Definisi Profitabilitas (skripsi dan tesis)

Menurut Gitman (2009) profitabilitas adalah hubungan antara pendapatan dan biaya yang dihasilkan dengan menggunakan aset perusahaan. Definisi lain menurut Brigham dan Houston (2011) menyatakan bahwa profitabilitas adalah hasil bersih dari serangkaian kebijakan dan keputusan.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau nilai hasil akhir operasional perusahaan selama periode tertentu. Setiap perusahaan selalu berusaha untuk meningkatkan profitabilitasnya. Jika perusahaan berhasil meningkatkan profitabilitasnya, dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut mampu mengelola sumber daya yang dimilikinya secara efektif dan efisien sehingga mampu menghasilkan laba yang tinggi.

 

2.1.8.2 Rasio Profitabilitas

Untuk mengukur tingkat keuntungan suatu perusahaan, digunakan rasio keuntungan/ rasio profiabilitas. Menurut Brigham dan Houston (2011), rasio profitabilitas merupakan sekelompok rasio yang menunjukkan gabungan efek-efek dari likuiditas, manajemen aktiva, dan utang pada hasil-hasil operasi. Terdapat beberapa jenis rasio yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas

suatu perusahaan.

            Rasio profitabilitas memiliki tujuan dan manfaat, tidak hanya untuk pemilik usaha atau manajemen saja, tetapi juga bagi pihak diluar perusahaan, terutama pihak-pihak yang memiliki hubungan atau kepentingan dengan perusahaan. Menurut Kasmir (2011) tujuan penggunaan rasio profitabilitas bagi perusahaan maupun pihak lain adalah :

  1. Mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu.
  2. Menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.
  3. Menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu.
  4. Menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.
  5. Mengukur produktivitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri.

Jenis – jenis rasio profitabilitas menurut Irham Fahmi (2011) adalah :

  1. Gross Profit Margin (GPM)

Rasio ini mengukur efisiensi pengendalian harga pokok atau biaya produksinya, mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk berproduksi secara efisien. Secara matematis rasio ini dapat diukur dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

  1. Net Profit Margin (NPM)

Net Profit Margin merupakan rasio yang menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio ini diinterpretasikan juga sebagai kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya perusahaan pada periode tertentu. Net Profit Margin dihitung dengan rumus sebagai berikut :

  1. Return on Asset (ROA)

Rasio Return on Asset (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas. Dalam analisis laporan keuangan, rasio ini paling sering disoroti, karena mampu menunjukkan keberhasilan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. ROA mampu mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada masa lampau untuk kemudian diproyeksikan di masa yang akan datang. Return on Asset (ROA) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

  1. Return on Equity (ROE)

Rasio Return on Equity  (ROE) disebut juga laba atas equity. Rasion ini menilai sejauh mana suatu perusahaan mempergunakan sumber daya yang dimiliki untuk mampu memberikan laba atas ekuitas.