Tipe-Tipe Nilai (skripsi dan tesis)

Masing-masing dari empat tipe utama nilai mempunyai aspek kunci atau
dimensi. Nilai fungsional/instrumental terkait dengan lingkup apakah sebuah
produk (barang atau jasa) mempunyai karakteristik yang diinginkan, berguna, atau
menampilkan fungsi yang diinginkan. Seperti yang disarankan oleh Woodruff
(1997), tiga aspek kunci dari nilai fungsional/instrumental adalah:
1. benar, akurat, atau fitur yang tepat, dungsi, atribut, atau karakteristik (seperti
estetika, kualitas, customization, atau kreativitas);
2. penampilan yang tepat (seperti reabilitas, kualitas kerja, atau hasil dukungan
pelayanan); dan
3. hasil atau konseluensi yang tepat (seperti nilai strategis, efektivitas,
keuntungan operasional, dan keuntungan lingkungan sekitar).
Bukti validitas konseptualisasi ini terlihat pada penerapannya. Beberapa
perusahaan, seperti Rubbermaid, berfokus pada penciptaan fitur dan atribut yang tepat yang menghasilkan keuntungan pada pelanggan. Yang lainnya, seperti Ford,
Sony, dan McDonals, berfokus pada perrforma, sedangkan perusahaan farmasi
seperti Pfizer atau Bayer befokus pada konsekuensi dan hasil akhir yang tepat.
Nilai eksperensial/hedonis terkait dengan lingkup apakah sebuah produk
menciptakan pengalaman, rasa, dan emosi yang tepat bagi pelanggan. Beberapa
organisasi, seperti sebagian besar restoran dan pengusaha retail, berfokus pada
nilai indrawi (seperti estetika, suasana, aroma, rasa/warna). Kebanyakan
organisasi dalam industri perjalanan (travel) dan entertainment berfokus pada
penciptaan nilai emosional (seperti kegembiraan/kesenangan,
permainan/kelucuan, excitement, petualangan, dan humor). Organisasi-organisasi
lain, seperti perusahaan game atau mainan, organisasi jasa profesional, dan
banyak organisasi business-to-business, berfokus pada nilai hubungan sosial
(seperti benefit jaringan atau relasi, keterikatan, interaksi pribadi, membangun
kepercayaan atau komitmen, dan responsivitas). Terakhir, perusahaan-perusahaan
seperti Disney dan beberapa perusahaan travel dan hotel, berfokus pada nilai
epistemik (seperti rasa penasaran, sesuatu yang baru, pengetahuan, atau fantasi).
Nilai simbolis/ekspresif terkait dengan lingkup di mana pelanggan
menghubungkan makna psikologis pada sebuah produk. Beberapa produk (barang
mewah, misalnya) menarik konsep diri dan nilai diri pelanggan—yang berarti
barang tersebut membuat pelanggan merasa dirinya berharga—baik berupa
kepemilikan (mis., membeli pakaian baru) atau berupa pemberian (mis.,
memberikan perhiasan pada pasangan, seperti yang disarankan DeBeers).
Holbrook (1999; 2005) menganggap bagian “kerohanian” ini—sebuah hubungan
dengan diri sendiri—namun Holbrook menganggap kerohanian menjadi “orientasi
lain”.