Penggabungan (Reverse Stock Split) (skripsi,tesis,disertasi)

 

 Reverse stock adalah salah satu aksi perusahaan dalam usaha mendongkrak harga saham dengan memperkecil jumlah saham beredar. Aksi ini dianggap sebagai kabar negative (bad news), karena perusahaan memiliki nilai saham yang sangat kecil. Aksi korporasi reverse stock split ini dinilai merugikan pemegang saham, karena perusahaan yang melakukan aksi ini biasanya adalah perusahaan yang sahamnya sudah lama tidur di harga Rp 50,- aksi ini membuat pemegang saham berlomba-lomba menjual saham mereka, karena sudah lama menyangkut pada saham tersebut dan pada akhirnya harga saham mengalami penurunan yang lebih dalam lagi (Stockbit.com, 2018) Secara umum reverse stock tidak mempengaruhi perusahaan, namun aksi ini tetap dilakukan karena saham perusahaan yang bersangkutan telah kehilangan nilai yang substansial. Konotasi negatif terkait hal ini sering justru berdampak negative terhadap perusahaan itu sendiri. Alasan lain perusahaan melakukan reverse stock ialah memulihkan harga saham dan menarik investor, mendapatkan posisi aman di pasar modal, dan mengurangi jumlah pemegang saham hal ini dilakukan guna lebih  mudah dalam mengatur pemegang saham. Jadi, dengan sedikit pemegang saham, perusahaan lebih mudah menentukan regulasi yang ingin dikehendaki