Uji reliabilitas adalah pengukuran untuk suatu gejala. Semakin tinggi realibilitas suatu alat ukur, maka semakin stabil alat tersebut untuk digunakan. Tingkat realibilitas suatu konstruk atau variabel penelitian dapat dilihat dari hasil statistik Cronbach Alpha (α) Suatu variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai cronbach alpha > 0,60. Semakin nilai alphanya mendekati 21 satu maka nilai realibilitas datanya semakin terpercaya.Dengan kata lain, realibilitas menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam pengukur gejala yang sama. Uji realibilitas dilakukan dengan rumus Croansbach’s Alpha
Uji Validitas (skripsi dan tesis)
Pengujian validitas data digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dianggap valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Pengujian validitas dilakukan dengan bantuan program SPSS for windows. Pengambilan keputusan berdasarkan nilai p value atau nilai signifikasi kurang dari 0,05, maka item pertanyaan tersebut dinyatakan valid dan sebaliknya jika nilai p value atau signifikasi sama dengan atau lebih dari 20 0,05 dinilai tidak valid. Cara analisisnya dengan cara menghitung koefisien korelasi antara masing-masing nilai pada nomor pertanyaan dengan nilai total dari nomor pertanyaan tersebut. Selanjutnya koefisien korelasi yang diperoleh r masih harus diuji signifikansinya bisa menggunakan uji t atau membandingkannya dengan r tabel.Bila t hitung > dari t tabel atau r hitung >dari r tabel, maka nomor pertanyaan tersebut valid. Bila menggunakan program komputer, asalkan r yang diperoleh diikuti harga p< 0,05 berarti nomor pertanyaan itu valid
Ekstraksi Faktor (skripsi dan tesis)
Ekstraksi faktor yang bertujuan untuk mengetahui jumlah faktor yang terbentuk dari data yang ada.Pada tahap ini, akan dilakukan proses inti dari analisis faktor, yaitu melakukan ekstraksi terhadap sekumpulan variabel yang 17 adaKMO>0,5, sehingga terbentuk satu atau lebih faktor.Metode ekstrasi yang digunakan adalah Analisis Komponen Utama (Principal Components Analysis). Analisis komponen utama merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menjelaskan struktur variansi-kovariansi dari sekumpulan variabel melalui beberapa variabel baru dimana variabel baru ini saling bebas, dan merupakan kombinasi linier dari variabel asal. Selanjutnya, variabel baru ini dinamakan komponen utama. Secara umum tujuan dari analisis komponen utama adalah mereduksi dimensi data sehingga lebih muda untuk menginterpretasikan data-data tersebut. Analisis komponen utama bertujuan untuk menyederhanakan variabel yang diamati dengan cara menyusutkan dimensinya. Hal ini dilakukan dengan menghilangkan korelasi variabel melalui transformasi variabel asal ke variabel baru yang tidak berkorelasi.Variabel baru (𝑌)disebut komponen utama yang merupakan hasil transformasi dari variabel asal X yang modelnya dalam bentuk catatan matriks
Kegunaan Analisis Faktor (skripsi dan tesis)
Analisis faktor mempunyai beberapa kegunaan adalah sebagai berikut : a) Untuk mengidentifikasi underlying dimensions (factors) yang dapat menjelaskan korelasi sekumpulan variabel.Untuk mengidentifikasi variabel baru, yang dapat digunakan untuk analisis l lainnya c) Untuk mengedintifikasi satu atau beberapa variabel dari variabel yang banyak jumlahnya. d) Mengkonfirmasi kontruksi suatu variabel latin
Analisis faktor (skripsi dan tesis)
Analisis faktor merupakan salah satu metode statistika multivariate yang digunakan untuk menemukan beberapa faktor yang mendasari dan mampu menjelaskan hubungan atau korelasi antara berbagai indikator independen yang diobservasi . Metode analisis faktor pertama kali digunakan oleh Charles Spearman untuk memecahkan persoalan psikologi dalam tulisannya pada American Journal of Psychology pada tahun 1904 mengenai dan pengukuran intelektual.Analisis faktor menganalisis sejumlah variabel dari suatu pengukuran atau pengamatan yang dititikberatkan pada teori dan kenyataan yang sebenarnya dan menganalisis interkolerasi (hubungan) antara variabel untuk menetapkan apakah variasi-variasi yang tampak dalam variabel-variabel tersebut berdasarkan sejumlah faktor dasar yang jumlahnya lebih sedikit dari jumlah variasi yang ada variabel. Selain itu analisis faktor merupakan metode yang dapat digunakan untuk mereduksi data yaitu suatu proses untuk meringkas sejumlah variabel independen yang saling berkorelasi untuk dikelompokan menjadi sebuah variabel baru yang diberi nama faktor. Prinsip dasar analisis faktor adalah mengekstrasi sejumlah faktor (common factor) dari gugusan variabel asal𝑋1, 𝑋2, 𝑋3, …., 𝑋𝑝, sehingga banyaknya faktor lebih sedikit dari banyaknya variabel asal x yang tersimpan dalam sejumlah faktor
Definisi Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) (skripsi dan tesis)
Hipertensi adalah desakan darah yang berlebihan dan hampir konstan pada arteri (pembuluh nadi).Hipertensi juga disebut dengan tekanan darah tinggi, dimana tekanan tersebut dihasilkan oleh kekuatan jantung ketika memompa darah sehingga hipertensi ini berkaitan dengan tekanan sistolik dan tekanan diastolik. (Gunawan, 2001, dalam Sugiharto,2007) Ketika jantung memompa darah melewati arteri, darah menekan dinding pembuluh darah.Mereka yang menderita hipertensi mempunyai tinggi tekanan darah yang tidak normal.Penyempitan pembuluh nadi (aterosklerosis) merupakan gejala awal yang umum terjadi pada hipertensi.Karena arteri-arteri terhalang lempengan kolesterol dalam aterosklerosis, sirkulasi darah melewati pembuluh darah menjadi sulit.Ketika arteri-arteri mengeras dan mengerut dalam aterosklerosis, darah memaksa melewati jalam yang sempit itu, sebagai hasilnya tekanan darah menjadi tinggi. (Wirakusumah, 2002, dalam Sugiharto,2007) Tingginya tekanan sistolikberhubungan dengan besarnya curah jantung sedangkan tingginya tekanan diastolik berhubungan dengan besarnya resistensi perifer atau hambatan pembuluh perifer dapat meningkatkan tekanan darah (Prodjosudjadi, W, 2000 dalam Rasmaliah,2005)
Definisi Tekanan Darah (skripsi dan tesis)
Tekanan darah adalah desakan darah terhadap dinding – dinding arteri darah tersebut di pompa dari jantung ke jaringan. Tekanan darah merupakan gaya yang diberikan darah pada dinding pembuluh darah. Tekanan ini bervariasi sesuai pembuluh darah terkait dan denyut jantung.(Kaplan, 1998, dalam Sugiharto,2007) Pada pengukuran tekanan darah di kenal dua istilah, yaitu tekanan darah sistolik dan diastolik.Tekanan darah sistolik (angka yang di atas) menunjukkan besarnya tekanan di arteri – arteri (pembuluh nadi) ketika otot jantung yang berkontraksi dan memompa darah ke dalamnya.Tekanan darah diastolik (angka yang di bawah) menunjukkan besarnya tekanan di arteri – arteriketika otot jantung relaks setelah berkontraksi. (AS, 2010)
Faktor Rotasi (Rotated Factor Loading) (skripsi dan tesis)
Faktor rotasi menunjukkan korelasi antara variabel yang diperkirakan dari matriks faktor.Dalam rotasi faktor dikenal dua jenis rotasi, yaitu rotasi orthogonal dan rotasi oblique. Dalam rotasi orthogonal variabel – variabel diekstraksi sedemikian rupa, sehingga variabel – variabel tersebut independent satu sama lain, dengan melakukan rotasi tegak lurus. Sedangkan pada oblique tidak perlu melakukan rotasi tegak lurus.(Santoso,2010) Metode rotasi dengan orthogonal yang banyak dipergunakan yaitu varimaxrotation.Prosedur ini digunakan untuk meminumkan (membuat sedikit mungkin) banyaknya variabel dengan muatan tinggi (high loading) pada satu faktor. (Supranto,2010)
Asumsi Pada Analisis Faktor (skripsi dan tesis)
Karena prinsip utama analisis faktor adalah korelasi, maka asumsi – asumsi terkait dengan korelasi akan digunakan, yakni : (Santoso,2010) a. Besar korelasi atau korelasi antar variabel independen harus cukup kuat, misalkan diatas 0,5 b. Besar korelasi parsial, korelasi antara dua variabel dengan menganggap tetap variabel yang lain, justru harus kecil c. Pengujian seluruh matriks korelasi (korelasi antar variabel) yang diukur dengan besaran Bartlett Test Of Sphericity atau Measure Sampling Adequacy (MSA). Pengujian ini mengharuskan adanya korelasi yang signifikan di antara paling sedikit beberapa variabel d. Pada beberapa kasus, asumsi normalitas dari variabel – variabel atau faktor yang terjadi sebaiknya terpenuhi.
Tujuan Analisis Faktor (skripsi dan tesis)
Pada dasarnya tujuan analisis faktor adalah (Santoso,2010) a. Data summarizationyakni mengidenfikasi adanya hubungan antara variabel dengan melakukan uji korelasi. b. Data reduction yakni setelah melakukan korelasi, dilakukan proses membuat sebuah variabel set baru yang dinamakan faktor untuk menggantikan sejumlah variabel tertentu
Kegunaan Analisis Faktor (skripsi dan tesis)
Analisis faktor dipergunakan didalam situasi sebagai berikut : (Supranto,2010) a. Mengenali atau mengidentifikasi dimensi yang mendasari (underlying dimensions) atau faktor, yang menjelaskan korelasi antara suatu set variabel. b. Mengenali atau mengidentifikasi suatu set variabel baru yang tidak berkorelasi (independent) yang lebih sedikit jumlahnya untuk menggantikan suatu set variabel yang saling berkorelasi didalam analisis multivariat selanjutnya, misalnya analisis regresi berganda dan analisis diskriminan. c. Mengenali atau mengidentifikasi suatu set yang penting dari suatu set variabel yang lebih banyak jumlahnya untuk dipergunakan didalam analisis multivariat selanjutnya.
