotesis yang baik, yaitu:

  1. Hipotesis harus menyatakan hubungan antar variabel
  2. Hipotesis harus sesuai dengan fakta
  3. Hipotesis harus berhubungan dengan ilmu dan sesuai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan
  4. Hipotesis harus dapat diuji dengan nalar ataupun dengan alat-alat statistika Hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk sederhana dan terbatas untuk mengurangi timbulnya kesalahpahaman pengertian
  5. Hipotesis harus bisa menerangkan hubungan fakta-fakta dan dapat dikaitkan dengan teknik pengujian

Secara umum, berdasarkan pendapat ahli tersebut, hipotesis yang baik harus menyatakan hubungan antar variabel, sesuai dengan fakta dan ilmu pengetahuan, harus masuk akal dan dapat diuji.

TEKNIK SAMPLING PADA PENELITIAN KUALITATIF (skripsi tesis dan disertasi)

Objek kajian penelitian kualitatif sering bersifat kasuistik. Peneliti tidak mementingkan generalisasi. Oleh karena itu, sampel ditentukan secara purposif (sengaja/dengan pertimbangan) sehingga sampel penelitian tidak perlu mewakili populasi. Adapun pertimbangan penelitian sampel bukan berdasarkan pada aspek keterwakilan populasi didalam sampel. Pertimbangannya lebih pada kemampuan sampel (informan) untuk memasok informasi selengkap mungkin kepada peneliti. Sampel yang digunakan dalam metode penelitian kualitatif adalah sampel kecil, tidak representatif, purposive (snowball), dan berkembang selama proses penelitian. Nasution (1992) mengungkapkan bahwa metode kualitatif sampelnya sedikit dan dipilih menurut tujuan (purpose) penelitian. Penelitian ini sering berupa studi kasus atau multi kasus. Penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, tetapi dinamakan situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen, yaitu tempat (place), pelaku (actor), dan aktivitas (activity)

UNIT WAKTU SILABUS (skripsi tesis dan disertasi)

Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan d tingkat  satuan pendidikan.

Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.

Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus  sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata  pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Khusus untuk  SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan  satuan kompetensi.

PENGERTIAN SILABUS (skripsi tesis dan disertasi)

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar.

Silabus berisikan komponen pokok yang dapat menjawab pertanyaan berikut.: Kompetensi yang akan ditanamkan kepada peserta didik melalui suatu kegiatan pembelajaran kegiatan yang harus dilakukan untuk menanamkan / membentuk kompetensi tersebut upaya yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki peserta didik Silabus bermanfaat sebagai pedoman sumber pokok dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut, mulai dari pembuatan

PRINSIP PENGEMBANGAN SILABUS ILMIAH (skripsi tesis dan disertasi)

  Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.

Komponen-komponen silabus  saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.

Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian. Memadai.

  1. Cakupan indikator

materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.

  1. Aktual dan Kontekstual.

Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.

Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.

Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor)

 

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP (skripsi tesis dan disertasi)

RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis. Dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dapat ditempuh langkah-langkah sebagai berikut (Niron, 2009):

  1. Mengisi kolom identitas
  2. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan
  3. Menentukan SK, KD, dan Indikator yang akan digunakan yang terdapat pada silabus yang telah
  4. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SI, KD, dan Indikator yang telah ditentukan
  5. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/pembelajaran yang terdapat dalam Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran.
  6. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan
  7. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan Langkah-langkah pembelajaran berupa rincian skenario pembelajaran yang        mencerminkan penerapan strategi pembelajaran termasuk alokasi waktu setiap tahap.

LANGKAH DALAM PENELITIAN GROUNDED THEORY (skripsi tesis dan disertasi)

Langkah yang harus dilakukan peneliti kualitatif yang menggunakan grounded theory, yaitu:

  1. Peneliti harus bisa memahami atau memiliki gambaran sifat-sifat realitas empiris
  2. Penelitian dimulai dengan suatu pernyataan dasar mengenai empiris lapangan
  3. Peneliti menetapkan data yang akan diambil dan teknik/metode
  4. Peneliti harus melakukan eksplorasi
  5. Peneliti harus melakukan pemeriksaan di dalam proses inspection
  6. Peneliti harus mampu mengadakan analisis
  7. Peneliti harus mampu merekonstruksi penemuan untuk hipotesis baru

