LMX adalah sebuah teori yang berfokus pada kualitas hubungan antara
pemimpin dan bawahan untuk memahami pengaruh peran pemimpin terhadap
member, tim atau organisasi(Berrin, E., & Bauer, T, N, 2014). Teori LMX
mengatakan bahwa seorang pemimpin membedakan relasi dengan bawahan.
Terdapat kemungkinan pemimpin membentuk hubungan secara merata pada seluruh
bawahannya tetapi membentuk hubungan baik membutuhkan pengorbanan waktu
dan energi dan karyawan memiliki kualitas kerja dan motivasi yang berbeda
sehingga pemimpin akan lebih sering membeda–bedakan relasi pada karyawan
organisasi (Liden, R. C., & Graen, G, 1980). Pembedaan hubungan antara pemimpin dan bawahan dikategorikan menjadi dua yaitu in–group dan out–group.
Dasar dibalik teori LMX adalah pemimpin membuat dua kelompok dimana
masing–masing kelompok membangun jenis relasi yang berbeda dengan pemimpin.
Teori LMX berbeda dengan kebanyakan teori kepemimpinan lain yang berasumsi
bahwa pemimpin berperilaku sama terhadap setiap member bawahan. LMX
berfokus pada pembahasan hubungan pemimpin dan bawahan secara independen
daripada hubungan pemimpin pada bawahan secara keseluruhan dimana terdapat
pembedaan kualitas hubungan pada individu yang berbeda (dalam Lunenburg, FC,
2010). Kualitas LMX yang baik ditandai dengan adanya sikap saling support antara
pemimpin dan bawahan, rasa saling percaya, komunikasi yang baik dan nyaman,
kesetiaan terhadap sesama serta daya tarik interpersonal yang baik sedangkan
kualitas LMX yang rendah ditandai dengan pengaruh dan support timbal balik yang
terbatas antara pemimpin dan bawahan. Pemimpin juga memberlakukan otoritas
formal dan memberikan benefit hanya sebatas standar organisasi kepada
bawahan(Deluga, R. J, 1998)
