Indikator Kepuasan Kerja

Indikator yang digunakan untuk mengukur kepuasan kerja menurut Gibson,
Ivancvich dan Donnely dalam buku Edison, Anwar dan Komariyah (2016, 216) :
1. Upah
Upah atau gaji yang diperoleh seseorang dan dianggap upah yang wajar atau
sebanding dengan usaha yang dilakukan dan sama dengan upah yang diterima
oleh orang lain dalam posisi yang sama.
2. Pekerjaan
Keadaan dimana tugas pekejaan dianggap menarik, memberikan kesempatan
untuk belajar dan bertanggung jawab.
3. Kepuasan Promosi
Tersedia kesempatan untuk maju. Mengacu pada sejauh mana pergerakan atau
kesempatan maju diantara jenjang berbeda dalam organisasi. Keinginan untuk
promosi mencakup keinginan untuk pendapatan yang lebih tinggi, status sosial,
pertumbuhan secara psikologis dan keinginan untuk rasa keadilan.
4. Atasan (penyelia)
Kemampuan untuk menunjukan minat dan perhatian terhadap karyawan.
Sejauh mana perhatian bantuan teknis dan dorongan ditunjukkan oleh
supervisor terdekat terhadap bawahan. Atasan yang memiliki hubungan
personal yang baik dengan bawahan serta mau memahami kepentingan
bawahan memberikan kontribusi positif bagi kepuasan pegawai dan partisipasi
bawahan dalam pengambilan keputusan memberikan dampak positif terhadap
kepuasan pegawai.
5. Rekan Kerja
Keadaan dimana rekan kerja menunjukan sikap bersahabat dan mendorong.
Tingkat dimana rekan kerja pandai secara teknis dan mendukung secara sosial.
Bagi kebanyakan pegawai, kerja merupakan salah satu cara untuk memenuhi
kebutuhan interaksi sosial. Oleh karena itu mempunyai rekan kerja yang
menyenangkan dapat meningkatkan kepuasan kerja.