DESAIN PENELITIAN KUALITATIF (skripsi tesis dan disertasi)

  1. Fenomenologi

Istilah fenomenologi sering digunakan sebagai anggapan umum untuk menunjuk pada pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe subjek yang ditemui. Fenomenologi digunakan sebagai perspektif filosofi dan juga digunakan sebagai pendekatan dalam metodologi kualitatif. Fenomenologi merupakan pandangan berpikir yang menekankan pada fokus kepada pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia. Studi fenomenologi mencoba mencari arti pengalaman dalam kehidupan. Peneliti menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian, dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian fenomenologi adalah mencari atau menemukan makna dari hal-hal yang esensial atau mendasar dari pengalaman hidup tersebut.

  1. Grounded Theory (Teori Dasar)

Penelitian teori dasar (grounded theory) merupakan penelitian yang diarahkan pada penemuan atau minimal menguatkan suatu teori. Dengan kata lain, grounded theory merupakan prosedur penelitian kualitatif yang sistematis, dimana peneliti menerangkan konsep, proses, tindakan, atau interaksi suatu topik pada level konseptual yang luas. Penelitian dasar dilaksanakan dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, cek dan recek ke lapangan, studi perbandingan antar kategori, hingga verifikasi sampai pada titik jenuh. Strauss dan Corbin mengemukakan bahwa pendekatan teori dasar adalah suatu metode penelitian kualitatif yang menggunakan prosedur sistematis untuk mengembangkan teori secara induktif yang memperoleh teori dasar. Penelitian ini juga bertujuan membangun teori yang dapat dipercaya dan menjelaskan wilayah di bawah studi. Tujuan umum dari penelitian dasar ini yaitu secara induktif memperoleh data, diperlakukan untuk pengembangan teoritis, dan diputuskan secara memadai untuk domainnya dengan memerhatikan sejumlah kriteria evaluatif.

  1. Studi Kasus

Penelitian kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus dalam arti penelitian difokuskan pada satu fenomena saja yang dipilih dan ingin dipahami secara mendalam, dengan mengabaikan fenomena-fenomena lainnya. Satu fenomena tersebut dapat berupa seorang pemimpin sekolah atau pimpinan pendidikan, sekelompok siswa, suatu program, suatu proses, satu penerapan kebijakan, atau satu konsep.

  1. Etnografi

Studi mendalam mengenai tingkah laku yang alami yang berikatan dengan kebudayaan atau keseluruhan kelompok sosial. Etnografi mencoba memahami hubungan antara budaya dan tingkah laku dengan budaya dengan keyakinan/ kepercayaan, nilai, konsep, sikap dari sekelompok orang. Etnografi mengungkap apa yang seseorang lakukan dan menjelaskan mengapa mereka melakukan itu. Etnografer (peneliti etnografi) mendeskripsikan, menganalisis dan mengintepretasikan budaya sepanjang waktu menggunakan observasi dan studi lapangan sebagai strategi pengumpulan data primer. Hasil dari penelitian ini berupa gambaran budaya berdasar sudut pandang subyek penelitian yang sama dengan sudut pandang peneliti.

  1. Penelitian Tindakan (Action Research)

Stringer (1996: 15) mendefinisikan penelitian tindakan sebagai pendekatan kolaboratif untuk menyelidiki, menelaah atau mengkaji dan menemukan sesuatu, yang memungkinkan orang menggunakan tindakan tindakan yang sistematis untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Klarifikasi definisi yang dikemukakan Stringer dapat kita temukan pada definisi yang dipaparkan oleh Rochman Natawidjaja (1997: 2) yang menyatakan bahwa penelitian tindakan adalah pengkajian terhadap suatu permasalahan dengan ruang lingkung yang tidak terlalu luas yang berkaitan dengan suatu perilaku seseorang atau sekelompok orang teretentu di lokasi tertentu, disertai dengan penelaahan yang teliti terhadap suatu perlakuan tertentu dan mengkaji sampai sejauh mana dampak perlakuan itu trhadap yang sedang diteliti

 

PENGERTIAN SAMPLING   (skripsi tesis dan disertasi)

 

Pengertian sampling atau metode pengambilan sampel menurut penafsiran beberapa ahli . Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut;

 

  1. Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel (Sugiyono, 2001: 56).
  2. Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif. (Margono, 2004)

   TAHAP PEMILIHAN SAMPEL (skripsi tesis dan disertasi)

