Komitmen Organisasi

Komitmen organisasi adalah tingkat seberapa jauh seorang
karyawan secara emosi terikat, mengenal, dan terkibat dalam organisasi
(Allen & Meyer, 1990). Robbins & Judge dalam (Putri & Suwandana,
2016) mengatakan bahwa komitmen organisasi adalah suatu keadaan
dimana seorang karyawan memihak organisasi tertentu serta tujuan dan
keinginan untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi.
Komitmen organisasional adalah tingkat kepercayaan dan penerimaan
tenaga kerja terhadap tujuan organisasi dan mempunyai keinginan untuk
tetap ada di dalam organisasi (Mathis & Jackson, 2001).
Berdasarkan dari berbagai teori tersebut, pada penelitian kali ini
penulis menggunakan teori komitmen organisasi dari (Allen & Meyer,
1990). Allen & Meyer dalam (Yanti & Supartha, 2017) mengatakan bahwa
indikator komitmen organisasi adalah sebagai berikut: affective
commitment, normative commitment, dan continuance commitment.
a. Komitmen afektif berkaitan dengan hubungan emosional anggota
terhadap organisasinya. Karyawan merasa bahwa tujuannya sejalan
dengan organisasi sehingga timbul motivasi dan keinginan untuk tetap
tinggal pada organisasi tersebut.
b. Komitmen normatif menggambarkan perasaan keterikatan untuk terus
berada dalam organisasi. Karyawan merasa perusahaan tempat mereka
bekerja telah memberikan banyak hal, sehingga muncul rasa tanggung
jawab untuk memberikan feedback kepada perusahaan.
c. Komitmen berkelanjutan berkaitan dengan rasa butuh. Anggota
organisasi merasa akan mengalami kerugian jika meninggalkan
organisasi.
Komitmen organisasi adalah cerminan dari rasa memiliki atau
ikatan emosional terhadap organisasi. Hubungan yang erat antara
karyawan dengan organisasinya akan menimbulkan keinginan untuk tetap
tinggal di organisasi tersebut, serta mampu meningkatkan kesukarelaan
karyawan dalam berkontribusi melebihi tugas yang seharusnya. Seseorang
yang memiliki komitmen yang tinggi akan menimbulkan sikap loyalitas
terhadap perusahaan, terlibat sungguh-sungguh dalam kepegawaian dan
memandang aspek positif pada perusahaan. Komitmen terhadap organisasi
akan membuat karyawan setia pada organisasi dan bekerja dengan baik
untuk kepentingan organisasi.
Allen & Meyer (1990) mengatakan bahwa terdapat tiga faktor
yang mempengaruhi komitmen organisasi, yaitu:
a. Karakteristik Pribadi Individu
Karakteristik pribadi inividu terdiri dari dua variabel yaitu
variabel demografis dan variable disposisional. Variable demografis
mencakup jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status pernikahan
dan lamanya seseorang bekerja pada suatu organisasi. Sedangkan
variable disposisional mencakup, kepribadian dan nilai yang dimiliki
anggota organisasi. Variabel disposisional memiliki hubungan yang
lebih kuat dengan komitmen berorganisasi, karena adanya perbedaan
pengalaman masing-masing anggota dalam organisasi tersebut.
b. Karakteristik Organisasi
Karakteristik organisasi mencakup struktur organisasi, desain
kebijaksanaan dalam organisasi dan bagaimana kebijaksanaan
organisasi tersebut disosialisasikan.
c. Pengalaman Organisasi
Pengalaman organisasi mencakup kepuasan dan motivasi
anggota organisasi selama berada dalam organisasi, perannya dalam
organisasi tersebut dan hubungan antara anggota organisasi dengan
supervisor pimpinannya.
Akibat komitmen organisasi karyawan bagi organisasi
adalah:
a. Menurunkan Turnover
Seorang karyawan yang memiliki komitmen organisasi tinggi
maka dia akan bertahan untuk tetap menjadi anggota perusahaan,
demgan ini turnover karyawan akan menurun.
b. Meningkatkan Extra Role Karyawan
Perusahaan yang karyawannya memiliki komitmen organisasi
tinggi akan mendapatkan hasil yang diinginkan seperti kinerja tinggi.
Karena karyawan yang memiliki komitmen akan melakukan pekerjaan
dengan maksimal bahkan secara suka rela melakukan pekerjaan di luar
tanggung jawabnya.