Konsekuensi Autokorelasi (skripsi dan tesis)

Jika semua asumsi model regresi linier klasik dipenuhi, teori Gauss-Markov menyatakan bahwa dalam kelas semua penduga tak bias linier penduga OLS adalah yang terbaik yaitu penduga tersebut mempunyai varians minimum (Gujarati, 1988). Akan tetapi jika suatu model regresi linier menunjukkan adanya autokorelasi maka telah disebutkan sebelumnya bahwa penduga parameter 𝛽𝛽0, 𝛽𝛽1, 𝛽𝛽2, … , π›½π›½π‘˜π‘˜ yang diperoleh dengan metode OLS tidak lagi bersifat BLUE.Gujarati (1988), jika kita tetap melakukan penerapan OLS dalam situasi autokorelasi, konsekuensi sebagai berikut terjadi:

1. Jika kita mengabaikan autokorelasi dalam penduga OLS yang dihitung secara konvensional dan variansnya, penduga tersebut masih tetap tidak efisien. Oleh karena itu, selang keyakinannya menjadi lebar dan pengujian arti (signifikan) kurang kuat
2. Jika kita tidak memperhatikan batas masalah autokorelasi dan terus menerapkan formula OLS klasik (dengan asumsi tidak ada autokorelasi) maka konsekuensinya akan lebih serius karena:

 a.) Varians error 𝜎𝜎�2 menduga terlalu rendah (underestimate) 𝜎𝜎2 sebenarnya
b.) Jika 𝜎𝜎2 tidak diduga terlalu rendah, varians dan kesalahan standar OLS nampaknya akan menduga varians terlalu rendah dan juga kesalahan standar yang sebenarnya
c.) Pengujian arti (signifikan) t dan F tidak lagi sah, dan jika diterapkan akan memberikan kesimpulan yang menyesatkan secara serius mengenai arti statistik dari koefisien regresi yang diduga

3. Meskipun penduga OLS tidak bias yang merupakan sifat penyampelan berulang, tetapi dalam satu sampel tertentu penduga tersebut memberikan gamabaran yang menyimpang dari populasi sebenarnya. Seperti telah dikemukakan dalam batasan masalah di bab sebelumnya bahwa kesalahan pengganggu/error mengikuti persamaan berikut: πœ€πœ€π‘‘π‘‘ = πœŒπœŒπœ€πœ€π‘‘π‘‘βˆ’1 + 𝑒𝑒𝑑𝑑 (2.16) keterangan: πœ€πœ€π‘‘π‘‘= kesalahan pengganggu/error pada waktu t 𝜌𝜌 = koefisien autokorelasi dengan nilai βˆ’1 ≀ 𝜌𝜌 ≀ 1 πœ€πœ€π‘‘π‘‘βˆ’1 = kesalahan pengganggu/error pada periode 𝑑𝑑 βˆ’ 1 𝑒𝑒𝑑𝑑= kesalahan pengganggu/error yang mana dalam hal ini 𝑒𝑒𝑑𝑑 diasumsikan memenuhi semua asumsi OLS yaitu: 𝐸𝐸(𝑒𝑒𝑑𝑑) = 0, 𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣(𝑒𝑒𝑑𝑑) = 𝜎𝜎2, 𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑 𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐(𝑒𝑒𝑑𝑑, 𝑒𝑒𝑑𝑑+𝑠𝑠) = 0 , 𝑠𝑠 β‰  0. Persamaan (2.16) di atas dikenal sebagai autoregresif derajat-satu yang ditulis sebagai AR(1), disebut autoregresif karena persamaan (2.16) diinterpretasikan sebagai regresi πœ€πœ€π‘‘π‘‘ atas dirinya sendiri yang terlambat satu periode dan dinamakan derajat-satu karena hanya πœ€πœ€π‘‘π‘‘ dan nilai error pada satu periode sebelumnya (πœ€πœ€π‘‘π‘‘βˆ’1) saja yang terlibat