 

Agar diperoleh sampel yang representatif peneliti perlu menggunakan prosedur pemilihan sampel yang sistematis. Tahapannya adalah sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasi populasi target
  2. Memilih kerangka pemilihan sampel
  3. Menentukan metode pemilihan sampel
  4. Merencanakan prosedur penentuan unit sampel
  5. Menentukan ukuran sampel
  6. Menentukan unit sampel

SUMBER KESALAHAN SAMPEL (skripsi tesis dan disertasi)

 

Secara umum didapati adanya beberapa sumber kesalahan dalam pengambilan sampel. Kesalahan-kesalahan tersebut adalah:

  1. Variasi Acak (Random Variation)

Variasi acak merupakan kesalahan sampling yang paling umum dijumpai.

  1. Kesalahan spesifikasi (mis-specification of sample subject)

Kesalahan yang diakibatkan oleh kekeliruan spesifikasi sangat umum dijumpai dalam pengambilan pendapat untuk pemilihan umum.

  1. Kesalahan penentuan responden

Sumber kesalahan tambahan dalam survei sampel adalah disebabkan oleh kesalahan penetapan responden dari beberapa anggota sampel. Pada umumnya para peneliti mengasumsikan bahwa responden dan nonresponden mewakili lapisan-lapisan serupa dari populasi padahal sebenarnya ini merupakan kasus yang jarang terjadi.

  1. Kesalah karena ketidaklengkan cakupan daftar populasi (coverage error).

Salah satu kunci sukses dari pemilihan sampel yang baik adalah ketersediaan daftar unsur populasi (population frame) lengkap yang relevan. Kesalahan karena ketidaklengkapan cakupan daftar unsur populasi (coverage error) timbul karena ketidaktersediaan daftar kelompok tertentu di daftar unsur populasi

  1. Kesalahan karena ketidaklengkapan respon (Non response error)

Tidak setiap responden berkenan merespon suatu survey. Pengalaman menunjukkan bahwa individu-individu yang berada di kelas ekonomi atas dan bawah cenderung kurang merespon survey dibandingkan dengan mereka yang berada di kelas menengah. Kesalahan karena ketidaklengkapan respon (nonresponse error) muncul dari kegagalan untuk mengumpulkan data dari semua individu dalam sampel.

  1. Kesalahan penarikan sampel (sampling error)

Diyakini bahwa sampel yang baik merupakan miniature dari populasi. Meskipun demikian pengambilan sampel yang berulang-ulang biasanya menghasilkan besaran suatu karakteristik populasi yang berbeda-beda antar satu sampel ke sampel lainnya. Dalam hal ini kesalahan penarikan sampel (sampling error) mencerminkan keheterogenan tau peluang munculnya perbedaan dari satu sampel dengan sampel yang lain karena perbedaan individu yg terpilih dari berbagai sampel tersebut. sampling error dapat diperkecil dengan memperbesar ukuran sampel meskipun upaya ini mengakibatkan peningkatan biaya survey.

  1. Kesalahan pengukuran (Measurement error)

Pada umumnya kuisioner dirancang dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi yang berguna. Data yang diperoleh harus valid dan respon yang benar harus terukur. Permasalahan yang sering timbul adalah ternyata lebih mudah membicarakan bagaimana memroleh pngukuran yang bermakna daripada melaksanakannya.

UKURAN SAMPEL (skripsi tesis dan disertasi)

 

Ukuran sample tergantung beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya ialah:

  1. Homogenitas unit-unit sample, secara umum semakin mirip unit-unit sampel; dalam suatu populasi semakin kecil sample yang dibutuhkan untuk memperkirakan parameter-parameter populasi.
  2. Kepercayaan, mengacu pada suatu tingkatan tertentu dimana peneliti ingin merasa yakin bahwa yang bersangkutan memperkirakan secara nyata parameter populasi yang benar. Semakin tinggi tingkat kepercayaan yang diingnkan, maka semakin besar ukuran sample yang diperlukan.
  3. Presisi, mengacu pada ukuran kesalahan standar estimasi. Unutk mendapatkan presisi yang besar dibutuhkan ukuran ssmpel yang besar pula.
  4. Kekuatan Statsitik, mengacu pada adanya kemampuan mendeteksi perbedaan dalam situasi pengujian hipotesis. Untuk mendpatkan kekuatan yang tinggi, peneliti memerlukan sample yang besar.
  5. Prosedur Analisa, tipe prosedur analisa yang dipilih untuk analisa data dapat juga mempengaruhi seleksi ukuran sample.
  6. Biaya, Waktu dan Personil: Pemilihan ukuran sample juga harus memeprtimbangkan biaya, waktu dan personil. Sample besar akan menuntut biaya besar, waktu banyak dan personil besar juga.

