Pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan

Besar kecilnya ukuran suatu perusahaan dapat dicerminkan melalui total
aktiva. Perusahaan yang memiliki total aktiva besar menggambarkan ukuran
perusahaan yang besar juga. Dalam menentukan keputusan investasinya, investor
lebih menaruh perhatian lebih pada perusahaan yang berukuran besar. Pernyataan
tersebut sejalan dengan teori signal yang menganggap ukuran perusahaan yang besar
merupakan signal baik bagi para investor dalam menentukan keputusan investasinya.
Hal ini dikarenakan perusahaan yang berukuran lebih besar dianggap memiliki
kondisi yang lebih baik, karena pihak manajemen telah berhasil mengelola dan
mengembangkan perusahaan tersebut. Menurut Kenti Anjarwati et al. (2015),
perusahaan dengan ukuran yang lebih besar memiliki akses yang lebih besar untuk
mendapat sumber pendanaan dari berbagai sumber, sehingga untuk memperoleh
pinjaman dari kreditur pun akan lebih mudah karena perusahaan dengan ukuran besar
memiliki probabilitas lebih besar untuk memenangkan persaingan atau bertahan
dalam industri. Dengan memenangkan pesaingan dalam pasar, maka perusahaan
tersebut akan menarik perhatian investor dalam menentukan keputusan investasinya.
Banyaknya investor yang tertarik dengan perusahaan tersebut akan mengakibatkan
harga saham meningkat yang selaras dengan peningkatan nilai perusahaan.
Dalam penelitian yang telah dilakukan oleh IGB Angga Pratama dan IGB
Wiksuana (2018), Kenti Anjarwati et al. (2015), dan Kevin Hestia dan I Ketut
Suryanawa (2019) menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif
terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, menurut penelitian I Nyoman Agus dan I
Ketut Mustanda (2017) dan Roviqotus Suffah dan Akhmad Riduwan (2016)
mengatakan bahwa ukuran perusahaan tidak mempunyai pengaruh terhadap nilai
perusahaan