Persepsi manfaat (perceived usefulness) didefinisikan sebagai suatu tingkat kepercayaan seseorang bahwa penggunaan suatu teknologi informasi (TI) tertentu akan meningkatkan prestasi kerja orang tesebut. Dengan kata lain, sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa penggunaan suatu teknologi adalah penting karena akan meningkatkan kinerjanya dan produktivitasnya dalam bekerja. Bila suau teknologi dianggap memiliki manfaat maka suatu teknologi akan digunakan dan sebaliknya bila diangggap tidak memberikan manfaat maka akan ditinggalkan (Davis, 1989).
Todd dan Taylor (1995) menemukan bahwa ada hubungan signifikan antara persepsi manfaat (perceived usefulness) dengan sikap (attitude) untuk menggunakan suatu sistem informasi
teknologi. Sikap (attitude) memainkan peranan penting dalam pengadopsian teknologi komputer (Davis, dkk 1989). Nugraha (2009) menunjukkan bahwa persepsi manfaat (perceived usefulness) memiliki pengaruh yang positif terhadap sikap (attitude).