KRITERIA SAMPEL YANG BAIK (skripsi tesis dan disertasi)

 

Sampel yang baik yang memenuhi dua buah kriteria sebagai berikut ini.

  1. Akurat

Sampel yang akurat (accurate) adalah sampel yang tidak bias. Beberapa cara dapat dilakukan untuk meningkatkan akurat dari sampel sebagai berikut:

  • Pemilihan sampel berdasarkan proksi yang tepat.
  • Menghindari bias di seleksi sampel
  • Pemilihan sampel yang bias (sample selection bias) akan membuat sampel tidak akurat.
  1. Presisi

Sampel yang mempunyai presisi yang tinggi adalah yang mempunyai kesalahan pengambilan sampel (sampling error) yang rendah. Kesalahan pengambilan sampel (sampling error) adalah seberapa jauh sampel berbeda dari yang dijelaskan oleh populasinya. Presisi diukur dengan standard erro of estimate. Semakin kecil standard error of estimate semakin tingg presisi sampelnya. Presisi dapat ditingkatkan dengan jumlah sampelnya. Semakin besar jumlah sampelnya, semakin kecil kesalahan standar estimasinya

JENIS-JENIS MASALAH DALAM PENELITIAN (skripsi tesis dan disertasi)

 

Masalah penelitian dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis menurut Sugiyono (1994), antara lain :

  1. Permasalahan Deskriptif

Permasalahan deskriptif merupakan permasalahan dengan variabel mandiri baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Dalam penelitian ini, peneliti tidak membuat perbandingan variabel yang satu pada sampel yang lain, hanya mencari hubungan variabel yang satu dengan variabel yang lain.

  1. Permasalahan Komparatif

Permasalahan ini merupakan rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda pada waktu yang berbeda

  1. Permasalahan Asosiatif

Merupakan rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan, yaitu :

  1. a) Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama.
  2. b) Hubungan kausal Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi)
  3. c) Hubungan interaktif/ resiprocal/ timbal balik Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen

SUMBER MASALAH DALAM PENELITIAN (skripsi tesis dan disertasi)

 

Permasalahan dapat berasal dari berbagai sumber. Menurut James H. MacMillan dan Schumacher (Hadjar, 1996 : 40 – 42), masalah dapat bersumber dari :

  1. Observasi

Masalah dalam penelitian dapat diangkat dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum memiliki penjelasan memadai dan cara-cara rutin yang dalam melakukan suatu tindakan didasarkan atas otiritas atau tradisi.

  1. Dedukasi dari teori

Teori merupakan konsep-konsep yang masih berupa prinsip-prinsip umum yang penerapannya belum dapat diketahui selama belum diuji secara empiris. Penyelidikan terhadap masalah yang dianggap dari teori berguna untuk mendapatkan penjelasan empiris praktik tentang teori.

  1. Kepustakaan

Hasil penelitian mungkin memberikan rekomendasi perlunya dilakukan penelitian ulang (replikasi) baik dengan atau tanpa variasi. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian dan kemampuan untuk digeneralisasikan lebih luas. Laporan penelitian sering juga menyampaikan rekomendasi kepada peneliti lain tentang apa yang perlu diteliti lebih lanjut. Hal ini juga menjadi sumber untuk menentukan masalah yang menentukan masalah yang perlu diangkat untuk diteliti.

  1. Masalah sosial

Masalah sosial yang ada di sekitar kita atau yang baru menjadi berita terhangat (hot news) dapat menjadi sumber masalah penelitian.

  1. Pengalaman pribadi

Pengalaman pribadi dapat menimbulkan masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. (Purwanto 2010:109-111).

PENGERTIAN MASALAH DALAM PENELITIAN (skripsi tesis dan disertasi)

 

Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan, dan kompetisi. Menurut Suryabrata (1994 : 60) masalah merupakan kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan kenyataan (das sein), antara kebutuhan dengan yang tersedia, antara yang seharusnya (what should  be) dengan yang ada (what it is) (Suryabrata, 1994: 60). Penelitian dimaksudkan untuk menutup kesenjangan (what can be).

