Menurut Lupiyoadi (2013:131), Experiential Marketing didefinisikan suatu
kemampuan pemberi produk barang/jasa dalam menawarkan pengalaman emosi
sehingga menyentuh hati dalam perasaan konsumen. Experiential Marketing
menurut Smilansky (2009:5) adalah proses mengidentifikasi kebutuhan dan aspirasi
pelanggan, melibatkan mereka melalui komunikasi dua arah yang membuat merek
lebih hidup atau bermakna dan menciptakan suatu nilai pada pelanggan.
Bisa dikatakan bahwa pengertian Experiential Marketing adalah suatu
aktivitas untuk melakukan antisipasi, pengelolaan dan pencapaian kepuasan
konsumen melalui proses pertukaran yang merupakan peristiwa-peristiwa pribadi
yang terjadi sebagai tanggapan atau beberapa stimulus