Analisis Faktor (skripsi dan tesis)
Proses analisis faktor mencoba menemukan hubungan (interrelationship) antara sejumlah variabel – variabel yang saling independen satu dengan yang lain, sehingga bisa dibuat satu atau beberapa kumpulan variabel yang lebih sedikit dari jumlah variabel awal. (Santoso, 2010) Analisis faktor didasarkan pada sebuah model dimana vektor hasil pengamatan dipartisi ke dalam suatu bagian sistematik yang tak teramati dan suatu bagian error yang tak teramati.Komponen dari vektor error dianggap bebas (independent) dari komponen vektor sistematik, dimana bagian sistematik merupakan kombinasi linier dari variabel faktor yang jumlahnya relatif lebih sedikit.Analisis faktor memisahkan pengaruh faktor yang menjadi perhatian dasar dari error (Anderson.T.W, 1984). Salah satu kelebihan dari analisis faktor adalah ketika bentuk persamaan tidak cocok dengan data, perkiraan korelasi antar faktor dengan variabel jelas mencerminkan kegagalan. Dalam sebuah kasus, ada dua permasalahan dalam perkiraan yaitu (1) tidak jelas banyaknnya faktor yang dibentuk dan (2) tidak jelas nama faktor yang di tentukan. Dalam prosedur statistik lain, kegagalan asumsi tidak mengakibatkan konsekuensi yang jelas seperti dalam perkiraan korelasi. Namun hal ini menjadi asumsi dasar analisis faktor. (Rencher A.C., 2002)
Teknik umum dalam analisis faktor adalah metode principal component analysis, yaitu metode yang digunakan untuk memperkirakan korelasi antara faktor yang akan dibentuk terhadap variabel.(Rencher A.C.,2002) Pada metode principal analysis factor bertujuan untuk mencari korelasi pada faktor terhadap variabel – variabel secara linier serta mengurangi (perkiraan) dimensi dari ruang vektor yang menggandung variabel – variabel dari satu set variabel acak yang intercorrelated. Dalam metode ini variabel yang diamati bergantung pada jumlah faktor yang lebih sedikit yang dapat dijelaskan dari varians atau kovarians yang sistematis atau benar dari penelitianuntuk memperkirakandan mengidentifikasi variabel yang nyata (tapi tidak teramati) yang berpengaruh pada variabel acak (Basilevsky .A., 1994)
Faktor Rotasi (Rotated Factor Loading) (skripsi dan tesis)
Faktor rotasi menunjukkan korelasi antara variabel yang diperkirakan dari matriks faktor.Dalam rotasi faktor dikenal dua jenis rotasi, yaitu rotasi orthogonal dan rotasi oblique. Dalam rotasi orthogonal variabel – variabel diekstraksi sedemikian rupa, sehingga variabel – variabel tersebut independent satu sama lain, dengan melakukan rotasi tegak lurus. Sedangkan pada oblique tidak perlu melakukan rotasi tegak lurus.(Santoso,2010) Metode rotasi dengan orthogonal yang banyak dipergunakan yaitu varimaxrotation.Prosedur ini digunakan untuk meminumkan (membuat sedikit mungkin) banyaknya variabel dengan muatan tinggi (high loading) pada satu faktor. (Supranto,2010)
Asumsi Pada Analisis Faktor (skripsi dan tesis)
Tujuan Analisis Faktor (Skripsi dan tesis)
Pada dasarnya tujuan analisis faktor adalah (Santoso,2010) a. Data summarizationyakni mengidenfikasi adanya hubungan antara variabel dengan melakukan uji korelasi. b. Data reduction yakni setelah melakukan korelasi, dilakukan proses membuat sebuah variabel set baru yang dinamakan faktor untuk menggantikan sejumlah variabel tertentu.
Kegunaan Analisis Faktor (skripsi dan tesis)
Analisis faktor dipergunakan didalam situasi sebagai berikut : (Supranto,2010) a. Mengenali atau mengidentifikasi dimensi yang mendasari (underlying dimensions) atau faktor, yang menjelaskan korelasi antara suatu set variabel. b. Mengenali atau mengidentifikasi suatu set variabel baru yang tidak berkorelasi (independent) yang lebih sedikit jumlahnya untuk menggantikan suatu set variabel yang saling berkorelasi didalam analisis multivariat selanjutnya, misalnya analisis regresi berganda dan analisis diskriminan. c. Mengenali atau mengidentifikasi suatu set yang penting dari suatu set variabel yang lebih banyak jumlahnya untuk dipergunakan didalam analisis multivariat selanjutnya.
Analisis Faktor (skripsi dan tesis)
Proses analisis faktor mencoba menemukan hubungan (interrelationship) antara sejumlah variabel – variabel yang saling independen satu dengan yang lain, sehingga bisa dibuat satu atau beberapa kumpulan variabel yang lebih sedikit dari jumlah variabel awal. (Santoso, 2010) Analisis faktor didasarkan pada sebuah model dimana vektor hasil pengamatan dipartisi ke dalam suatu bagian sistematik yang tak teramati dan suatu bagian error yang tak teramati.Komponen dari vektor error dianggap bebas (independent) dari komponen vektor sistematik, dimana bagian sistematik merupakan kombinasi linier dari variabel faktor yang jumlahnya relatif lebih sedikit.Analisis faktor memisahkan pengaruh faktor yang menjadi perhatian dasar dari error (Anderson.T.W, 1984). Salah satu kelebihan dari analisis faktor adalah ketika bentuk persamaan tidak cocok dengan data, perkiraan korelasi antar faktor dengan variabel jelas mencerminkan kegagalan. Dalam sebuah kasus, ada dua permasalahan dalam perkiraan yaitu (1) tidak jelas banyaknnya faktor yang dibentuk dan (2) tidak jelas nama faktor yang di tentukan. Dalam prosedur statistik lain, kegagalan asumsi tidak mengakibatkan konsekuensi yang jelas seperti dalam perkiraan korelasi. Namun hal ini menjadi asumsi dasar analisis faktor. (Rencher A.C., 2002)
Pengertian Harga (skripsi dan tesis)
Harga merupakan salah satu faktor yang harus dikendalikan secara serasi, selaras dengan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Segala keputusan yang menyangkut harga akan sangat mempengaruhi beberapa aspek kegiatan suatu usaha baik yang menyangkut kegiatan penjualan ataupun aspek keuntungan yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan. Ini berarti harga menggambarkan nilai uang sebagai barang/jasa. Menurut Kotler (2001 : 439) harga adalah jumlah dari seluruh nilai yang dipertukarkan konsumen atas manfaat-manfaat karena menggunakan barang atau jasa produk tersebut. Sedangkan menurut Stanton (dalam buku Angipora, 2000:174) harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya.
Lokasi (skripsi dan tesis)
Lokasi merupakan tempat dimana biasanya konsumen membeli suatu produk (Ma’ruf, 2005 : 113). Lokasi sangat penting untuk mempermudah konsumen dalam membeli dan menjadikan faktor utama bagi kelangsungan usaha. Lokasi yang strategis akan menarik perhatian pembeli. Keputusan untuk mendirikan lokasi tergantung kepada area perdagangan yang dilayani. Menurut Hurriyati (2005 : 58) pemilihan tempat atau lokasi memerlukan pertimbangan yang cermat terhadap beberapa faktor adalah : a. Akses misalnya lokasi yang mudah dijangkau sarana transportasi umum. b. Visibilitas, misalnya lokasi yang dapat dilihat dengan jelas dari pinggir jalan. c. Lalu lintas (traffic), dimana ada dua hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu banyaknya orang yang lalu lalang dapat memberikan peluang besar terjadinya peningkatan penjualan, dan kepadatan dan kemacetan lalu lintas dapat pula menjadi hambatan. d. Tempat parkir yang luas dan aman. e. Ekspansi, tersedia tempat yang cukup untuk perluasan usaha di kemudian hari. f. Lingkungan, yaitu daerah sekitar yang mendukung produk atau jasa yang ditawarkan. g. Persaingan, yaitu lokasi pesaing di sekitar toko tersebut. h. Peraturan pemerintah
Tingkatan Produk (skripsi dan tesis)
Pada umumnya suatu perusahaan dalam merencanakan menawarkan produknya ke pasar perlu membedakan tingkatan produk. Menurut Kotler (1994, p432) ada lima tingkatan produk yang perlu diperhatikan, yaitu : a. Manfaat dasar (Core benefit) Manfaat dasar yaitu manfaat yang diberikan oleh suatu produk yang dibeli konsumen agar dapat memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Contoh manfaat dasar dari handphone adalah memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dimana saja dan kapan saja. b. Manfaat pasar (Generic product) Pemasar harus mengubah manfaat inti menjadi produk pasar. c. Produk ekspektasi (Expected product) Pemasar menyiapkan suatu produk yang diharapkan. Produk yang sudah dilengkapi dengan atribut sehingga kondisi produk dapat diterima oleh konsumen yang membelinya. Contoh: tamu restoran yang mengharapkan tempat yang bersih, nyaman, dan peralatan makan yang bersih. d. Produk yang ditingkatkan (Augment product) Pemasar menyipakan suatu produk yang sudah ditingkatkan dan lebih baik lalu dipasarkan dengan pelayanan dan manfaat tambahan kepada para konsumen. e. Produk potensial (Potential product) Perusahaan berusaha mencari berbagai cara-cara baru untuk memuaskan konsumen dan membedakan produk yang mereka hasilkan dengan yang lainnya.
