Menurut Kotler dan Armstrong mengemukakan bahwa
pengalaman yang menyenangkan dengan produk yang
dikonsumsi akan menentukan kepuasan konsumen dan
menciptakan pembelian ulang.
Namun penelitian dari Lisa Maskun, Agus S. Soegoto,
dan Rotinsulu J. Jorie (2018) menyimpulkan bahwa Tidak
terdapat pengaruh signifikan antara experiential marketing
terhadap kepuasan. Sedangkan hasil dari penelitian Rifda
Nabila dkk (2015) serta penelitian dari Yuliawan dan Mbayak
(2016) menyimpulkan bahwa variabel experiential marketing
berpengaruh terhadap variabel kepuasan
