Burnout merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami kejenuhan
secara fisik dan emosional di dalam bekerja (Maslach, 2003). Hal ini terjadi
dikarenakan perusahaan tidak memikirkan kualitas kehidupan kerja para
karyawannya, berupa kenyamanan baik secara psikologis maupun fisik yang harus
didapatkan oleh para karyawan atau pekerjanya . Apabila hal tersebut tetap terjadi,
tidak hanya di dalam kehidupan bekerja saja yang akan mengalami permasalahan
yang dipengaruhi oleh burnout, tetapi di dalam kehidupannya sehari-hari terutama
hubungan dengan teman dan keluarganya akan mengalami kesenjangan atau
masalah yang disebabkan dari perubahan atau goncangan emosi di dalam diri
seorang pekerja yang mengalami burnout.
Sedangkan kualitas kehidupan kerja sebagai sebuah proses bagaimana
organisasi memberikan respon pada kebutuhan pegawai dengan cara
mengembangkan mekanisme untuk mengijinkan para pegawai memberikan
sumbangan saran penuh dan ikut serta mengambil keputusan dan mengatur
kehidupan kerjanya dalam sebuah organisasi. Beberapa hal yang termasuk
kualitas kehidupan kerja adalah keamanan kerja, sistem penghargaan yang lebih
baik, gaji yang lebih baik, kesempatan untuk mengembangkan diri, partisipasi dan
meningkatkan produktivitas organisasi di antara mereka (Robbins, 2003).
Mengatur kualitas kehidupan kerja seorang pekerja atau karyawan di
dalam sebuah organisasi atau perusahaan sangatlah penting. Adanya komunikasi
yang efektif antara perusahaan dengan para pekerja atau karyawan menjadi faktor
pendukung utama. Oleh sebab itu, hubungan antara kualitas kehidupan kerja
dengan burnout secara teori yang telah dirumuskan oleh para ahli memang benar
adanya, bahwa kualitas kehidupan kerja mengacu pada pengaruh situasi kerja
keseluruhan terhadap seorang individu (Jewell & Siegell, 1990). Lebih lanjut
Jewell & Siegell, (1990) menyatakan bahwa untuk menggambarkan ada tidaknya
pengaruh kualitas kerja dalam kehidupan individu, Jewell & Siegel (1990)
melukiskan konsep kualitas kehidupan kerja dengan indikator negatif, yaitu dua
gejala kualitas kehidupan kerja (quality of work life) yang rendah: ditandai dengan
tingkat kebosanan (boredom) dan kehilangan semangat kerja (burnout).