Produk (skripsi dan tesis)
Menurut Kotler (2001 : 12) produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, digunakan, dibeli atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Ketika pelanggan membeli sebuah produk maka akan memiliki harapan bagaimana produk tersebut berfungsi (product moment). Produk berfungsi sebagai berikut: 1. Produk berfungsi lebih baik dari yang diharapkan. Inilah disebut sebagai diskonfirmasi positif (Positive disconfirmatiori). Jika ini terjadi maka konsumen akan merasa puas. 2. Produk berfungsi sebagai apa yang diharapkan. Inilah yang disebut sebagai konfirmasi sederhana (simple confirmation). Jika hal ini terjadi maka pelanggan akan merasa puas dan produk tersebut tidak mengecewakan pelanggan dan pelanggan akan memiliki perasaan netral. 3. Produk berfungsi lebih buruk dari yang diharapkan. Inilah yang disebut sebagai konfirmasi negatif (Negative disconfirmatiori). Produk yang berfungsi buruk, tidak sesuai dengan harapan pelanggan akan menyebabkan kekecewaan sehingga merasa tidak puas
Analisis Faktor (skripsi dan tesis)
Menurut Hair, et al. (1995) analisis faktor adalah sebuah nama umum yang diberikan kepada sebuah kelas dari metode statistika multivariat yang tujuan utamanya adalah menentukan struktur yang mendasari keterkaitan (korelasi) antara sejumlah variabel. P Faktor merupakan variabel baru yang bersifat tidak bisa diukur atau tidak dapat diamati. Sedangkan X adalah variabel yang dapat diukur atau diamati. Faktor dalam analisis faktor dibentuk untuk memaksimalkan penjelasan dari sekelompok variabel, bukan digunakan untuk memprediksi suatu variabel tidak bebas. Dalam analisis faktor variabel-variabel dikelompokkan berdasarkan korelasinya, yaitu variabel yang mempunyai korelasi tinggi akan berada dalam kelompok tertentu membentuk suatu faktor dan variabel-variabel yang mempunyai korelasi rendah akan membentuk faktor lain. Secara umum dapat dikatakan bahwa analisis ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sejumlah besar variabel dengan menentukan satu kelompok dimensi umum yang disebut faktor (Hair, et al. 1995). Dalam melakukan analisis faktor keputusan pertama yang harus diambil oleh peneliti adalah menganalisis apakah data yang ada cukup memenuhi syarat di dalam analisis faktor. Langkah ini dilakukan dengan mencari matriks korelasi 6 antara indikator-indikator yang diobservasi. Metode Kaiser-Mayer Olkin (KMO) paling banyak digunakan untuk melihat syarat kecukupan data untuk analisis faktor. Metode ini mengukur kecukupan sampel secara menyeluruh dan mengukur kecukupan sampel untuk setiap indikator
Keputusan Menginap (skripsi dan tesis)
Ebert & Griffin (2008:283) dalam bukunya yang berjudul “Business” mengatakan bahwa keputusan pembelian didasari oleh motif rasional, motif emosional ataupun keduanya. Motif rasional melibatkan evaluasi logis dari atribut produk seperti harga, kualitas, dan kegunaan. Motif emosional melibatkan faktor-faktor non objektif termasuk sosial, meniru orang lain, dan estetika. Penelitian ini akan membahas kedua motif keputusan pembelian yang terdiri dari motif rasional (harga, kualitas, dan kegunaan) serta motif emosional (keramahan dan estetika) sebagai dimensi dari keputusan pembelian
Product Bundling dan Price Bundling (skripsi dan tesis)
Menurut Stremersch dan Tellis (2002:57) “Product Bundling is the integration and sale of two or more separate products or services at any price”. Artinya, product bundling adalah suatu integrasi dan penjualan dua atau lebih produk yang terpisah pada harga tertentu. Integrasi pada product bundling ini umumnya menyediakan value added (nilai tambah) kepada pelanggan. “Price Bundling is the sale of two or more separate products in a package at a discount, without any integration”. Artinya, Price bundling adalah penjualan dua atau lebih produk yang terpisah dalam satu paket harga yang di diskon, atau suatu penawaran dari beberapa produk yang tidak terintegrasi pada tingkat harga yang lebih rendah bila ditawarkan secara terpisah, tanpa adanya integrasi apapun dari produk (tidak terintegrasi artinya bahwa pelanggan tetap dapat menggunakan salah satu produk tersebut tanpa mengurangi fungsi dari produk tersebut).
Product Bundling dan Price Bundling (skripsi dan tesis)
Bagian dari Hospitality Marketing Mix Pemasaran menurut Reid & Bojanic dalam bukunya yang berjudul Hospitality Marketing Management, “Marketing encompasses merging, integrating, and controlling supervision of all company’s or organization’s efforts that have a bearing on sales.”. Marketing Mix menurut Elliot, Thiele & Waller (2012:21) yaitu “Marketing Mix is a set of variebles that a marketer can exercise control over in creating and offering for exchange.”. Mill & Morrison (2013) membagi hospitality marketing mix menjadi 8 P’s yang terdiri dari product, price, promotion, place, packaging, programming, people, dan partnership
Manfaat Citra Merek (skripsi dan tesis)
Manfaat merek bagi produsen menurut Keller dalam Tjiptono (2005; p.20- p21), dikatakan bahwa merek berperan sebagai : 1. Sarana identifikasi untuk memudahkan proses penanganan atau pelacakan produk bagi perusahaan, terutama dalam pengorganisasian sediaan dan pencatatan akuntansi. 2. Bentuk proteksi hukum terhadap fitur yang unik. Merek bisa mendapatkan perlindungan property intelektual. Nama merek bisa diproteksi melalui merek dagang terdaftar (registered trademarks), proses pemanufakturan bisa dilindungi melalui hak paten, dan kemasan bisa diproteksi melalu hak cipta (copyrights) dan desain. Hak-hak property intelektuaini memberikan jaminan bahwa perusahaan dapat berinvestasi dengan aman dalam merek yang dikembangkannya dan meraup manfaat dari aset bernilai tersebut. 3. Signal tingkat kualitas bagi para pelanggan yang puas, sehingga mereka bisa dengan mudah memilih dan membelinya lagi dilain waktu. Loyalitas merek seperti ini menghasilkan predictability dan security permintaan bagi perusahaan dan menciptakan hambatan masuk yang menyulitkan bagi perusahaan lain untuk masuk pasar. 4. Sarana menciptakan asosiasi dan makna unik yang membedakan produk dari para pesaing. 5. Sumber keunggulan kompetitif, terutama melalui perlindungan hukum, loyalitas pelanggan, dan citra unik yang terbentuk didalam benak konsumen. 6. Sumber financial returns, terutama menyangkut pendapatan masa datang.
Citra merek (Brand Image) (skripsi dan tesis)
Citra merek menurut Rangkuti (2009; p.43), adalah sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dibenak konsumen. Dalam Rangkuti (2009; p.43) Aaker mendefinisikan Asosiasi merek sebagai segala hal yang berkaitan dengan ingatan mengenai merek. Berdasarkan Simamora (2003; p.47&63), citra merek adalah sejumlah keyakinan tentang merek. Syarat merek yang kuat adalah citra merek. Kotler juga mempertajam bahwa citra merek sebagai posisi merek (brand position) Dalam Simamora (2003; p.96), Aaker menyatakan bahwa citra adalah seperangkat asosiasi unik yang igin diciptakan atau dipelihara para pemasar. Asosiasi-asosiasi itu menyatakan apa sesungguhnya merek dan apa yang dijanjikan pada konsumen. Jadi Aaker menganggap citra merek sebagaimana merek dipersepsikan oleh konsumen (Simamora 2003; p.63) 24 Menurut Low & Lamb (2000; p.4 yang dikutip oleh Farida & Dini (2009; p.83-106), berpendapat bahwa untuk memahami citra merek dengan baik harus memperhatikan keunikan karakteristik produk. Berdasarkan pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan, brand image adalah sekumpulan asosiasi merek yang timbul di benak konsumen karena bersifat unik dan memiliki komunikasi pemasaran yang intensif.
Citra (Image) (skripsi dan tesis)
Menurut Aaker dalam Buchari (2009; p.10) image is the total impression of what person or group people think and know about an object. Citra adalah kesan total dari apa yang seseorang atau sekelompok orang pikir dan tahu tentang suatu objek. Dalam Buchari (2009; p.10) mengatakan bahwa merek dapat membuat citra terhadap perusahaan. Citra menurut Kotler, image is the set of beliefs, ideas and impression that a person holds regarding an object. People’s attitude and action towards an object are highly conditioned by that objects image. Citra adalah seperangkat keyakinan, gagasan dan kesan bahwa seseorang memegang mengenai objek.Sikap masyarakat dan tindakan terhadap objek sangat di kondisikan oleh citra objek tersebut. Dapat ditarik kesimpulan bahwa image atau citra akan terbentuk dalam jangkan waktu tertentu, sebab ini merupakan akumulasi persepsi terhadap suatu objek, apa yang terpikirkan, diketahui dialami yang masuk kedalam memory seseorang berdasarkan masukan- masukan dari berbagai sumber sepanjang masa.
Promosi (promotion) (skripsi dan tesis)
Indikator Bundling (skripsi dan tesis)
Keberhasilan bundling tergantung dari pelaksanan bundling itu sendiri. Menurut Frans M. Royan (2004; p.59), ada beberapa indikator dalam bundling, agar konsumen berminat pada produk yang dipromosikan, yaitu :
Pengertian Bundling (skripsi dan tesis)
Komponen Bauran Pemasaran (skripsi dan tesis)
Menurut Kotler & Amstrong (2008; p.76), bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan di pasar sasaran. Bauran pemasaran terdiri dari semua usaha yang dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya. Dikelompokkan menjadi 4 kelompok atau disebut 4 P: Product (Produk), Price (Harga), Place (Tempat), dan Promotion (Promosi). 1. Product (Produk), berarti kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran. 2. Price (Harga), sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk yang dalamnya termasuk sejumlah biaya produksi dan keuntungan perusahaan. 13 3. Place (Tempat), meliputi kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran juga termasuk pendistribusian produk. 4. Promotion (Promosi), aktivitas yang menyampaikan manfaaat produkdan membujuk pelanggan membelinya.
Pemasaran (skripsi dan tesis)
Menurut Lamb, hair, Mc Daniel (2001; p.6), pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan menjelaskan konsep, harga, promosi, dan distribusi sejumlah ide, barang, jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi. Menurut pendapat Kotler dan Amstrong (2006; p.6), pemasaran adalah proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujuan untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya. Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa pemasaran merupakan proses untuk merencanakan, menjelaskan konsep serta memasarkan barang dimana nilai bagi pelanggan dibangun oleh perusahaan yang bertujuan untuk memuaskan para stake holder.
Sales Promotion (skripsi dan tesis)
Menurut Kotler dan Amstrong (2012:27) sales promotion adalah insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan produk atau jasa. Sales promotion difokuskan pada konsumen sebagai sasaran akhir. Sementara itu sarana promosi yang digunakan adalah pemberian sampel, hadiah, hadiah demonstrasi, dan potongan harga (Royan, et al 2014:56)
Minat Beli (skripsi dan tesis)
Menurut Ferdinand, et al (2013:172) minat beli dapat diidentifikasi melalui indikatorindikator sebagai berikut: 1. Minat transaksional. Kecenderungan seseorang untuk membeli produk. 2. Minat referensial. Kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk kepada orang lain. 3. Minat preferensial. Minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki preferensi utama pada suatu produk. 4. Minat eksploratif. Perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
Penciptaan Nilai dari Bundling (skripsi dan tesis)
Bundling (skripsi dan tesis)
Jenis Dalam Regresi Logistik (skripsi dan tesis)
Sebagaimana metode regresi biasa, Regresi Logistik dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
Asumsi Dalam Regresi Logistik (skripsi dan tesis)
Asumsi yang harus dipenuhi dalam Regresi Logistik antara lain: 1. Regresi logistik tidak membutuhkan hubungan linier antara variabel independen dengan variabel dependen. 2. Variabel independen tidak memerlukan asumsi multivariate normality. 3. Asumsi homokedastisitas tidak diperlukan 4. Variabel bebas tidak perlu diubah ke dalam bentuk metrik (interval atau skala ratio). 5. Variabel dependen harus bersifat dikotomi (2 kategori, misal: tinggi dan rendah atau baik dan buruk) 6. Variabel independen tidak harus memiliki keragaman yang sama antar kelompok variabel 7. Kategori dalam variabel independen harus terpisah satu sama lain atau bersifat eksklusif 8. Sampel yang diperlukan dalam jumlah relatif besar, minimum dibutuhkan hingga 50 sampel data untuk sebuah variabel prediktor (independen). 9. Regresi logistik dapat menyeleksi hubungan karena menggunakan pendekatan non linier log transformasi untuk memprediksi odds ratio. Odd dalam regresi logistik sering dinyatakan sebagai probabilitas.
