Involvement (skripsi, tesis, dan disertasi)

Keterlibatan (involvement)dipandang sebagai hubunganseseorang terhadap objek berdasarkan kebutuhan dasar, nilai, dan ketertarikan(Zaichkowsky, 1994). Objek dalam definisi ini bisa dideskripsikan sebagai produk, brand, iklan, berbagai jenis promosi, hingga situasi pembelian (Huanget al, 2010). Celsi dan Olson (1988) (dalamJaparianto & Sugiharto, 2012)berpendapat bahwa selama involvementkonsumen tinggi, konsumen akan memerhatikaninformasi yang berhubungan dengan objek tersebut, dan akan memberi lebih banyak upaya untuk memahami dan memfokuskan perhatian pada informasi yang terkait didalamnya.Michaelidou &

 Dibb, 2008 membuat klasifikasi involvementdalam kelompok-kelompok yang berbedaberdasarkan sifat (enduring dan situational), objek (product dan media), dan intensitasnya (high danlow). Penelitian ini menganalisis involvement berdasarkan intensitas (highdan low), bagaimana tingkat keterlibatan calon wisatawan terhadap produk pariwisata akan memengaruhi proses pengambilan keputusan mereka. High involvementterjadi ketika seseorang memiliki keterikatan personal maupun emosional dengan produk atau brandtertentu yang memiliki resiko lebih tinggi. Produk seperti properti, asuransi, jasa, dan pengalaman adalah jenisproduk yang membutuhkan keterlibatan yang tinggi. Low involvementdi sisi lain, terjadi ketika konsumen tidak begitu terikat dengan sebuah produk atau brand (Ghafelehbashi et al, 2011). Dalam penelitian mengenai keterlibatan konsumen dan hubungannya dengan komunikasi pemasaran, dikenal teori Elaboration Likelihood Model(ELM)yang mengemukakan bahwapemrosesan pesan persuasi konsumen melewati dua jalur berbeda. Central route adalah jalur yang digunakan ketika konsumen secara aktif terlibat (involved) dalam mengevaluasisuatu upaya persuasi sehingga pembentukan perilaku berasal dari pemrosesan informasi yang sistematis, sedangkanperipheral routeadalah jalur sebaliknya, yakni pemrosesan informasi yang bergantung pada isyarat-isyaratyangrelatif sederhana(Petty & Cacioppo, 1986). Dalam tingkat involvement yang rendah, konsumen akan menggunakanisyarat periferal seperti kredibilitas sumber informasisebagai tolak ukur pembentukan perilaku (Mazursky, Schulet al, 1992).Semakin tinggi keterlibatan konsumen, maka semakin besar usaha untuk memroses
 informasi kognitif sehingga perilaku lebih dipengaruhi oleh pertimbangan logis seperti kekuatan argumen, karakteristik produk, biaya, kepuasan, dan persepsi risiko. Pengukuran terhadap involvementyang dianggap cukup lengkap dan cocok digunakan dalam penelitian ini adalah skala Consumer Involvement Profile(CIP)oleh Laurent & Kapferer(1985)yang terdiri atas dimensi interest/importance, pleasure, sign, risk, dan probability of error.