Minat Berkunjung (skripsi, tesis, dan disertasi)

Dalam penerapan Theory of Planned Behavior, minat berkunjung mencerminkanbehavioral intentionatau niat perilaku konsumen. Ajzen (1991) mendefinisikan minat sebagai pengukuran terhadap kesediaan konsumen untuk melakukan perilaku tertentu, dalam konteks penelitianiniadalah perilaku berkunjung ke destinasi wisata. Menurut Moutinho (1987), minat disebabkan oleh berbagai faktor, yakni keyakinan evaluatif, keyakinan normatif, dan faktor situasional. Minat konsumen sangat kuat dalam memprediksi kecenderungan perilaku konsumen setelah diterpa konten periklanan baik secara langsung maupun melalui mediasi sikap, sehingga berbagai penelitian empiris menggunakan minat sebagai pengukuran terhadap efektivitas iklan maupun kegiatan komunikasi pemasaran lainnya. Penelitian Samat et al. (2016) menggunakan minat beli sebagai variabel dependen yang mengukur efektivitas periklanan melalui situs jejaring sosial (social networking sites ads). Penelitian lainnya oleh Jamil & Hassan (2014)menggunakan minat beli sebagai pengukuran efektivitas celebrity endorser dalam mempromosikan produk. Secara khusus dalam lingkup riset pemasaran pariwisata, pengukuran terhadap minat konsumen (wisatawan) sangat kompleks, mengingat produk wisata terdiri dari komponen tangible dan intangible(Chen, et al., 2014). Chen et al. (2014) menjelaskan bahwa dalam proses keputusan berkunjung, konsumen pariwisata melakukan berbagai pertimbangan rasional terhadap biaya dan manfaat dari berbagai alternatif destinasi yang berasal dari sumber informasi eksternal, salah satunya ulasan dari orang lain. Penelitian ini juga menggunakan minat berkunjung sebagai anteseden untuk mengukur efektivitas konten bersponsordengan dukungan selebriti dan YouTube vlogger dalam pemasaran pariwisata.Skala pengukuran minat berkunjung calon wisatawan untuk penelitian ini diadaptasi dari penelitianChen et al. (2014), yaitu skala likelihood atau kecenderungan.