Pengertian regresi Logistik (skripsi dan tesis)
Uji Model Persamaan Regresi Logistik (skripsi dan tesis)
Uji ini sering disebut juga sebagai uji ketepatan model. Uji ini digunakan untuk mengatahui apakah model regresi logistik sudah sesuai dengan data observasi yang diperoleh. Untuk menilai ketepatan model regresi logistik dalam penelitian ini diukur dengan nilai chi square dengan uji Hosmer dan Lemeshow. Pengujian ini akan melihat nilai goodness of fit test yang diukur dengan nilai chi square pada tingkat signifikansi, dimana tingkat signifikansi pada penelitian ini adalah 5%. Uji Hosmer dan Lemeshow ini disebut juga uji t yaitu uji signifikansi konstanta dan setiap variabel independen. Kriteria Statistiknya dapat dilihat dari tabel Hosmer and Lemeshow dari hasil olah data.
Analisis Regresi Logistik (skripsi dan tesis)
Model regresi merupakan komponen penting dalam beberapa analisis data dengan menggambarkan hubungan antara variabel respon dan satu atau beberapa variabel penjelas. Pada umumnya analisis regresi digunakan untuk menganalisis data dengan variabel respon berupa data kuantitatif. Akan tetapi sering juga ditemui kasus dengan variabel responnya bersifat kualitatif/kategori. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dapat digunakan model regresi logistik. Pendekatan model persamaan regresi logistik digunakan karena dapat menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan peluangnya yang bersifat tidak linear, ketidaknormalan sebaran dari variabel terikat, serta keragaman respon yang tidak konstan dan tidak dapat dijelaskan oleh model regresi linear biasa (Agresti, 1990). Menurut Hosmer (1989), metode regresi logistik adalah suatu metode analisis statistika yang mendeskripsikan hubungan antara peubah respon yang memiliki dua kategori atau lebih dengan satu atau lebih peubah penjelas berskala kategori atau interval. Yang dimaksud dengan peubah kategorik yaitu peubah yang berupa data nominal dan ordinal. Pada dasarnya regresi logistik sama dengan analisis diskriminan, perbedaan ada pada jenis data dari variabel dependen. Jika pada analisis diskriminan variabel dependen adalah data rasio, maka pada regresi logistik variabel dependen adalah data nominal. Data nominal di sini lebih khusus adalah data binary. Dengan demikian, tujuan regresi logistik adalah pembuatan sebuah model regresi untuk memprediksi besar variabel dependen yang berupa variabel binary dengan menggunakan data variabel independen yang sudah diketahaui besarnya. Regresi logistik biner adalah salah satu metode statistika yang sering digunakan untuk mengklasifikasikan sejumlah pengamatan dengan respon biner ke dalam beberapa kelompok berdasarkan satu atau lebih variabel prediktor. Melalui metode ini akan dihasilkan peluang dari masing-masing kategori respon yang akan dijadikan sebagai pedoman pengklasifikasian dan suatu pengamatan akan masuk kedalam respon kategori tertentu berdasarkan nilai peluang yang terbesar. Pada Regresi logistik biner (dikotomus), variabel responnya mempunyai dua kategori. Fenomena dimana variabel responnya dua (bivariat) dan masingmasing berkategorikan biner, dapat dianalisis mengunakan regresi logistik biner bivariat, dengan asumsi antar peubah respon biner terdapat dependensi.
Analisis Regresi (skripsi dan tesis)
Analisis regresi adalah teknik statistika yang berguna untuk memeriksa dan memodelkan hubungan diantara variabel-variabel. Analisis regresi dapat digunakan untuk dua hal pokok, yaitu: a. Untuk memperoleh suatu persamaan dari garis yang menunjukkan persamaan hubungan antara dua variabel. Persamaan dan garis yang dihasilkan bisa berupa persamaan garis bentuk linier maupun nonlinier. b. Untuk menaksir suatu variabel yang disebut variabel tak bebas (terikat) dengan variabel lain yang disebut variabel bebas berdasarkan hubungan yang ditunjukkan persamaan regresi tersebut. Berdasarkan amatan dan analisis data, penyelesaian regresi ini dapat berupa persamaan linier maupun nonlinier. Oleh karena itu analisis regresi ini terbagi atas regresi linier dan regresi nonlinier. Yang termasuk ke dalam regresi linier adalah regresi linier sederhana, regresi linier berganda, dan sebagainya. Ssedangkan yang termasuk regresi nonlinier adalah regresi model parabola kuadratik, model parabola kubik, model eksponen, model geometrik, regresi logistik, dan sebagainya.
Macam–macam Rancangan Penelitian dalam Bidang Kesehatan (skripsi dan tesis)
Secara garis besar, penelitian dalam bidang kesehatan dapat dibagi berdasarkan beberapa aspek sebagai berikut: 1. Berdasarkan tujuan, penelitian kesehatan dapat dibagi menjadi penelitian eksploratif, penelitian deskriptif, penelitian analitik (prospektif dan retrospektif) dan penelitian eksperimental. 2. Berdasarkan pendekatan yang digunakan maka penelitian dapat dibagi menjadi penelitian cross sectional dan longitudinal. 3. Berdasarkan keterlibatan peneliti dapat dikelompokkan menjadi penelitian observasional dan penelitian intervensional.Konsep penelitian ini adalah penelitian Cross Sectional. Penelitian cross sectional mempelajari dinamika hubungan antara faktor resiko dengan efeknya. Faktor resiko dengan efeknya diobservasi pada saat yang sama. Artinya subjek penelitian diobservasi hanya satu kali saja dan faktor resiko dengan efeknya dicatat sesuai kondisi atau status pada saat observasi. Faktor resiko pada penelitian ini adalah Jenis Kelamin, Usia, Sex, Transfusi Darah, Jarum Suntik, Ibu ke anak dan efeknya adalah penyakit Hiv/Aids
Pengertian Variabel (skripsi dan tesis)
Skala Pengukuran Data (skripsi dan tesis)
Pengetahuan mengenai skala pengukuran data sangat penting di dalam statistika. Terdapat empat skala pengukuran data, diurutkan mulai dari tingkatan terendah hingga tertinggi seperti berikut ini:
Data (skripsi dan tesis)
Data merupakan sejumlah informasi yang dapat memberikan gambaran tentang sesuatu keadaan. Informasi yang di peroleh memberikan keterangan, gambaran, atau fakta mengenai suatu persoalan dalam bentuk kategori, huruf, atau bilangan. Data digunakan untuk menyediakan informasi bagi suatu penelitian, pengukuran kinerja, dasar pembuatan keputusan dan menjawab rasa ingin tahu. Jenis-jenis data berdasarkan cara memperolehnya yaitu:
Regresi Robust (skripsi dan tesis)
Regresi robust merupakan metode regresi yang digunakan ketika distribusi dari galat tidak normal dan atau adanya beberapa pencilan yang berpengaruh pada model (Ryan, 1997). Menurut Chen (2002:1) metode-metode estimasi dalam regresi robust diantaranya adalah:
1. Estimasi M (Maximum likelihood type) yang dikenalkan oleh Huber (1973) adalah metode yang sederhana baik dalam penghitungan maupun secara teoritis. Estimasi ini menganalisis data dengan mengasumsikan bahwa sebagian besar yang terdeteksi pencilan pada variabel independen.
2. Estimasi LTS (Least Trimmed Squares) adalah metode dengan high breakdown point yang dikenalkan oleh Rousseeuw (1984). Breakdown point adalah ukuran proporsi minimal dari banyaknya data yang terkontaminasi pencilan dibandingkan seluruh data pengamatan.
3. Estimasi S (Scale) juga merupakan metode dengan high breakdown point yang dikenalkan oleh Rousseeuw and Yohai (1984). Dengan nilai breakdown yang sama, metode ini mempunyai efisiensi yang lebih tinggi dibanding estimasi LTS. 4. Estimasi MM (Method of Moment), dikenalkan oleh Yohai (1987). Metode ini menggabungkan estimasi S (estimasi dengan high breakdown point) dan estimasi M.
Asumsi Regresi Logistik (skripsi dan tesis)
- Tidak mengasumsikan hubungan linier antar variabel dependen dan independen
- Variabel dependen harus bersifat dikotomi (2 variabel)
- Variabel independen tidak harus memiliki keragaman yang sama antar kelompok variabel
- Kategori dalam variabel independen harus terpisah satu sama lain atau bersifat eksklusif
- Sampel yang diperlukan dalam jumlah relatif besar, minimum dibutuhkan hingga 50 sampel data untuk sebuah variabel prediktor (bebas).
