Budaya organisasi merupakan sebuah nilai-nilai, kepercayaan, dan prinsip-prinsip yang mendasari suatu sistem manajemen organisasi (Denison,1990). Budaya organisasi terbrntuk dari sebuah keyakinan yang terdiri dari nilai-nilai dominan
yang dijadikan menjadi sebuah filosofi kerja dan panduan bagi kebijakan organisasi dalam pengelolaan karyawan dan konsumen. Gibson (1992, h. 59) mengatakan bahwa persepsi merupakan proses pemberian arti terhadap lingkungan yang dipersiapkan dalam kerangka yang terorganisir yang telah dibentuk berdasarkan pengalaman dan nilai dari individu. Marliyah dkk (2004, h. 63) mengemukakan bahwa persepsi merupakan penafsiran unik terhadap situasi bukan pencarian yang benar terhadap situasi. Sedangkan menurut Branca (dalam Walgito, 2002, h. 70) mengatakan bahwa persepsi merupakan pengorganisasian penginterpretasian terhadap stimulus yang diinderanya sehingga merupakan sesuatu yang berarti dan merupakan respon yang integrated dalam diri individu. Karena itu dalam penginderaan orang akan mengkaitkan dengan stimulus sedangkan dalam persepsi orang akan mengkaitkan dengan objek. Definisi lain menurut Matsumoto (1996) mengenai budaya organisasi Adalah sebagai seperangkat sikap, nilai-nilai, keyakinan dan perilaku yang dipegang oleh individu atau sekelompok orang yang dikomunikasikan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya. Susanto (1997) mendefinisikan budaya organisasi sebagai suatu nilai-nilai yang menjadi pegangan sumber daya manusia dalam menjalankan kewajiban dan juga perilakunya dalam organisasi