JENIS DAN METODE SAMPLING (skripsi tesis dan disertasi)

Secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua (2) kelompok, yaitu

Probability sampling menurut Sugiyono adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

Nonprobability sampling menurut Sugiyono adalah teknik yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

  • Probability sampling

Probability sampling menuntut bahwasanya secara ideal peneliti telah mengetahui besarnya populasi induk, besarnya sampel yang diinginkan telah ditentukan, dan peneliti bersikap bahwa setiap unsur atau kelompok unsur harus memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel.

  1. a) Simple random sampling

Menurut Kerlinger (2006:188), simple random sampling adalah metode penarikan dari sebuah populasi atau semesta dengan cara tertentu sehingga setiap anggota populasi atau semesta tadi memiliki peluang yang sama untuk terpilih atau terambil. Menurut Sugiyono (2001:57) dinyatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi  dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Margono (2004:126) menyatakan bahwa  simple random sampling adalah teknik untuk mendapatkan  sampel yang langsung dilakukan pada unit sampling. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. Teknik ini dapat dipergunakan bilamana jumlah unit sampling di dalam suatu populasi tidak terlalu besar.

  1. b) Proportionate stratified random sampling

Margono (2004: 126) menyatakan bahwa stratified random sampling biasa digunakan pada populasi yang mempunyai susunan bertingkat atau berstrata. Menurut  Sugiyono (2001: 58) teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.

  1. c) Disproportionate stratified random sampling

Sugiyono (2001: 59) menyatakan bahwa teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel bila populasinya berstrata tetapi kurang proporsional.

  1. d) Area (cluster) sampling (sampling menurut daerah)

Teknik ini disebut juga cluster random sampling. Menurut Margono (2004: 127), teknik ini digunakan bilamana populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu atau cluster. Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten.

  • Nonprobability sampling

Non Probability sampling adalah sebuah teknik sampling yang tidak memperhatikan banyak variabel dalam penarikan sampel. Sampel-sampel dari Nonprobability Sampling juga disebut sebagai subjek penelitian dimana hasil dari uji yang dilakukan pada sampling tidak memiliki hubungan dengan populasi. Tujuan penggunaan teknik sampling ini lebih banyak melekat pada materi yang diujikan sedangkan pada random samplin atau probability Sampling, tujuan penelitian melekat pada nilai dari materi pada populasi yang diujikan.

  1. Sampling sistematis

Sugiyono (2001:60) menyatakan bahwa sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

  1. Quota sampling

Menurut Sugiyono (2001: 60) menyatakan bahwa  sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Menurut Margono (2004: 127) dalam  teknik  ini  jumlah populasi tidak diperhitungkan akan tetapi diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Sampel diambil dengan memberikan jatah atau quorum tertentu terhadap kelompok. Pengumpulan data dilakukan langsung pada unit sampling. Setelah kuota terpenuhi, pengumpulan data dihentikan.

  1. Sampling aksidental

Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel  berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2001: 60). Menurut Margono (2004: 27) menyatakan bahwa dalam teknik ini pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui.

  1. Purposive sampling

Sugiyono (2001: 61) menyatakan bahwa sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan  pertimbangan tertentu. Menurut Margono (2004:128),  pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling  didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah  diketahui sebelumnya, dengan kata lain unit sampel yang  dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu yang  diterapkan berdasarkan tujuan penelitian.

  1. Sampling jenuh

Menurut Sugiyono (2001:61) sampling jenuh adalah  teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi  digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila  jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang. Istilah  lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.

  1. Snowball sampling

(Sugiyono, 2001: 61), Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel  yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel begitu seterusnya, sehingga jumlah  sampel semakin banyak. Ibarat bola salju yang menggelinding semakin lama semakin besar.

Pada penelitian kualitatif banyak menggunakan purposive dan snowball sampling

Ukuran Sampel (skripsi tesis dan disertasi)

 

 

Pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi. Namun dalam penelitian yang bersifat psikologi seperti pada penelitian pendidikan, Semakin besar jumlah akan menghasilkan data yang lebih stabil. Selain dari karakteristik peneliti juga harus mempertimbangkan jumlah data yang dibutuhkan untuk keperluan analisis Statistik.

