Semua faktor kepuasan kerja organisasi perlu diperhatikan saat mengambil keputusan.
Tidak terkecuali organisasi swasta atau organisasi pemerintah, termasuk hubungan dengan
rekan kerja, dukungan kondisi kerja, kejelasan penugasan kerja, dan hubungan dengan atasan.
(Fitriansyah 2020)
1. Hubungan Rekan Kerja
Menurut Goleman dan Rivai dalam Fitriansyah (2020) menyatakan bahwa kunci dari
keterampilan sosial adalah empati, memahami perasaan orang lain dan mengambil pendapat,
dan menghormati perasaan orang lain, dan kemudian hubungan interpersonal menjadi fokus
utama, termasuk belajar menjadi pendengar yang baik dan bertanya serta belajar keterampilan
di kerja. Bekerja sama untuk menciptakan sinergi dan hubungan peer-to-peer yang harmonis.
2. Dukungan Kondisi Kerja
Menurut Fred Luthans dalam Fitriansyah (2020) Dari sisi sumber daya manusia,
kondisi kerja tidak banyak berpengaruh terhadap kepuasan kerja, apabila kondisi kerja baik
seperti lingkungan yang bersih dan menarik akan memudahkan individu dalam menyelesaikan
pekerjaannya. Dengan kata lain, dampak lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja sama
dengan kelompok kerja, jika semua berjalan dengan baik maka tidak ada masalah kepuasan
kerja, dan jika semuanya berjalan buruk maka akan terjadi ketidakpuasan kerja.
3. Kejelasan Pembagian Tugas
Menurut Manulang dalam Fitriansyah (2020) ketika pembagian kerja memenuhi enam
elemen berikut, pembagian kerja menjadi jelas: mengapa, siapa, apa, kapan, di mana, dan
bagaimana. Penggunaan elemen “mengapa” berarti pembagian tugas harus menyertakan alasan
untuk menghindari kesalahpahaman. Elemen “siapa” berarti bahwa tanggung jawab di tempat
kerja harus diberikan kepada karyawan yang tepat. Elemen “apa” menentukan apa yang harus
dilakukan karyawan. Unsur “kapan” mengacu pada kapan pekerjaan harus diselesaikan.
Elemen “di mana” menunjukkan di mana pekerjaan karyawan harus dilakukan, termasuk
bahan-bahan yang diperlukan. Unsur “bagaimana” mengandung arti bagaimana karyawan
menyelesaikan pekerjaannya, sehingga diperoleh fakta yang cukup untuk memperjelas
penerima pekerjaan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, yang berdampak pada kepuasan
kerja dan pada akhirnya kinerja pekerjaan personel terkait.
4. Hubungan Dengan Atasan
Menurut Stephan P. Robbins dalam Fitriansyah (2020) contoh hubungan dengan atasan
antara lain berbagai laporan kerja yang disiapkan oleh pegawai untuk direview oleh manajer
atau pimpinan organisasi, kotak saran, keluhan, diskusi antara atasan dan bawahan, serta sesi
tanya jawab. Para pegawai dapat menggunakan kesempatan ini untuk mengidentifikasi dan
mendiskusikan masalah dengan atasannya.