Regresi Logistik (skripsi dan tesis)
Pengaruh Ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan (skripsi dan tesis)
Ukuran perusahaan yang diproksikan dengan nilai total aset ini dianggap mampu mempengaruhi nilai perusahaan. Nilai total aset ini digunakan dengan dasar bahwa nilai total aset mencerminkan kekayaan atau harta suatu perusahaan. Semakin besar ukuran perusahaan, maka akan ada kecenderungan lebih banyak investor yang menaruh perhatiannya pada perusahaan tersebut. Hal ini disebabkan karena perusahaan besar cenderung memiliki kondisi yang lebih stabil. Kestabilan kondisi perusahaan ini akan menarik investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Kondisi tersebut yang menjadi penyebab atas naiknya harga saham dan meningkatnya nilai perusahaan. Hal ini didukung oleh penelitian Komang dan I Made (2016) dan Nenggar (2015) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya penelitian Noviliyan (2016) dan Ayu dan Ary (2013) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan
Pengaruh Leverage terhadap nilai perusahaan (skripsi dan tesis)
Leverage merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang maupun jangka pendek (Selfi, 2014). Rasio yang digunakan untuk mengukur leverage adalah Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Equity Ratio (DER) adalah rasio utang yang diukur dengan perbandingan total utang (total debt), baik jangka panjang maupun jangka pendek dengan ekuitas (equity) (Hidayah, 2012). Semakin tinggi DER maka risiko yang ditanggung perusahaan akan semakin besar. Hal tersebut mempengaruhi tingkat kepercayaan investor terhadap perusahaan tersebut dan mempengaruhi nilai perusahaan (Nasehah, 2012 dalam Novia 2013). Artinya semakin rendah tingkat DER maka risiko yang ditanggung perusahaan juga semakin kecil, maka kemungkinan nilai perusahaan akan semakin tinggi karena perusahaan mendapat kepercayaan kembali dari investor. Penelitian Vicky et al. (2015) dan Yangs dan Wahyudi (2011) menyatakan leverage berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya penelitian yang dilakukan oleh Komang Adik dan I Made (2016) yang menyatakan bahwa leverage memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan
Pengaruh Return on Equity (ROE) terhadap nilai perusahaan (skripsi dan tesis)
Return on Equity (ROE) adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan modal saham (Hanafi, 2006 dalam Lanti, 2015). Pertumbuhan ROE menunjukkan prospek perusahaan semakin baik, yang akan ditangkap oleh investor sebagai sinyal positif. ROE yang tinggi menunjukkan kinerja perusahaan yang bagus sehingga perusahaan memiliki tingkat efisiensi yang baik, laba jadi meningkat, dengan demikian harga saham akan mengalami kenaikan dan mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Sri (2014) menyatakan bahwa Return on Equity (ROE) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian Yangs dan Wahyudi (2011) juga mengungkapkan bahwa Return on Equity (ROE) berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya pada penelitian Rahayu et al. (2010) menyatakan ROE tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan
Pengaruh Return on Asset (ROA) terhadap nilai perusahaan (skripsi dan tesis)
Return on Asset (ROA) merupakan rasio profitabilitas. ROA digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan secara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aset yang tersedia di perusahaan. Semakin besar keuntungan yang diperoleh, semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayarkan dividennya. Kemampuan perusahaan untuk membayarkan dividennya maka akan menarik investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Semakin diminati saham perusahaan tersebut oleh investor mengakibatkan nilai perusahaan meningkat (Helmy, 2013). Sebaliknya bila keuntungan yang diperoleh perusahaan kecil, maka kemampuan perusahaan untuk membayarkan dividennya cenderung kecil. Kemampuan perusahaan untuk membayarkan dividennya kecil, akan berakibat investor enggan menanamkan modalnya di perusahaan tersebut dan akan menurunkan nilai perusahaan. Penelitian Priscilia et al. (2015) dan Vicky et al. (2015) menyatakan bahwa Return on Asset (ROA) memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Penelitian Lanti dan Edi (2015) menunjukkan hasil berbeda bahwa Return on Asset (ROA) memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan.
Teori Sinyal (Signalling Theory) (skripsi dan tesis)
Teori sinyal mengemukakan tentang bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Spence (1973) menyatakan bahwa sinyal atau informasi yang ada didalam suatu perusahaan (pemilik informasi), yang mencoba untuk memberikan beberapa informasi relevan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak penerima (pihak eksternal perusahaan). Pihak penerima akan menggunakan informasi tersebut untuk pengambilan keputusan. Teori sinyal menjelaskan bahwa perusahaan mempunyai dorongan untuk memberikan informasi laporan keuangan pada pihak eksternal. Kurangnya informasi bagi pihak luar mengenai perusahaan menyebabkan mereka melindungi diri mereka dengan memberikan harga yang rendah untuk perusahaan. Nilai perusahaan dicerminkan oleh harga saham, sehingga keberadaan informasi yang asimetri dapat berakibat penurunan nilai perusahaan. Dorongan perusahaan untuk memberikan informasi karena terdapat asimetri informasi antara perusahaan dan pihak luar karena perusahaan mengetahui lebih banyak mengenai perusahaan dan prospek yang akan datang dari pada pihak luar (investor dan kreditor). Informasi asimetris (asymmetric information) investor dan manajer memiliki informasi yang sama mengenai prospek perusahaan. Salah satu cara mengurangi informasi asimetri dengan memberikan good signal kepada pihak luar, berupa informasi keuangan yang dapat dipercaya dan akan mengurangi ketidakpastian prospek atau nilai perusahaan yang akan datang (Wolk et al., 2000 dalam Rahayu et al., 2010). 23 Semakin kecil asimetry information, maka calon investor semakin percaya terhadap informasi laporan keuangan perusahaan dan prospek nilai perusahaan akan semakin baik
Analisis Regresi Linier Berganda (skripsi dan tesis)
Analisis regresi merupakan salah satu analisis statistik yang sering digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua variabel atau lebih. Menurut Drapper dan Smith (1992) analisis regresi merupakan metode analisis yang dapat digunakan untuk menganalisis data dan mengambil kesimpulan yang bermakna tentang hubungan ketergantungan variabel terhadap variabel lainnya. Hubungan yang didapat pada umumnya dinyatakan dalam bentuk persamaan matematika yang menyatakan hubungan antara variabel bebas (independent variable) dan variabel tak bebas (dependent variable) dalam bentuk persamaan sederhana.
Model Regresi Multilevel Respon Biner (skripsi dan tesis)
Model regresi multilevel dengan variabel respon (dependen) berupa data biner atau hanya terdiri dari dua kategori, maka estimasi parameter bisa dilakukan menggunakan estimasi maksimum likelihood dengan pendekatan suatu metode tertentu (Goldstein, 1999). Dalam model regresi, apabila variabel respon berupa biner atau dichotomous biasanya digunakan model regresi logistik yang dalam estimasi parameternya harus menggunakan suatu fungsi penghubung (link function). Hal tersebut juga sama diterapkan dalam model multilevel. Apabila variabel respon berdistribusi binomial dengan parameter proporsi (πij), maka fungsi penghubung yang digunakan adalah logit (log{π/(1-π)}) sehingga modelnya disebut dengan model logistik
Regresi Logistik Biner (skripsi dan tesis)
Regresi logistik digunakan untuk mencari hubungan variabel dependen (Y) yang bersifat dichotomous(berskala nominal atau ordinal dengan dua kategori) atau polychotomous (mempunyai skala nominal atau ordinal dengan lebih dari dua kategori) dengan satu atau lebih variabel independen (X) yang bersifat kontinu atau kategorik (Agresti, 2007). Salah satu regresi logistik yang paling sederhana digunakan adalah regresi logistik biner. Regresi logistik biner merupakan suatu metode analisis data yang digunakan untuk mencari hubungan antara variabel dependen (Y) yang bersifat biner atau dikotomus dengan variabel independen (X) yang bersifat polikotomus Data variabel dependen yang digunakan dalam regresi logistik biner adalah data dengan skala nominal dengan hanya berupa 2 kategori yaitu “sukses” atau “gagal” misalnya: ya-tidak, benar-salah, hidup-mati, hadir-absen, laki-wanita, dan seterusnya. Sedangkan data variabel independen dapat berupa data dengan skala ordinal (seringkali digunakan pada kasus-kasus/penelitian sosial kemasyarakatan) ataupun data dengan skala rasio (seringkali dijumpai pada penelitian industri). Outcome dari variabel dependen Y terdiri dari 2 kategori yaitu “sukses” dan “gagal” yang dinotasikan dengan Y=1 (sukses) dan Y=0 (gagal). Dalam keadaan demikian, variabel Y mengikuti distribusi Bernoulli untuk setiap observasi tunggal
Model Regresi Multilevel (skripsi dan tesis)
Model multilevel merupakan sebuah model yang digunakan pada data berjenjang (hierarchy). Data berjenjang seringkali ditemukan pada penelitian- penelitian survei dimana unit-unit analisisnya berasal dari kelompok-kelompok (cluster), atau data yang diambil melalui penarikan sampel bertahap (cluster sampling). Misalnya, dalam pengambilan sampel menggunakan metode sampling satu tahap (Single Stage Cluster Sampling), dimana unit-unit sampling yang berasal dari kelompok diperhitungkan keberadaanya dalam analisis, sehingga dalam hal ini model yang sesuai adalah model multilevel. Unit-unit sampling yang ada dalam kelompok disebut level rendah dan kelompokkelompok disebut level tinggi. Banyaknya unitunit analisis dalam kelompok bisa sama atau berbeda untuk setiap kelompok. Suatu model regresi multilevel yang sederhana hanya terdiri dari 2 level. Misalkan, diberikan data dalam J kelompok dan jumlah yang berbeda dari individu nj dalam setiap kelompok. Dalam individu (level 1), terdapat variabel tak bebas/respon Yij dan variabel bebas/penjelas Xij, serta pada level kelompok terdapat variabel bebas Zj. Sehingga, terdapat persamaan model regresi terpisah pada setiap kelompok
Pengaruh Faktor Kepribadian Terhadap Pemilihan Karier (skripsi dan tesis)
Menurut Kunartinah (2003), karier akuntan publik adalah karier yang ada pada lingkungan konvensional dan membutuhkan orang yang kepribadiannya konvensional juga. Menurut Robbins, 1996 (dalam Kunartinah, 2003) motivasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi kearah tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu kebutuhan individu. Setiap manusia yang berusia produktif bekerja karena ada dorongan dari setiap individu, dorongan tersebut memotivasi mereka untuk bekerja dan berkarier. Teori motivasi Higiene (dalam Oktavia, 2005) menyatakan bahwa hubungan seorang individu pada pekerjaannya merupakan hubungan dasar dan sikap kerjanya terhadap pekerjaan tersebut sangat menentukan sukses atau gagalnya individu tersebut.
Pengaruh Faktor Pertimbangan Pasar Kerja Terhadap Pemilihan Karier (skripsi dan tesis)
Menurut Andriati, 2001 (dalam Kunartinah, 2003) penghasilan atau Pertimbangan pasar kerja selalu dipertimbangkan mahasiswa dalam pemilihan karier, Karena terpuruknya keadaan perekonomian dan sulitnya mencari kerja, mengakibatkan mahasiswa memperhatikan pasar kerja, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Penelitian yang dilakukan oleh Rasmini (2007) menunjukkan bahwa faktor keamanan kerja (tidak kena PHK) berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karier akuntan publik dan non akuntan publik. Mahasiswa akuntansi lebih memilih karier akuntan publik karena keamanan kerja jauh lebih terjamin dibandingkan dengan karier non akuntan publik. Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa faktor pertimbangan pasar kerja berpengaruh terhadap pemilihan karier akuntan publik dan non akuntan publik.
Pengaruh Faktor Penghasilan Jangka Panjang dan Jangka Pendek Terhadap Pemilihan Karier (skripsi dan tesis)
Menururt Reha dan Lu, 1985 (dalam Kunartinah, 2003) mahasiswa akuntansi menempatkan gaji sebagai alasan utama dalam pemilihan karier. Menurut Wijayanti, 2000 (dalam Benny, dkk, 2006) yang menyatakan bahwa mahasiswa akuntansi yang memilih karier sebagai akuntan publik mengharapkan gaji awal yang tinggi, memperoleh kesempatan berkembang yang lebih baik dibandingkan dengan karir yang lain serta memperoleh pengakuan atas prestasi yang telah diraih. Dari hasil penelitian Rasmini (2007), diketahui bahwa faktor imbalan yang diperoleh sesuai dengan usaha yang diberikan berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karier akuntan publik dan non akuntan publik. dari beberapa hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa faktor penghasilan jangka panjang dan jangka pendek berpengaruh terhadap pemilihan karier akuntan publik dan non akuntan publik.
