Kesadaran merek adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali, mengingat kembali suatu merek bahwa suatu merek terdiferensiasi dengan merek lainnya melalui dimensi yang dimiliki (Aaker, 2013 : 204). Bagian terdiferensiasi perlu ditekankan karena terdapat suatu hubungan yang kuat antara diferensiasi produk dengan merek yang dilibatkan. Menurut Aaker (2013 : 205), kesadaran merek menyediakan sejumlah besar keunggulan kompetitif yaitu : 1. Kesadaran menyediakan merek dengan rasa keakraban/dikenal, dan konsumen biasanya menyukai sesuatu hal/merek yang dikenal dan akrab dengan dirinya. 2. Kesadaran nama dapat menjadikan sinyal kehadiran, komitmen dan atribut yang dapat menjadi sangat penting bagi konsumen untuk merek bertahan lama di pasar. 3. Keunggulan merek akan menentukan apabila konsumen mengingat pada waktu penting dalam proses pembelian. Peran kesadaran merek dalam ekuitas merek tergantung pada tingkatan akan pencapaian kesadaran merek dibenak konsumen. Tingkatan kesadaran merek yang paling rendah adalah brand recognition (pengenalan merek) atau disebut juga sebagai tingkatan pengingatan kembali dengan bantuan. Tingkatan berikutnya adalah tingkatan brand recall (pengingatan kembali merek) atau tingkatan pengingatan kembali merek tanpa bantuan. Tingkatan berikutnya adalah merek 18 yang disebut pertama kali pada saat pengenalan merek tanpa bantuan yaitu top of mind (kesadaran puncak pikiran).Top of mind adalah ekuitas merek tertinggi yang merupakan puncak dari berbagai merek yang ada dalam pikiran konsumen (Darmadi Durianto et al., 2001:7). Indikator variabel ini menurut Quan Tran dan Carmen Cox (2009) dalam (Albert Soebianto 2014) penelitiannya adalah : 1. Kemampuan konsumen mengenali logo 2. Kemampuan konsumen mengingat 3. Kemampuan konsumen mengingat salah satu iklan yang ditayangkan di televisi