Sebagai contoh jika penelitian yang dilakukan bertujuan untuk membandingkan dua bua grouph dengan satu variabel pembanding, analisis yang dilakukan untuk data yang terdistribusi normal adalah untuk distribusi t mengharuskan minimal jumlah data terdiri dari 30 data karena kurang dari itu tidak menghasilkan analisis yang baik dan tidak lebih dari 60 data.

Beberapa ahli memberikan gambaran mengenai jumlah sampel yang berbeda-beda namun pertimbangan jenis dan bidang penelitian sebaiknya dijadikan acuan untuk memilih ukuran sampel.

Sebagai gambaran pendapat beberapa ahli mengenai jumlah sampel Gay dan Diehl (1992) pada kajian penelitian untuk kelas bisnis dan manajemen memberikan sara ukuran sampel minimal

  1. Penelitian deskriptif, jumlah sampel minimum adalah 10% dari populasi Penelitian korelasi, jumlah sampel minimum adalah 30 subjek
  2. Penelitian kausal perbandingan, jumlah sampel minimum adalah 30 subjek per group
  3. Penelitian eksperimental, jumlah sampel minimum adalah 15 subjek per group

Frankel dan Wallen (1993) pada kajian penelitian evaluasi pendidikan menyarankan Penelitian deskriptif jumlah sampel minimum adalah 100 sampel Penelitian jumlah sampel minimum adalah 50 sampel Penelitian kausal-perbandingan sebanyak 30 sampel untuk setiap group Penelitian eksperimental sebanyak 30 atau 15 per group

Roscoe, Ukuran sampel penelitian dibedakan menjadi 4 (empat), yaitu :

  1. Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian

Analisis SEM (skripsi tesis dan disertasi)

Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan di implementasikan. Teknik analisis yang dipilih untuk menganalisis data dan menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah The Structural Equation Model (SEM). Untuk menjawab hipotesis digunakan Partial Least Square (PLS). Menurut Ghozali (2016) perhitungan dilakukan dengan menggunakan alat Bantu Smart Partial Least Square (PLS), dikarenakan berbentuk multi jalur dan model yang digunakan berbentuk Reflektif. Model perhitungan dilakukan dengan menggunakan alat bantu Smart PLS dikarenakan dalam penelitian ini memiliki hubungan multi jalur dan berbentuk reflektif. Selain itu dikarenakan sampling kurang dari 100 responden. Model reflektif adalah model yang menunjukan hubungan dari variable laten ke indikatornya. Langkah-langkah pemodelan persamaan struktural berbasis PLS (Ghozali, 2016) adalah sebagai berikut: a. Konseptualisasi model Konseptual model Merupakan langkah awal dalam analisis SEM-PLS (Ghozali, 2016), yang dibagi menjadi dua tahapan, yaitu: 27 1) Merancang model pengukuran (outter model) Outer model sering juga disebut (outer relation atau measurement model) mendefinisikan bagaimana setiap blok indikator berhubungan dengan variabel laten. 2) Merancang model structural (inner model) Inner model yang kadang disebut juga dengan (inner relation, structural model dan substantive theory) menggambarkan hubungan antar variabel laten berdasarkan pada substantive theory. b. Evaluasi Model Evaluasi model PLS berdasarkan pada pengukuran prediksi yang mempunyai sifat non parametrik. Model evaluasi PLS dilakukan dengan menilai outer model dan inner model. Model pengukuran atau outer model dilakukan untuk menilai validitas dan reliabilitas model, sedangkan model struktural atau inner model untuk memprediksi hubungan antar variable laten. 1) Pengukuran model (outer model) Outer model sering juga disebut outer relation atau measurement model, mendefinisikan bagaimana setiap blok indikator berhubungan dengan variabel laten. Hengky dan Ghozali (2016), evaluasi model pengukuran atau outer model dilakukan untuk menilai validitas dan reabilitas model. Uji validitas di bidang SEM melakukan pengujian validitas convergent dan discriminant