Metode Klasifikasi Tahap Siklus Hidup Perusahaan (skripsi dan tesis)
Beberapa organisasi baru lenyap setelah mencapai kesuksesan yang gemilang, organisasi yang lain mungkin mengalami kebangkrutan yang prematur yaitu tidak lama setelah organisasi dibentuk, tetapi teori organisasi juga menyatakan bahwa organisasi dapat hidup kekal (immortal) seperti sebagian besar universitas dan gereja. Kreitner dan Kinicki (1998) mengungkapkan tentang teori siklus hidup perusahaan sebagai berikut: “Like the people who make up organizations, organizations themselves go through life cycle. Organizations are born and, barring early decline, eventually growth and mature, if decline is not reversed the organizations dies.” Metode yang digunakan untuk mengklasifikasikan tiap-tiap tahun observasi perusahaan ke dalam tahapan siklus hidupnya mengacu kepada metode yang telah digunakan Black (1998), yang berdasarkan kepada metode Anthony & Remesh (1992). Kriteria pengklasifikasian ke dalam tahap start up adalah sebagai berikut: 1) Perusahaan yang telah berdiri cukup lama (sekitar 5 tahun, sehingga memungkinkan untuk diklasifikasi). 2) Perusahaan tidak terbentuk sebagai akibat dari divestiture, merger, atau bentuk restrukturisasi lainnya. 3) Perusahaan memulai melakukan penjualan tidak lebih dari satu 22 tahun sebelum go publik. 4) Hanya data perusahaan selama tiga tahun pertama setelah tanggal berdiri perusahaan yang dimasukkan. Sementara itu, klasifikasi observasi tahun perusahaan ke dalam tahap growth, mature, dan decline dilakukan berdasarkan pada tiga variabel klasifikasi, yaitu percent sales growth (SG), annual dividend as a percentage of income (DP), dan age of the firm (AGE).
Pengelompokan Aset Tetap (skripsi dan tesis)
Dari beberapa aset tetap yang dimiliki perusahaan diantaranya tanah, bangunan, peralatan, mesin dan aset tetap lainnya. Maka aset tetap tersebut dapat dikelompokan sebagai berikut. 1. Menurut substansinya a. Tangible Assets (aset berwujud) seperti gedung, mesin, tanah, dan peralatan. b. Intangible Assets (aset tidak berwujud) seperti goodwill, paten, copyright, dll. 2. Berdasarkan dapat disusutkan atau tidak a. Depreciated plant assets yaitu aset tetap yang dapat disusutkan seperti bangunan, peralatan, mesin, dll. b. Undepreciated plant assets yaitu aset tetap yang tidak dapat disusutkan seperti tanah. 3. Berdasarkan jenisnya a. Lahan Lahan adalah sebidang tanah terhampar baik merupakan tempat bangunan, maupun yang masih kosong. Dalam akuntansi apabila lahan yang didirikan bangunan diatasnya harus dipisahkan pencatatannya dari lahan itu sendiri. b. Bangunan Gedung Gedung adalah bangunan yang berdiri diatas bumi ini baik diatas lahan atau air. Pencatatannya harus terpisah dari lahan yang menjadi lokasi gedung itu. c. Mesin Mesin termasuk peralatan-peralatan yang menjadi bagian dari mesin yang bersangkutan. d. Kendaraan Semua jenis kendaraan seperti alat pengangkutan, truk, traktor, mobil, kendaraan roda dua, dll. e. Peralatan/inventaris 21 Peralatan yang dianggap merupakan alat-alat besar yang digunakan dalam perusahaan seperti inventaris kantor, inventaris pabrik, inventaris gedung, dll.
Aset Tetap (skripsi dan tesis)
Aset/Aktiva (skripsi dan tesis)
Aset berasal dari kosa kata bahasa Inggris. Asset secara umumnya artinya adalah barang (thing) atau sesuatu barang (anything) yang mempunyai nilai ekonomi (economic value), nilai komersial (commercial value), atau nilai tukar (exchange value) yang dimiliki oleh instansi, organisasi, badan usaha, individu atau perorangan (Hidayat, 2011: 4). Aset adalah sarana atau sumber daya ekonomik yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang harga perolehannya atau nilai wajarnya harus diukur secara objektif (Munawir, 2007: 30). Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah, aset diklasifikasikan ke dalam aset lancar (cuurent asset) dan aset non-lancar (non current asset). Suatu aset diklasifikasikan sebagai aset lancar jika dapat direalisasikan atau dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu dua belas bulan sejak tanggal pelaporan. Aset yang tidak dapat dimasukkan dalam kriteria tersebut diklasifikasikan sebagai aset non-lancar. Aset lancar meliputi kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang, dan persediaan. Aset non-lancar diklasifikasikan menjadi investasi jangka panjang, aset tetap, dana cadangan, dan aset lainnya meliputi aset tak berwujud dan aset kerja sama atau kemitraan. Aset tetap meliputi tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi, dan jaringan, dan aset tetap lainnyaAset adalah barang yang dalam pengertian hukum disebut benda, terdiri dari benda tidak bergerak, baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (intangible). Semuanya tercakup dalam aktiva atau aset atau harta aset dari suatu instansi, organisasi, badan usaha ataupun individu perorangan (Hidayat, 2011: 4). Ciri-ciri aset memiliki tiga fitur utama yaitu: 1. Kemungkinan keuntungan di masa depan yang melibatkan kapasitas, secara tunggal atau kombinasi dengan aset lain, dalam kasus pengusaha berorentasi mencari keuntungan sebesar-besarnya, untuk berkontribusi secara langsung, atau tidak langsung kepada dana tunai, dan dalam kasus organisasi bukan laba, untuk memberikan layanan; 2. entitas dapat mengontrol akses ke kebaikan itu; 3. transaksi atau peristiwa memberi hak kepada entity, atau kontrol keuntungan yang telah terjadi
Pekerja (skripsi dan tesis)
Pengukuran Ukuran Perusahaan (skripsi dan tesis)
Ukuran perusahaan bisa diukur dengan menggunakan total aktiva/aset, pendapatan atau modal dari perusahaan tersebut. Salah satu tolak ukur yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan adalah ukuran aktiva/aset dari perusahaan tersebut. Perusahaan yang memiliki total aktiva besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan (mature), dimana dalam tahap ini arus kas perusahaan sudah positif dan dianggap memiliki prospek yang baik dalam jangka waktu yang relatif stabil dan lebih mampu menghasilkan laba dibandingkan perusahaan dengan total aset yang kecil.
Ukuran Perusahaan (skripsi dan tesis)
Ukuran secara umum dapat diartikan sebagai suatu perbandingan besar kecilnya suatu objek. Menurut Agnes Sawir (2004: 101-102) ukuran perusahaan dinyatakan sebagai determinasi dari struktur keuangan dalam hampir setiap studi untuk alasan yang berbeda. Ukuran perusahaan dapat ditentukan berdasarkan penjualan, total aktiva/aset, tenaga kerja, dan lain-lain, yang semuanya berkorelasi tinggi (Machfoedz, 1994). Machfoedz (1994) dan Moses (1987) melakukan pengujian terhadap perusahaan besar yang memiliki kecenderungan lebih besar untuk pemerataan laba (bigger firms have greater propensity to smooth income). Hasil pengujian tersebut menyatakan bahwa perusahaan yang lebih besar memiliki dorongan yang lebih besar untuk melakukan perataan laba dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil. Untuk itu, perusahaan besar kemungkinan melakukan praktik perataan laba untuk mengurangi fluktuasi laba yang besar, fluktuasi laba yang besar menunjukkan risiko yang besar pula dalam investasi sehingga mempengaruhi kepercayaan investor terhadap perusahaan.
Proses Pengendalian Industri Manufaktur (skripsi dan tesis)
Industri Manufaktur (skripsi dan tesis)
Industri adalah kelompok perusahaan yang menghasilkan dan menjual barang sejenis. Misalnya industri tekstil adalah kelompok perusahaan yang menjual dan menghasilkan bahan baku tekstil, barang setengah jadi tekstil dan barang jadi tekstil. Manufaktur berasal dari kata manufacture yang berarti membuat dengan tangan (manual) atau dengan mesin sehingga menghasilkan sesuatu barang. Misalnya membuat kue, baik dengan tangan maupun dengan mesin merupakan kegiatan yang disebut manufaktur. Menurut Kieso (2002: 44) perusahaan manufaktur terdapat tiga jenis barang yaitu: 1. Persediaan bahan baku untuk diproduksi, meliputi bahan baku yang diperoleh dari sumber daya alam ataupun beberapa jenis produk yang dibeli dari perusahaan lain; 2. persediaan barang dalam proses, meliputi produk-produk yang telah dimasukkan ke dalam proses produksi, namun belum selesai diolah; 3. persediaan barang jadi, meliputi produk olahan yang siap dijual kepada pelanggan.
Pengaruh return on equity terhadap perubahan laba (skripsi dan tesis)
ROE merupakan indikator untuk mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba bersih berdasarkan modal tertentu. Kenaikan rasio ini berarti terjadi kenaikan laba bersih, jadi rasio ini mempunyai pengaruh positif terhadap perubahan laba. Hasil penelitian Nurjanti Takarini dan Erni Ekawati (2003) tentang analisis rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan manufaktur di pasar modal Indonesia, dengan menggunakan delapan belas variabel menunjukkan bahwa rasio return on equity mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap perubahan laba
Pengaruh profit margin terhadap perubahan laba (skripsi dan tesis)
Rasio profit margin merupakan indikator perusahaan untuk menghasilkan laba pada tingkat penjualan tertentu. Rasio yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba juga tinggi pada tingkat penjualan tertentu. Jadi, rasio ini berpengaruh positif terhadap perubahan laba (Mamduh dan Halim, 2009:83). Hal ini didukung penelitian sebelumnya yang dilakukan Nurjanti Takarini dan Erni Ekawati (2003) tentang analisis rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan manufaktur di pasar modal Indonesia, dengan menggunakan delapan belas variabel dan hasil menunjukkan bahwa rasio profit margin berpengaruh positif signifikan tehadap perubahan laba
Keterbatasan analisis laporan keuangan (skripsi dan tesis)
Menurut Mamduh dan Halim (2009:90) keterbatasan analisa laporan keuangan, yaitu: 1. Data yang dicatat dan dilaporkan oleh laporan keuangan berdasarkan pada harga perolehan (historical cost). 2. Perbedaan metode akuntansi yang digunakan perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan (misal metode FIFO, LIFO, rata-rata persediaan). 3. Upaya perbaikan barangkali bisa dilakukan oleh pihak manajemen suatu perusahaan untuk memprediksi laporan keuangan sehingga laporan keuangan nampak bagus. 4. Banyak perusahaan yang mempunyai beberapa divisi atau anak perusahaan yang bergerak pada beberapa bidang usaha (industri), yang mana data-data divisi pada umumnya tidak lengkap dilaporkan sehingga analis mengalami kesulitan dalam menganalisis prestasi divisi-divisi dalam perusahaan . 5. Inflasi atau deflasi mempengaruhi laporan keuangan terutama yang berkaitan dengan rekening-rekening jangka panjang seperti investasi jangka panjang. 6. Ada beberapa perusahaan yang tidak bagus dipakai juga untuk perhitungan rata-rata industri. Rata-rata industri bukan merupakan standar yang selalu baik, yang seharusnya diikuti oleh perusahaan karena rata-rata industri hanya rata-rata perusahaan di industri. Angka yang lebih rendah 16 dibandingkan rata-rata industri tidak selalu jelek. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan baik buruknya suatu angka.
