Faktor-Faktor penyebab Turnover Intention (skripsi, tesis, dan disertasi)

Penelitian meta–analisis yang dilakukan oleh Cotton, J. L., & Tuttle, J. M.
(1986) mengidentifikasi 24 variabel yang berdampak pada turnover dan mengklasifikasikan variabel tersebut menjadi tiga jenis kategori korelasi yaitu faktor eksternal,
faktor pekerjaan dan faktor pribadi. Hal yang masih belum diketahui adalah variabel
manakah yang berpengaruh signifikan terhadap turnover di organisasi kemanusiaan.
Penelitian faktor turnover sangat berguna bagi peneliti dan praktisioner. Meninjau
penelitian Cotton, J. L., & Tuttle, J. M. (1986) maka Dubey, Gunasekaran, Altay,
Childe & Papadopoulos (2016) mengolah klasifikasi tersebut menjadi tiga kategori
yang akan dibahas sebagai berikut.
1. Faktor Eksternal yang meliputi presensi serikat pekerja, presepsi terhadap
jabatan, tingkat pengangguran. Tingkat turnover yang tinggi secara garis besar
dapat dijelaskan dengan teori kebudayaan dan teori perkembangan negara.
2. Faktor yang berhubungan dengan pekerjaan, yaitu gaji, performa kerja, kejelasan
peran, repetitif pekerjaan, kepuasan terhadap gaji, kepuasan terhadap pekerjaan
itu sendiri, kepuasan terhadap kesempatan promosi dan komitmen
organisasional.
3. Faktor pribadi, pada faktor ini Cotton, J. L., & Tuttle, J. M. (1986) telah mengidentifikasi bahwa faktor pribadi mencangkup usia, masa kerja, jenis kelamin, informasi biografi, pendidikan, status perkawinan, jumlah tanggungan, kemampuan
atau bakat, kecerdasan, intensi perilaku dan ekspektasi murni.
Penelitian Dubey et al (2016) menemukan bahwa variabel yang telah
diidentifikasi oleh Cotton, J. L., & Tuttle, J. M. (1986) telah digunakan pada konteks
penelitian yang berbeda oleh berbagai peneliti. Pada tahun 2015, Atique Siddiqui,
Atif & Jamil, R, melakukan penelitian berkaitan dengan hal yang menyebabkan
gejala turnover intention pada 176 responden berasal dari institusi edukasi yang
berbeda. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa stress kerja adalah faktor utama
penyebab karyawan berpikir untuk keluar dari pekerjaan. Temuan penelitian milik
Atique Siddiqui, Atif & Jamil, R (2015) dan Dubey et al (2016) didukung oleh
kesimpulan hasil penelitian Zentner, Aeron (2014) dimana personal factors dan faktor organisasional atau pekerjaan juga menjadi faktor yang mempengaruhi turnover
intention.