Menurut Oxford English Dictionari (dalam Goleman, 2009) emosi merupakan
kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu; setiap kedaan mental yang
hebat atau meluap-luap. Goleman (2009) Mengungkapkan emosi merajuk pada
suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan
psikologis, dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.
Kostiuk & Greory (2002) menyatakan bahwa regulasi emosi adalah
kemampuan untuk menanggapi tuntutan yang sedang berlangsung pengalaman
dan berbagai emosi dengan cara yang bisa ditoleransi secara sosial dan cukup
fleksibel untuk memungkinkan reaksi spontan, termasuk kemampun untuk
menunda reaksi spontan yang diperlukan.
Gross (1998) Mengungkapkan regulasi emosi mengacu pada proses
dimana individu mempengaruhi emosi yang remaja miliki, kapan remaja
memilikinya, dan bagaimana remaja merasakan dan mengekspresikan emosi ini.
Proses pengaturan emosi mungkin otomatis atau terkontrol, sadar atau tidak sadar,
dan mungkin berdampak pada satu atau lebih poin dalam proses generatif emosi.
Karena emosi adalah proses multikomponen yang terungkap dariwaktu ke waktu,
regulsi emosi melibatkan perubahan dalam “dinamika emosi”, atau latency, rise
time, magnitude, duration, offset, tanggapan dalam perilaku, pengalaman, atau
fisiologis. Regulasi emosi juga melibatkan perubahan bagaimana komponen
respon saling terkait saat emosi terungkap, seperti ketika peningkatan besar dalam
respon fisiologis terjadi tanpa adanya perilaku terbuka.
Gross dan Thompson (2007) Mengungkapkan regulasi emosi merupakan
serangkaian proses emosi yang diatur sesuai dengan tujuan individu baik secra
otomatis atau dikontrol, disadari maupun tidak disadari dan melibatkan banyak
komponen yang bekerja terus menerus sepanjang waktu. Regulasi emosi
melibatkan perubahan dinamika emosi
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa regulasi emosi
merupakan serangkaian proses emosi yang diatur sesuai dengan tujuan individu,
baik secra otomatis atau dikontrol, disadari maupun tidak disadaari dan
melibatkan banyak komponen yang bekerja terus menerus sepanjang waktu.
Regulasi emosi melibatkan perubahan dinamika emosi.