Langkah – langkah melakukan analisis laporan keuangan (skripsi dan tesis)
Menurut Mamduh dan Abdul Halim (2009:5) untuk melakukan analisis laporan keuangan seorang analis keuangan harus melakukan beberapa langkah, yaitu : 1. Menentukan tujuan dari analisis keuangan. 2. Memahami konsep–konsep dan prinsip–prinsip yang mendasari laporan keuangan. 3. Memahami kondisi ekonomi dan bisnis yang mempengaruhi usaha perusahaan tersebut
Analisis rasio keuangan (skripsi dan tesis)
Menurut Van Horne (2005:192), dari sudut pandang pengendalian internal, manajemen perlu melakukan analisis keuangan demi perencanaan dan pengendalian yang efektif. Untuk merencanakan masa depan, manajer keuangan harus menilai posisi perusahaan saat ini. Menurut Mamduh dan Abdul Halim (2009:76) bahwa rasio–rasio keuangan pada dasarnya disusun dengan menggabungkan angka-angka di dalam atau antara laporan laba rugi dan neraca, dengan cara rasio semacam ini diharapkan pengaruh perbedaan akan hilang. Dari hasil rasio keuangan ini digunakan untuk menilai kinerja manajemen dalam suatu periode apakah mencapai target seperti yang telah ditetapkan. Kemudian juga dapat dinilai kemampuan manajemen dalam memberdayakan sumber daya perusahaan secara efektif. Dan dari kinerja yang dihasilkan ini juga dapat dijadikan sebagai evaluasi hal-hal yang perlu dilakukan ke depan agar kinerja manajemen dapat ditingkatkan atau dipertahankan sesuai dengan target perusahaan (Kasmir, 2008:105)
Prediksi perubahan laba (skripsi dan tesis)
Pengertian laba dan perubahan laba (skripsi dan tesis)
Ikatan Akuntan Indonesia (Standar Akuntansi Keuangan no.23, revisi 2009) menyatakan bahwa penghasilan didefinisikan dalam kerangka dasar penyusunan laporan keuangan sebagai peningkatan manfaat ekonomi selama sauatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Menurut Nurjanti dan Erna (2003) Laba sebagai suatu pengukuran kinerja dan bagian dari laporan keuangan perusahaan, merefleksikan telah terjadinya proses peningkatan atau penurunan ekuitas dari berbagai sumber transaksi kecuali transaksi dengan pemegang saham dalam suatu periode tertentu
Langkah-langkah analisis regresi ordinal (skripsi dan tesis)
Langkah-langkah analisis regresi ordinal yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Pembentukan model regresi logistik ordinal dari seluruh variabel prediktor yang berpengaruh dengan variabel respon. 2. Menguji secara parsial model regresi logistik ordinal. 3. Menguji secara serentak model regresi logistik ordinal. 4. Menguji kesesuaian model regresi logistik ordinal 5. Menghitung nilai probabilitas masing-masing Y dari model regresi logistik ordinal. 6. Melakukan interpretasi model regresi logistik ordinal.
Regresi Logistik (skripsi dan tesis)
Regresi logistik merupakan bagian dari analisis statistik kategori yang juga merupakan model-model linear umum. Regresi logistik dapat memprediksi hasil analisis data diskrit seperti pengelompokan dari variabel kontinu, variabel diskrit, variabel dikotomi atau campuran dari semuanya (Agresti, 2007). Secara umum, variabel respon (dependent) merupakan variabel dikotomus, seperti hadir/tidak, sukses/gagal. Variabel dependen dalam regresi logistik biasanya berupa data dikotomi, variabel dependen bernilai 1 dengan peluang sukses (p), atau 0 jika peluang gagal (1-p). Variabel ini disebut sebagai variabel Bernoulli (biner). Sebagaimana disebutkan sebelumnya, variabel independen (penjelas/ prediktor) dalam regresi logistik dapat memiliki beberapa bentuk. Sehingga dalam regresi logistik tidak ada asumsi mengenai distribusi dari variabel independen (penjelas). Variabel penjelas tersebut tidak harus berdistribusi normal, tidak harus mempunyai hubungan linear atau varians sama dalam tiap grup (kelompok). Dalam analisis regresi standar, sebenarnya model regresi yang dibangun adalah membuat model nilai tengah dari variabel respon (Hosmer, et al, 2000).Oleh karena itu, untuk kasus variabel dikotomi sebagai variabel respon maka sesungguhnya model regresi yang dibuat adalah bagaimana membangun model proporsi dari variabel respon dengan variabel-variabel penjelasnya.
Perkembangan Remaja (skripsi dan tesis)
1. Perkembangan Fisik
Remaja (skripsi dan tesis)
Istilah remaja berasal dari kata latin, yaitu adolescere yang berarti perkembangan menjadi dewasa (Monks, 1999). Menurut Santork (2003), masa remaja adalah masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif dan sosial. Masa remaja memiliki batasan yang berbeda-beda menurut beberapa ahli. Hall (dalam Santrock, 2003) menyatakan bahwa usia remaja adalah masa antara usia 12 sampai 23 tahun. Monks (1999) berpendapat bahwa batasan usia remaja antara 12 sampai 21 tahun yang terbagi dalam tiga fase, yaitu remaja awal (12-15 tahun), remaja tengah/madya (15-18 tahun), dan remaja akhir (18-21 tahun)
Dampak Perilaku Diet (skripsi dan tesis)
Menurut Hawks (2008), tindakan diet penurunan berat badan menimbulkan beberapa dampak bagi seseorang yang melakukannya, yaitu : 1. Dampak Biologis Diet akan meningkatkan level systemic cortisol. Cortisol merupakan pertanda dari timbulnya stress yang merupakan predictor terhadap level rasa lapar dan hal lain merupakan faktor yang beresiko terhadap timbulnya tulang yang rapuh. 2. Dampak Psikologis Individu yang melakukan diet biasanya akan lebih depresi dan emosional dari pada individu yang tidak diet, dan akan mengalami kecemasan serta kurangnya penyesuaian diri yang baik pada area sosialisasi, kematangan, tanggung jawab dan struktur nilai intrapersonal. 3. Dampak Kognitif Kerusakan dalam working memory, waktu reaksi, tingkat perhatian dan performansi kognitif dipengaruhi oleh bentuk tubuh, makanan dan diet yang disebabkan oleh kecemasan yang dihasilkan oleh efek stress terhadap diet.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tindakan Diet (skripsi dan tesis)
Menurut McDuffie dan Kirkley dalam Kurnianingsih (2009) mengemukakan secara umum faktor-faktor yang memengaruhi tindakan diet penurunan berat badan pada remaja yaitu :
Jenis Diet (skripsi dan tesis)
Kim dan Lennon (2006), menjabarkan beberapa perilaku diet kedalam dua kelompok, yaitu : 1. Diet Sehat Diet dapat diasosiasikan dengan perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat, seperti mengubah pola makan dengan mengkonsumsi makanan rendah kalori dan melakukan aktifitas fisik secara wajar. Diet sehat adalah penurunan berat badan yang dilakukan dengan jalan perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat, seperti mengubah pola makan dengan mengkonsumsi makanan rendah kalori dan rendah lemak, menambah aktifitas fisik secara wajar. Diet sehat dilakukan dengan memperhitungkan asupan makanan sehari hari yang diperbolehkan. 2. Diet Tidak Sehat Orang-orang yang melakukan diet semata-mata bertujuan untuk memperbaiki penampilan akan cenderung menempuh cara-cara yang tidak sehat untuk menurunkan berat badan. Diet tidak sehat adalah penurunan berat badan yang dilakukan dengan melakukan perilaku-perilaku yang membahayakan kesehatan, seperti melewatkan waktu makan dengan sengaja, penggunaan obat-obatan penurunan berat badan, mengkonsumsi penahan nafsu makan serta muntah dengan sengaja
Diet Penurunan Berat Badan (skripsi dan tesis)
Diet berasal dari bahasa Yunani, yaitu diaita yang berarti cara hidup. Menurut Saraswati (2006), diet adalah membatasi dengan cermat konsumsi kalori atau jenis makanan tertentu. Pada prinsipnya diet adalah membatasi konsumsi makanan sampai di bawah kebutuhan ideal tubuh. Dengan demikian, diet tidak saja berarti menurunkan berat badan, tetapi mengatur dan membatasi jumlah asupan makanan yang dibutuhkan tubuh yang bersangkutan agar terjadi keseimbangan energi. Menurut tim kedokteran EGC tahun 1994 (dalam Hartantri, 1998) diet adalah kebiasaan yang diperbolehkan dalam hal makanan dan minuman yang dimakan oleh seseorang dari hari ke hari, terutama yang khusus dirancang untuk mencapai tujuan dan memasukkan atau mengeluarkan bahan makanan tertentu. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat dikatakan bahwa fungsi diet itu sendiri bermacam-macam. Saraswati (2013) membagi diet itu sendiri menjadi diet normal, diet untuk menaikkan dan menurunkan berat badan, diet khusus penyakit tertentu, diet alergi makanan, diet kelompok usia tertentu, dan diet ibu menyusui dan mengandung. Akan tetapi didalam masyarakat pada umumnya, diet dilakukan untuk tujuan penurunan berat badan. Maka dari itu dalam penelitian ini, diet yang dimaksud adalah diet yang bertujuan untuk menurunkan berat badan.
Uji Normalitas (skripsi dan tesis)
Untuk menguji kenormalan ganda (Multivariate Normality) adalah dengan mencari nilai jarak kuadrat untuk setiap pengamatan yaitu dengan rumus sebagai berikut : Dimana : = Nilai jarak kuadrat untuk setiap pengamatan ke-i Xi = Pengamatan ke-i (i=1, 2, …, n) = Rata-rata variabel independen S-1 = Kebalikan (inverse) matriks varians-kovarians S Kemudian diurutkan dari yang paling kecil ke yang paling besar. Selanjutnya dibuat plot dimana i = urutan 1, 2, …, n. Bila hasil plot dapat didekati dengan garis lurus maka dapat disimpulkan bahwa peubah ganda menyebar normal.
