Husein ( 2008 : 213 ), menyatakan bahwa: ”Kepuasan kerja adalah
perasaan dan penilaian seorang atas pekerjaannya, khususnya menegenai kondisi
kerjanya, dalam hubungannya dengan apakah pekerjaannya mampu memenuhi
harapan, kebutuhan, dan keinginannya”
Menurut Marihot Tua Effendi Hariandja (2009:290) berpendapat bahwa
: ”Kepuasan kerja adalah merupakan salah satu elemen yang cukup penting dalam
organisasi. Hal ini di sebabkan kepuasan kerja dapat mempengaruhi perilaku kerja
seperti malas, rajin, produktif, dan lain – lain, atau mempunyai hubungan
beberapa jenis perilaku yang sangat penting dalam organisasi. ”
Menurut T.Hani Handoko (2007:193), menyatakan bahwa: ”Kepuasan
kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan
dimana para karyawan memanadang pekerjaan mereka.”
Menurut Luthans (2006) kepuasan kerja adalah hasil dari persepsi
karyawan mengenai seberapa baik pekerjaan mereka memberikan hal yang dinilai
penting.
Menurut Locke yang dikutip oleh Fredluthans terjemahan V.A.Yuwono,
dkk (2006:243) dalam Peni Tunjungsari (2011) menyatakan bahwa “kepuasan
kerja adalah:Keadaan emosi yang senang atau emosi positif yang berasal dari
penilaian pekerjaan atau Pengalaman kerja seseorang”. Pada dasarnya kepuasan
kerja menjadi hal yang bersifat indivdual sebab setiap indvidu memiliki tingkat
kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan karkteristik yang berlaku pada diri
seseorang. permasalahan kepuasan kerja penting diperhatikan, sebab kepuasan
yang tinggi akan menciptakan suasana kerja yang mendorong karyawan untuk
berprestasi.
