Experiential Marketing dalam Perspektif Islam

Menurut perspektif Islam marketing atau pemasaran
adalah segala aktivitas yang dijalankan dalam kegiatan bisnis
dalam bentuk kegiatan penciptaan nilai (value creating
activities) yang memungkinkan siapa pun yang melakukannya
bertumbuh serta mendayagunakan kemanfaatannya yang
dilandasi atas kejujuran, keadilan, keterbukaan, dan keikhlasan
sesuai dengan proses yang berprinsip pada akad bermuamalah
Islami.
Dalam hal ini experiential marketing yang merupakan
strategi pemasaran yang dalam pelaksanannya berusaha
memberikan pengalaman yang baik kepada pelanggan dan
berusaha menjalin hubungan yang baik sehingga menjadi bagian dari konsep ekonomi Islam itu sendiri. Jika kita
hubungkan dengan ajaran Islam yang berlandaskan Alquran dan
hadits maka Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjalin
komunikasi dan hubungan yang baik antar sesama manusia.
Sebagaimana dalam Alquran Surat Ar-Rahman ayat 60.
Artinya : Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
Menurut tafsir dari An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh
Muhammad bin Shalih asy-Syawi maksud ayat ini tidak ada
balasan bagi seseorang yang memberikan manfaat bagi
hambaNya yang lain, melainkan dia akan dibalas dengan
kebaikan (pula) dengan pahala yang melimpah, kemenangan
besar, kenikmatan abadi, dan kehidupan sejahtera.
Sebagaimana tafsir surat ar-rahman ayat 60 tersebut
menjelaskan tentang hubungan antar manusia, dimana kita
harus selalu berbuat baik sesama manusia. Berkaitan dengan
experiential marketing yang merupakan komunikasi yang baik ke semua orang melaui emosional, intelektual dan spiritual
sehingga dapat menyentuh hati dan mempengaruhi pikiran
mereka sehingga dapat menghadirkan pikiran positif dan
pengalaman positif. Begitu juga pada experiential marketing
dimana pemasar diharapkan mampu memberikan komunikasi
yang baik kepada setiap pelanggan sehingga dapat direspon
baik pula atas apa yang ditawarkan atau diberikan pemasar atau
penjual.