Usia dewan merupakan salah satu jenis pengukuran diversitas dewan yang
mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan (Kristina & Wiratmaja, 2018).
Usia dipertimbangkan dalam hal pengalaman seseorang dewan dan cara untuk
pengambilan risiko (Winoto, 2014) Pada usia empat puluh tahun, telah mencapai
titik karir yang dianggap paling stabil karena mereka tidak lagi harus menghadapi
tingkat persaingan yang besar sebagaimana saat mereka berusia masa dewasa dini
atau delapan belas sampai empat puluh tahun. Pada waktu di masa dewasa dini,
lebih terobsesi untuk memikirkan apa yang diraih dalam karir dan bidang nya
yang terbaik. Hal ini berbeda dengan mereka yang ada pada usia empat puluh
tahun yang biasanya sudah merasa nyaman dengan pekerjaannya dan mempunyai
beberapa keunggulan. Tidak hanya dari sisi pengalaman, melainkan dari
pengendalian diri yang lebih baik dan semakin matang cara ia berfikir dalam
melihat situasi. Hal inilah yang bisa berpengaruh ketika orang yang berada dalam
kisaran usia tersebut menduduki jabatan dalam dewan direksi. Kematangan cara
berpikir dan kebijaksanaan yang dimiliki akan membantu mereka dalam proses
pembuatan keputusan. Jika dilihat dari tahapan dewasa seseorang yang dikaitkan
dengan kinerja, maka pada berusia dewasa madya merupakan waktu orang
mencapai dan mempertahankan karir nya, juga berfokus terhadap pekerjaan
daripada berpindah-pindah perusahaan. Sehingga semakin lanjut usia, maka
semakin bijaksana dan mempertahankan kemampuannya dalam kinerja. Hal ini
memperlihatkan bahwa usia dapat mempengaruhi kinerja seseorang sekaligus
mempengaruhi nilai perusahaan. Pengaruh penelitian diversitas usia dibuktikan
oleh penelitian (W. E. Putri, 2020); (Nugroho et al., 2021); (W. E. Putri, 2020)
