Nilai Pelanggan (Customer Perceived Value) (skripsi dan tesis)

Dilihat dari penjelasan mengenai nilai yang telah disebutkan sebelumnya,
maka dapat ditarik hubungan dengan nilai pelanggan yang dipakai dalam
penelitian ini. Jika nilai lebih merupakan keyakinan mengenai cara bertingkah
laku dan tujuan akhir yang diinginkan, dan digunakan sebagai prinsip atau standar
dalam hidup seorang individu, maka nilai pelanggan (customer perceived value)
lebih merupakan prinsip atau standar yang dimiliki suatu perusahaan atau badan
usaha untuk diberikan kepada pelanggannya.
Tujuan utama suatu bisnis adalah menciptakan konsumen karena konsumen
merupakan masa depan dan kesuksesan dari suatu bisnis serta fungsi dasar utama
dari suatu bisnis adalah pemasaran dan inovasi. Pada kenyataannya, tugas pertama
sebuah perusahaan adalah untuk menciptakan pelanggan dan pelanggan itu sendiri
selalu dihadapkan pada beraneka ragam pilihan produk, merek, dan harga. Pada
intinya, pelanggan selalu menginginkan nilai maksimal dari suatu penawaran,
dengan dibatasi biaya pencarian serta pengetahuan, mobilitas, dan penghasilan
yang terbatas. Karenanya usaha untuk menciptakan suatu nilai pelanggan
(customer perceived value) yang tertinggi sangat penting dalam memenuhi
harapan pelanggan, mempengaruhi kepuasannya serta menarik pelanggan.
Memberi nilai tertinggi bagi pelanggan merupakan suatu faktor yang sangat
penting bagi kesuksesan suatu perusahaan baik untuk masa kini maupun masa
yang akan datang. Hal ini telah memberikan dampak yang sangat signifikan
berupa implikasi positif terhadap loyalitas perilaku, juga bagi para manajer
pemasaran dalam mencapai suatu kinerja pemasaran yang terbaik.
Istilah nilai pelanggan mempunyai banyak pengertian (Woodall, 2003),
namun ada dua yang mendominasi—nilai untuk pelanggan (customer perceived
value atau customer received value) dan nilai untuk perusahaan (nilai untuk
pelanggan, sekarang biasanya disebut sebagai nilai seumur hidup pelanggan).
Woodruff mendefinisikan nilai pelanggan sebagai “preferensi yang diterima