Discriminant validity, prinsip dari validitas discriminant berhubungan dengan prinsip bahwa pengukur-pengukur konstruk yang berbeda seharusnya tidak berkorelasi dengan tinggi. Cara untuk mengujivaliditas discriminant dengan indikator reflektif yaitu melihat nilai cross loading untuk setiap variabel harus lebih besar dari 0.7 (Fornell, dalam Ghozali, 2016). 28 Reliabilitas dari outermodel diukur dengan menggunakan composite realibility. Composite reliability adalah nilai batas yang dapat diterima. Tingkat reliabilitas komposit (ρc) yang baik adalah ≥ 0.7, walaupun bukan merupakan standar absolut. Nilai Cronbach’s Alpha adalah lebih besar dari 0.6 (Ghozali, 2016)

2) Model struktural (innermodel) Innermodel yang kadang disebut juga dengan inner relation, structural model atau substantive theory, menggambarkan hubungan antar variabel laten berdasarkan pada substantive theory. Inner model dievaluasi dengan menggunakan R-square untuk konstruk dependen atau variabel laten endogen. Menilai PLS dilihat dari R-square untuk setiap variabel laten dependen. Perubahan nilai R-square digunakan untuk menilai pengaruh variabel independen tertentu terhadap variabel laten dependen secara substantif (Ghozali, 2016). 3) Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilihat dari besarnya nilai t-statistik. Signifikansi parameter yang diestimasi memberikan informasi yang sangat berguna mengenai pengaruh antar variabel. Uji Hipotesis untuk outer model dengan indikator reflektif dilakukan dengan melihat nilai T-statistik outer loading dan dibandingkan dengan nilai ttabel = 1.96 pada tingkat signifikansi 5%. Jika T-statistik > t-tabel maka indikator reflektif valid dan reliable sebagai pengukur konstruk. Uji Hipotesis untuk inner model dilakukan dengan melihat nilai Tstatistik, jika T-statistik > t-tabel maka dapat disimpulkan variabel eksogen memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel endogen

Uji Validitas dan Reliabilitas (skripsi tesis dan disertasi)

Suatu skala pengukuran disebut valid apabila melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya diukur (Kuncoro, 2013). Dalam penelitian ini, uji validitas dihitung dengan menghitung korelasi antar skor tiap butir pernyataan dengan total skor atau disebut uji korelasi Pearson dengan tingkat toleransi kesalahan sebesar 0,05. Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r table. Jika r hitung lebih besar dari r table dan nilai positif maka butir atau pertanyaan atau indicator tersebut dinyatakan valid (Ghozali, 2016). Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan Reliabel apabila jawaban dari seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2016). Realibilitas diukur dengan menggunakan Cronbach Alpha. Variabel dikatakan reliable j

Jenis Data (skripsi tesis dan disertasi)

Data adalah semua keterangan yang dijadikan responden, maupun yang berasal dari dokumen, baik dalam bentuk statistik/dalam bentuk lainnya guna keperluan penelitian. Data diperoleh dengan nilai satu atau lebih variabel dalam sampel atau populasi (Kuncoro, 2013). Data dapat diklasifikasikan menjadi data kuantitatif dan data kualitatif. 1. Data Kualitatif Kuncoro (2013) mendefinisikan bahwa data kualitatif adalah yang tidak berbentuk angka dan tidak dapat diukur dalam skala numerik. Namun karena dalam bentuk angka, maka data kualitatif umumnya dapat dikuantitatifkan agar dapat diproses lebih lanjut. 2. Data Kuantitatif Data kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik atau angka (Kuncoro, 2013). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, karena dalam pengumpulan berupa angka yang diperoleh dari kuesioner

Pengertian SMARTPLS (skripsi tesis dan disertasi)

Pengertian SmartPLS menurut Latan (2012) “merupakan teknik alternative dari SEM berbasis vaiance seperti AMOS dan LISREL. Software ini dikembangkan oleh Institut Of Hamburg Jerman. Aplikasi ini digunakan untuk (grafis) pemodelan jalur dengan variabel laten (LVP). The Pertial Least Squares (PLS) -method (PLS) yang digunakan untuk menganalisis software ini. Smartpls menggunakan bahasa pemrograman JAVA.

