Perbedaan Coping Strategi Ditinjau Dari Kepribadian Tipe A dan B (skripsi, tesis, disertasi)

Terdapat perbedaan yang tampak antara individu satu dengan yang lain, dimana hal ini dapat terlihat dari perbedaan karakteristik kepribadian yang dimiliki oleh masing-masing individu. Kepribadian merupakan gabungan kualitas, kebiasaan dan reaksi yang terbentuk atas dasar kesadaran yang dikenali sebagai suatu hal yang baik atau tidak sesuai dengan kelazimannya yang kemudian direspon secara positif atau tidak oleh seseorang yang melakukan kontak dengan individu. Reaksi yang terbentuk dari penggabungan kualitas dan kebiasaan kemudian mendapat respon dari pihak yang melakukan kontak dengan individu dan respon tersebut menjadi sebuah penilaian (dalam Sugiarto, 2002:8). 29 Adanya perbedaan kepribadian antara satu dengan yang lain karena sebagai proses penyesuaian diri pada kondisi tertentu dan tidak dapat dimanipulasi karena kepribadian menunjukkan kekhasan. Menurut Hurlock (1974), kepribadian manusia dibedakan menjadi dua yaitu kepribadian Tipe A dan kepribadian Tipe B. Secara umum perbedaan antar individu kepribadian Tipe A dan kepribadian Tipe B terletak pada pola pikir kedua tipe. Orang yang mempunyai kepribadian Tipe A cenderung cepat dalam segala hal, agresif, ambisiu, kompetitif, tidak sabar, mudah tertekan dan selalu berpikir sedangkan orang dengan Kepribadian Tipe B cenderung sabar, bijak, kreatif, tidak menonjolkan dalam hal prestasi, pribadi yang lebih santai dan memiliki selera humor yang tinggi. Adanya kepribadian manusia yang dibedakan menjadi dua tipe juga membuat mahasiswa terbagi atas dua tipe yang sama yaitu kepribadian Tipe A dan kepribadian Tipe B. Sari dan Arrum (2006) menjabarkan bahwa perbedaan pola pikir antara individu dengan kepribadian Tipe A dengan kepribadian Tipe B menyebabkan keduanya memiliki cara-cara tersendiri dalam mengorientasikan dirinya terhadap suatu masalah. Cara yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut juga tidak sama dan pada akhirnya membedakan langkah pengambilan keputusan oleh masing-masing individu. Perbedaan antara individu kepribadian A dan B tampak dari sifat dan perilaku yang dilakukan salah satu yang diasumsikan adanya perbedaan diantara kepribadian Tipe A dan B adalah pada pemilihan coping strategi saat menghadapi masalah. Individu dengan kepribadian Tipe A memiliki sifat agresif, ambisius, tidak sabar, dan selalu berpikir untuk menyelesaikan permasalahan serta tekanan yang timbul akibat 30 ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Saat melakukan coping strategi sebagai upaya untuk mengendalikan dan menyelesaikan berbagai tuntutan yang timbul, individu dengan kepribadian Tipe A lebih aktif dan tanggap dalam mengatasi situasi yang penuh dengan tekanan. Individu selalu memikirkan cara yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan dan tekanan yang timbul. Sifat penuh ambisi dan kompetitif membuat dirinya yakin tentang usaha yang dilakukan adalah benar dan membuat individu bertindak untuk menyelesaikan tekanan yang ada dalam dirinya. Individu dengan kepribadian Tipe A mampu menggunakan keterampilannya untuk memecahkan masalah dengan mencari informasi, menganalisa berbagai situasi, mengidentifikasi masalah yang terjadi untuk menghasilkan suatu tindakan yang kemudian dilakukan untuk mencapai hasil. Kepribadian Tipe B yang memiliki karakteristik yaitu segala tindakannya lebih bijak dan kreatif tapi cenderung santai dalam melakukan sesuatu tidak terlalu memaksakan diri dalam bekerja dan tidak suka bersaing (Ivancevich, dkk., 2006). Hal ini sejalan dengan Coping strategi yang berupa Emotion focused coping sebab pendekatan yang menggunakan Emotion focused coping merupakan Coping strategi yang menggunakan pendekatan behavioral dan kognitif terhadap situasi yang menekan. Pendekatan behavioral dilakukan dengan tindakan atau tingkah laku tanpa mengkaitkan tentang kesadaran dan mentalitas, sementara pendekatan kognitif melibatkan individu untuk berfikir tentang situasi yang menekan seperti buruk dan melihat situasi yang baik dari luar masalah (Lazarus & Folkman, 1984).

Emotion focused coping yang berorientasi pada emosi bukan berarti cenduru bersikap emosional secara negatif namun emosional dalam hal ini lebih menunjukkan pada sikap individu dalam menangani masalah akan lebih mengutamakan pemahaman secara emosional dan respon kepedulian terhadap individu yang mengalami situasi yang menekan. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Lazarus & Folkman (1984), bahwa salah satu aspek dalam Emotion focused coping adalah dukungan sosial emosional yang merupakan pemberian bantuan berupa dukungan atau motivasi dan dilakukan melalui dukungan moral seperti pengertian. Pemberian dukungan dalam bentuk pengertian sebagai bentuk pemahaman emosi dan respon kepedulian terhadap individu yang mengalami situasi yang menekan Ciri-ciri individu dengan kepribadian Tipe B yang lebih bisa memahami orang lain ini akan mempermudah kepribadian Tipe B dalam menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan karena Emotion focused coping yang dipilih ini dinilai sudah tepat dan sesuai dengan tipe kepribadiannya yaitu kepribadian Tipe B. Sikap sabar yang merupakan salah satu ciri-ciri dari kepribadian Tipe B yang mencerminkan individu dengan tipe kepribadian ini akan cenderung sabar dan menerima berbagai kemungkinan dari usaha yang telah dilakukan karena pada dasarnya ia selalu menikmati keberhasilan yang diraih meskipun pencapaiannya tidak sempurna.