Karakteristik Mahasiswa

Kimmel (dalam Fajar, 2002) mengemukakan beberapa karakteristik
mahasiswa sebagai seorang pemuda, yaitu:
a. Identitas ego mencapai kematangan.
Identitas yang terbentuk semakin jelas dan tajam meliputi peran seksual dan
peran dalam tugas organisasi yang sesuai dengan perannya. Mahasiswa
sebagai pemuda akan mencari pengalaman-pengalaman yang sesuai dengan
perannya. Mahasiswa akan mencari dukungan sosial dalam peran-perannya
melakukan hubungan sosial sehingga perannya semakin dimantapkan.
b. Peningkatan hubungan interpersonal.
Kesadaran bahwa dirinya unik dan dapat mengerti akan keunikan orang lain,
sehingga dapat beradaptasi dengan orang lain yang berbeda dan berteman
dengan orang lain yang memiliki berbagai keunikan untuk menambah
pengalaman. Mahasiswa sebagai seorang pemuda dapat membina
komunikasi dengan orang tuanya seperti teman. Masa-masa pemberontakan
di masa remaja telah berlalu dan dapat betugas sama dengan orang tuanyaUNIVERSITAS MEDAN AREA
seperti teman, menerima pemikiran orang tuanya dan mempertimbangkan
baik buruknya.
c. Memperdalam minat-minatnya.
Para mahasiswa mampu menemukan minat untuk ditekuni. Ketertarikan
timbul karena kepuasan yang diperoleh setelah menekuni minat tersebut.
d. Pemahaman nilai.
Kemasakan filsafat moral telah mencapai kesempurnaan, dapat memahami
nilai-nilai moral sebagai nilai-nilai yang memiliki arti bagi diri dan
membawa nilai-nilai masyarakat sehingga tercapai nilai moral baru yang
dianutnya secara pribadi.
e. Tumbuhnya empati.
Mahasiswa dapat merasakan empati terhadap orang lain dan memperhatikan
perasaan orang lain, merasakan penderitaan orang lain, kemiskinan orang
lain, ataupun kegembiraan orang lain.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan mahasiswa adalah
pemuda yang memiliki karakteristik dengan identitas ego yang mencapai
kematangan, memiliki hubungan interpersonal yang semakin baik, memiliki
pendalaman setiap minat, memahami nilai-nilai, dan memiliki rasa empati.
Dengan karakteristik yang dimiliki tersebut, mahasiswa mampu untuk terjun di
masyarakat dan mulai dapat melihat dunia luar dengan perbedaan-perbedaan dan
berbagai keanekaragaman yang menjadi modal bagi mahasiswa dalam perannya
sebagai agent of change dan agent of social control