Langkah-langkah PLS SEM (skripsi tesis dan disertasi)

a. Langkah 1: Setiap variabel laten disusun didasarkan dengan jumlah berbobot semua variabel manifestnya masing-masing. b. Langkah 2: Setiap variabel laten diestimasi dengan menggunakan jumlah berbobot setiap variabel laten yang berdekatan dengan variabel laten tersebut. c. Langkah 3: untuk inisialisasi semua bobot adalah 1 ( satu ). Kemudian bobot tersebut dihitung ulang dengan didasarkan pada nilai-nilai variabel laten yang diperoleh pada langkah kedua.   d. Langkah 4: pengaturan vektor bobot luar dalam suatu matriks bobot luar untuk membuat estimasi nilai-nilai faktor (variabel laten) dengan didasarkan pada variabel-variabel maifesi. Vektor adalah seperangkat variabel yang dapat diwakili dengan menggunakan indeks. Suatu vektor dapat berupa variabel numerik atau string dan variabel tersebut dapat bersifat tetap atau sementara. e. Langkah 5: jika perubahan relatif semua bobot dari suatu iterasi ke iterasi berikutnya menjadi lebih kecil dibandingkan dengan toleransi yang sudah didefinisikan sebelumnya; maka 5 estimasi nilai-nilai faktor yang dilakukan pada langkah ke empat sudah dianggap final. Jika belum, maka langkah diulangi lagi ke langkah dua.

PLS-SEM (skripsi tesis dan disertasi)

Beberapa hal penting yang melandasi SEM menurut Monecke & Leisch (2012) menggunakan PLS diantaranya : SEM menggunakan PLS terdiri tiga komponen, yaitu model struktural, model pengukuran dan skema pembobotan. Bagian ketiga ini merupakan ciri khusus SEM dengan PLS dan tidak ada pada SEM yang berbasis kovarian. 1. SEM menggunakan PLS hanya mengijinkan model hubungan antar variabel yang recursif (sarah) saja. Hal ini sama dengan model analisis jalur (path analysis) 10 tidak sama dengan SEM yang berbasis kovarian yang mengijinkan juga terjadinya hubungan non-recursif (timbal-balik). 2. Pada model struktural, yang disebut juga sebagai model bagian dalam, semua variable laten dihubungkan satu dengan yang lain dengan didasarkan pada teori subtansi. Variable laten dibagi menjadi dua, yaitu eksogenous dan endogenous. Variaabel laten eksogenous adalah variable penyebab atau variable tanpa di dahului oleh variabel lainnya dengan tanda anak panah menuju ke variabel lainnya (variable laten endorgenous)

Partial Least Square (PLS) (skripsi tesis dan disertasi)

Partial Least Square (PLS) dikembangkan sebagai alternatif CBSEM. Secara filosofis, perbedaan antara CBSEM dan PLS menurut Wold dalam Ghozali (2012) adalah orientasi model persamaan struktural yang digunakan untuk menguji teori atau untuk mengembangkan teori (tujuan prediksi). Pendekatan untuk mengestimasi variabel laten dianggap sebagai kombinasi linear dari indikator sehingga menghindarkan masalah indeterminacy dan memberikan definisi yang pasti dari komponen skor Ghozali (2012). Menurut Jogiyanto dan Abdillah (2010) PLS adalah analisis persamaan struktural (SEM) berbasis varian yang secara simultan dapat melakukan pengujian model pengukuran sekaligus pengujian model struktural. Model pengukuran digunakan untuk uji validitas dan reliabilitas, sedangkan model struktural digunakan untuk uji kausalitas (Pengujian hipotesis dengan model prediksi). Perbedaan mendasar PLS yang merupakan SEM berbasis varian dengan LISREL atau AMOS yang berbasis kovarian adalah tujuan penggunaannya. SEM berbasis konvarian bertujuan untuk mengestimasi model untuk pengujian atau konfirmasi teori, sedangkan SEM varian bertujuan untuk memprediksi 9 model untuk pengembangan teori, karena itu, PLS merupakan alat prediksi kausalitas yang digunakan untuk pengembangan teori. Ada beberapa hal yang membedakan analisis PLS dengan model analisis SEM yang lain: 1. Data tidak harus berdistribusi normal multivariate 2. Dapat digunakan sampe kecil. Minimal sampel > 30 dapat digunakan. 3. PLS selain dapat digunakan untuk mengkonfirmasikan teori, dapat juga digunakan untuk menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antar variabel laten. 4. PLS dapat menganalisis sekaligus konstruk yang di bentuk dengan indikator reflektif dan formatif Ada beberapa program komputer untuk mengestimasi model pada model persamaan struktural yaitu program Smartpls, LISREL, AMOS, EQS, SAS PRODUCCALIS, dan STATISTICA SEPATH