Proses Dasar Analisis Diskriminan (skripsi dan tesis)
Menurut Santoso (2010), terdapat beberapa proses dasar yang harus dilakukan dalam analisis diskriminan, diantaranya yaitu : 1. Memisah variabel-variabel menjadi variabel dependen dan variabel independen. 2. Menentukan metode untuk membuat fungsi diskriminan. Pada prinsipnya ada dua metode dasar, yaitu : a. Simultaneous Estimation Semua variabel dimasukkan secara bersama-sama kemudian dilakukan proses diskriminan. b. Step-Wise Estimation Variabel dimasukkan satu per satu ke dalam model diskriminan. Pada proses ini tentu ada variabel yang tetap ada pada model, dan ada kemungkinan satu atau lebih variabel independen yang dibuang dari model. 3. Menguji signifikansi dari fungsi diskriminan yang telah terbentuk dengan menggunakan Wilk’s Lambda, Pilai, F-test dan lainnya. 4. Menguji ketepatan klasifikasi dari fungsi diskriminan, termasuk mengetahui ketepatan klasifikasi secara individual dengan Casewise Diagnostics. 5. Melakukan interpretasi terhadap fungsi diskriminan tersebut. 6. Melakukan uji validasi fungsi diskriminan
Analisis Diskriminan (skripsi dan tesis)
Analisis diskriminan merupakan teknik menganalisis data, dimana variabel dependen merupakan data kategorik (nominal dan ordinal) sedangkan variabel independen berupa data interval atau rasio. Analisis diskriminan ini termasuk dalam analisis multivariat dengan metode dependensi. Ada dua metode dalam analisis multivariat yaitu metode dependensi dan metode interdenpendensi. Metode dependensi yaitu variabel-variabelnya tidak saling bergantung satu dengan yang lain, sedangkan metode interdenpendensi adalah antarvariabelnya ada saling ketergantungan. Jika variabel dependen terdiri dari dua kelompok atau kategori disebut Two-Group Discriminant Analysis , sedangkan jika lebih dari dua kelompok atau kategori disebut dengan Multiple Discriminant Analysis.
Uji Kesesuaian (skripsi dan tesis)
Model Uji kesesuaian model digunakan untuk menilai apakah model sesuai dengan data atau tidak. Untuk mengetahui apakah model sesuai atau tidak terhadap data yang ada menggunakan uji Hosmer dan Lemeshow. Jika uji Hosmer dan Lemeshow dipenuhi maka model dinilai dapat memprediksi nilai observasinya. Menurut Hosmer dan Lemeshow (1989), uji Hosmer dan Lemeshow yang biasa ditulis dengan uji Ĉ dihitung berdasarkan taksiran probabilitas. Pada uji ini sampel dimasukkan ke sejumlah g kelompok dengan tiap-tiap kelompok memuat n/10 sampel pengamatan, dengan n adalah jumlah sampel. Jumlah kelompok ada sekitar 10, dengan kelompok pertama memuat sampel yang memiliki taksiran probabilitas sukses terkecil yang diperoleh dari model taksiran.
Estimasi Parameter (skripsi dan tesis)
Dalam regresi linier dikenal istilah last square yang digunakan untuk estimasi parameter model, sedangkan untuk regresi logistik digunakan prinsip estimasi maximum likelihood. Prinsip dari maximum likelihood ini adalah parameter populasi diestimasi dengan cara memaksimumkan kemungkinan dari data observasi. Setiap observasi untuk model regresi logistik adalah variabel random dari distribusi Bernoulli (Netter et al., 1996). Menurut Hosmer dan Lemeshow (1989), fungsi likelihood distribusi Bernoulli untuk n sampel independen adalah sebagai berikut : Untuk log-likelihood atau logaritma natural fungsi probabilitas bersamanya adalah sebagai berikut : Taksiran parameter , diperoleh dengan mendiferensialkan fungsi loglikelihood terhadap dengan k = 0;1. Nilai maksimum diperoleh bila hasil diferensial fungsi log-likelihood bernilai nol (0). Diperlukan metode iterasi untuk mendapatkan taksiran pada metode maksimum likelihood karena tidak bisa diperoleh taksiran parameter dari pendeferensialan fungsi log-likelihood
Regresi Logistik (skripsi dan tesis)
Regresi Logistik Ordinal (skripsi dan tesis)
Regresi logistik adalah model regresi yang digunakan apabila variabel respons bersifat kualitatif. Model ini terdiri dari regresi logistik sederhana yang bersifat dikotomus yang mensyaratkan variabel respons terdiri dari dua kategori, dan regresi logistik polytomous dengan variabel respons lebih dari dua kategori. Regresi logistik polytomous dengan variabel respons bertingkat dikenal dengan regresi logistik ordinal. Variabel prediktor yang dapat disertakan dalam model berupa data kategori dan kontinu yang terdiri atas dua variabel atau lebih (Hosmer dan Lemeshow, 2000).
Regresi Logistik (skripsi dan tesis)
Menurut Hosmer dan Lemeshow (2000) tujuan melakukan analisis data kategori menggunakan regresi logistik adalah mendapatkan model terbaik dan sederhana untuk menjelaskan hubungan antara keluaran dari variabel respons (𝑌) dengan variabel-variabel prediktornya (𝑋). Variabel respons dalam regresi logistik dapat berupa kategori atau kualitatif, sedangkan variabel prediktornya dapat berupa kualitatif dan kuantitatif. Jika variabel 𝑌 merupakan variabel biner atau dikotomi dalam artian variabel respons terdiri dari dua kategori yaitu “sukses” (𝑌 = 1) atau “gagal” (𝑌 = 0), maka variabel 𝑌 mengikuti sebaran Bernoulli yang memiliki fungsi densitas peluang: 𝑓(𝑦𝑖 ) = 𝜋(𝑥𝑖) 𝑦𝑖(1 − 𝜋(𝑥𝑖)) 1−𝑦𝑖 , ; 𝑦𝑖 = 0,1 (2.1) sehingga diperoleh: Untuk 𝑦𝑖 = 0, maka 𝑓(0) = 𝜋(𝑥𝑖) 0 (1 − 𝜋(𝑥𝑖)) 1−0 = 1 − 𝜋(𝑥𝑖), untuk 𝑦𝑖 = 1, maka 𝑓(1) = 𝜋(𝑥𝑖) 1 (1 − 𝜋(𝑥𝑖)) 1−1 = 𝜋(𝑥𝑖). Misalkan probabilitas dari variabel respons 𝑌 untuk nilai 𝑥 yang diberikan, dinotasikan sebagai 𝜋(𝑥). Model umum 𝜋(𝑥) dinotasikan sebagai berikut: 𝜋(𝑥) = exp(𝛽0 + 𝛽1𝑥1 + 𝛽2𝑥2 + ⋯ + 𝛽𝑝𝑥𝑝) 1 + exp(𝛽0 + 𝛽1𝑥1 + 𝛽2𝑥2 + ⋯ + 𝛽𝑝𝑥𝑝) , Persamaan (2.2) disebut fungsi regresi logistik yang menunjukkan hubungan antara variabel prediktor dan probabilitas yang tidak linear, sehingga untuk mendapatkan (2.2) 9 hubungan yang linear dilakukan transformasi yang sering disebut dengan transformasi logit. Bentuk logit dari 𝜋(𝑥) dinyatakan sebagai 𝑔(𝑥), yaitu: logit [𝜋(𝑥)] = 𝑔(𝑥) = ln ( 𝜋(𝑥) 1−𝜋(𝑥) ) = 𝛽0 + 𝛽1𝑥1 + 𝛽2𝑥2 + ⋯ + 𝛽𝑝𝑥𝑝. (2.3) Persamaan (2.3) merupakan bentuk fungsi hubungan model regresi logistik yang disebut model regresi logistik berganda (Hosmer dan Lemeshow, 2000).
Multikolinieritas (skripsi dan tesis)
Salah satu syarat yang harus terpenuhi dalam pembentukan model regresi dengan beberapa variabel prediktor adalah tidak ada kasus multikolinieritas atau tidak terdapat korelasi antara satu variabel prediktor dengan variabel prediktor yang lain. Dalam model regresi, adanya korelasi antar variabel prediktor menyebabkan taksiran parameter regresi yang dihasilkan akan memiliki error yang sangat besar. Pendeteksian kasus multikolinieritas dilakukan menggunakan kriteria VIF (Varians Inflation Factor) lebih besar dari menunjukkan adanya multikolinieritas anatar variabel prediktor. Nilai VIF dinyatakan sebagai berikut : 𝑉𝐼𝐹 = 1 1−𝑅𝑗 2 (4) Dengan 𝑅𝑗 2 adalah koefisien determinasi antara satu variabel prediktor Xj dengan variabel prediktor lainnya
Heteroskedastisitas (skripsi dan tesis)
Autokorelasi (skripsi dan tesis)
Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi. Persyaratan yang harus terpenuhi adalah tidak adanya autokorelasi dalam model regresi. Metode pengujian yang sering digunakan adalah dengan uji Durbin-Watson (Uji DW) dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Jika d lebih < dL, berarti hipotesis nol ditolak, yang berarti terdapat autokorelasi. 2. Jika (d > dL), berarti terdapat autokorelasi. 3. Jika d terletak antara du dan (4-dU), maka hipotesis nol diterima, yang berarti tidak ada autokorelasi 4. Jika dL < d < dU atau (4-dU), berarti tidak dapat disimpulkan
Normalitas (skripsi dan tesis)
Asumsi persyaratan normalitas harus terpenuhi untuk mengetahui apakah residual/error dari data berdistribusi normal atau untuk mengetahui apakah data sampel berasal dari populasi tang berdistribusi normal. Uji statistik yang yang digunakan adalah kolmogorov-smirnov. Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut : H0 : data berdistribusi normal H1 : data tidak berdistribusi normal Tingkat signifikan 𝛼 = 5% Pengambilan keputusan : Jika p-value < 0,05 maka H0 ditolak
Uji Durbin-Watson (skripsi dan tesis)
Konsekuensi Autokorelasi (skripsi dan tesis)
Jika semua asumsi model regresi linier klasik dipenuhi, teori Gauss-Markov menyatakan bahwa dalam kelas semua penduga tak bias linier penduga OLS adalah yang terbaik yaitu penduga tersebut mempunyai varians minimum (Gujarati, 1988). Akan tetapi jika suatu model regresi linier menunjukkan adanya autokorelasi maka telah disebutkan sebelumnya bahwa penduga parameter 𝛽𝛽0, 𝛽𝛽1, 𝛽𝛽2, … , 𝛽𝛽𝑘𝑘 yang diperoleh dengan metode OLS tidak lagi bersifat BLUE.Gujarati (1988), jika kita tetap melakukan penerapan OLS dalam situasi autokorelasi, konsekuensi sebagai berikut terjadi:
