Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosional (skripsi dan tesis)

Kecerdasan emosional ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eskternal.
Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :
1. Faktor internal, yang terdiri dari :
a. Faktor bawaan : LeDoux (1970, dalam Goleman, 2007) menjelaskan bahwa
kunci kecerdasan emosional adalah amigdala yang dibawa sejak lahir.
Amigdala merupakan rangkai muatan emosi yang menentukan tempramen
manusia (Goleman, 2007) juga menyatakan bahwa tempramen seseorang
mencerminkan satu rangkaian emosi bawaan tertentu dalam otaknya.
b. Kemarahan : kemarahan bisa saja muncul karena adanya kesibukan yang
sangat banyak menguras perhatian dan energi, menimbulkan banyak
ketegangan dan kelelahan. Ditambah pula dengan suasana yang tidak
menyenangkan, emosi menjadi mudah meledak sedangkan kemampuan
berpikir sangat terbatas dan terkuras, sehingga pengelolaan emosi dan nalar
secara berimbang tidak dapat dicapai (Goleman, 2007).
c. Kesedihan : kesedihan bisa mengakibatkan turunya semangat sehingga
tidak ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Kesedihan dapat
membelenggu pikiran dan perasaan sehingga dapat menghambat
tumbuhnya kecerdasan emosional (Goleman, 2007)
d. Kecemasan : kecemasan berawal dari adanya harapan-harapan yang
dimiliki. Bila harapan tidak kunjung terwujud maka akan muncul
kecemasan. Kecemasan dirasakan karena adanya ketidakpastian dan
memerlukan peran serta nalar, sebab itu adanya kecemasan bisa
mempengaruhi proses kecerdasan emosional (Goleman, 2007).
e. Penerimaan diri : Goleman (2007) menyatakan bahwa orang yang merasa
bangga dan memandang diri sendiri dalam sisi yang positif, mengenali
kekuatan dan kelemahannya, mampu menertawakan diri sendiri akan dapat
meningkatkan kecerdasan emosional.
2. Faktor eksternal, yang terdiri dari :
a. Pembelajaran emosi : Kagan (Goleman, 2007) menyatakan bahwa
pembelajaran emosi memberi semagat yang sangat kuat. Amigdala yang
terlalu mudah tergugah dapat dijinakan dengan pengalaman-pengalaman
yang tepat, yaitu melalui pelajaran dan respon emosional yang dipelajari
anak-anak sewaktu mereka tumbuh. Pelajaran emosi tersebut melibatkan
pengalaman langsung tentang apa yang diajarkan yaitu dengan mendidik
perasaan itu sendiri (Goleman, 2007).
b. Pengasuhan orangtua : kehidupan keluarga merupakan wadah pertama kali
untuk mempelajari emosi (Goleman, 1999). Kecerdasan emosional
diajarkan bukan saja melalui hal-hal yang dilakukan dan dikatakan oleh
orang tua langsung kepada anak-anaknya, tetapi juga dalam contoh-contoh
yang mereka berikan dalam menangani perasaan (Gottman dan DeClaire,
2003). Interaksi emosional antara orangtua dengan anak akan berpengaruh
pada masa depan anak karena dengan membina ikatan-ikatan emosional
yang kuat dengan anak berarti membantu anak mengembangkan
kemampuan emosionalnya (Gottman dan DeClaire, 2003)
c. Lingkungan : Shapiro (1998) menyatakan bahwa selain orangtua ternyata
orang lain yang berada disekitar juga memberikan pengajaran langsung
maupun secara tidak langsung dapat mempengaruhi kecerdasan emosional.
Menurut Goleman (1999) lingkungan tempat tinggal memberikan pengaruh
pada tempramen anak. Di dalam lingkungan seorang anak akan medapat
pembelajaran langsung bagaimana mengendalikan perasaan dan
mempertimbangkan apa yang akan dilakukan setelah perasaan itu ada.