Organisasi Mahasiswa

Organisasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu organization yang diartikan
dalam kamus Inggris-Indonesia sebagai kumpulan. Menurut Fajar dan Effendy
(1992) organisasi adalah suatu sistem yang mapan dari mereka yang betugas sama
untuk mencapai tujuan bersama melalui suatu jenjang dan kepangkatan
pembagian tugas. Kemudian Menurut Fajar dan Effendy (1992) mengatakan
bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem yang dibentuk atas kepentingan
bersama yang dimana atas dasar kepentingan tersebut maka timbullah perilaku
organisasi.
Robbins (2006) menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan sosial yang
dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah bpimpinan organisasi yang relatif
dapat diidentifikasi, yang betugas atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau seorganisasi tujuan.
Selanjutnya Wexley & Yukl (2003) menambahkan bahwa organisasi itu
sebagai pola hubungan antar manusia yang diikutsertakan dalam aktivitas dimana
satu sama lainnya saling tergantung untuk satu tujuan tertentu.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan organisasi ialah sekumpulan orang-
orang yang disusun dalam organisasi-organisasi, yang betugas sama untuk
mencapai tujuan bersama atau juga sistem tugas sama antara dua orang atau lebih.
Organisasi kemahasiswaan diselenggarakan dengan prinsip dari, oleh, dan
untuk mahasiswa. Sukirman (dalam Fajar, 2002) menyebutkan organisasi
kemahasiswaan terdiri dari:
a. Organisasi kemahasiswaan intra-universitas, atau disebut juga organisasi
kemahasiswaan di perguruan tinggi yang berkedudukan di dalam perguruan
tinggi yang bersangkutan. Bentuk-bentuk organisasi intra-universitas ini
antara lain:
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), merupakan wadah atau badan
normatif dan perwakilan tertinggi mahasiswa dengan tugas pokok
mengkoordinasikan kegiatan ekstrakurikuler pada perguruan tinggi.
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), merupakan wadah kegiatan
ekstrakurikuler di perguruan tinggi yang bersifat penalaran dan keilmuan,
minat dan kegemaran, kesejahteraan mahasiswa serta pengabdian
masyarakat.
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), merupakan wadah kegiatan
ekstrakurikuler di perguruan tinggi yang bersifat akademis, penalaran
keilmuan yang sesuai dengan program studi pada jurusan.
b. Organisasi kemahasiswaan ekstra-universitas, yaitu organisasi
kemahasiswaan yang berkedudukan di luar perguruan tinggi, biasanya
karakteristik dari organisasi ini lebih kepada pengabdian masyarakat
untuk menunjukkan eksistensi seorang mahasiswa sebagai agent of change,
agent of social control, dan human transformer.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa organisasi mahasiswa
adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa yang terbagi dalam dua jenis,
yaitu organisasi kemahasiswaan intra-universitas yang berkedudukan di dalam
perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan ekstra-universitas yang
berkedudukan di luar perguruan tinggi.