Nilai (skripsi dan tesis)

Sejumlah ahli ilmu pengetahuan yang tertarik dengan tingkah laku manusia,
sejak lama telah tertarik dengan konsep nilai (mis, Kluckhohn, 1951; Allport,
1960; Rokeach, 1973; Schwartz, 1992, 1994; Feather, 1994, 1995). Kluckhohn
(dalam Zavalloni, 1975) sebagai seorang antropolog, misalnya, sejak tahun 1951
telah mendefinisikan nilai sebagai:
“… a conception explicit or implicit, distinctive of an individual or
characteristic of a group, of the desirable which influence the penting yang menurut Zavalloni (1975) perlu diperhatikan dalam
pemahaman tentang nilai adalah, nilai seseorang dapat sama seperti nilai semua
orang lainnya, sama dengan sebagian orang, atau tidak sama dengan semua orang
lain. Definisi Kluckhohn di atas menggambarkan bahwa nilai selain mewakili
keunikan individu, juga dapat mewakili suatu kelompok tertentu.
Untuk memahami pengertian nilai secara lebih dalam, berikut ini akan
disajikan sejumlah definisi nilai dari beberapa ahli (Nilai,
http://rumahbelajarpsikologi.com).
“Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or
end-state of existence is personally or socially preferable to an
opposite or converse mode of conduct or end-state of
existence.” (Rokeach, 1973 hal. 5)
“Value is a general beliefs about desireable or undesireable
ways of behaving and about desireable or undesireable goals
or end-states” (Feather, 1994 hal. 21)
Lebih lanjut Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah (1)
suatu keyakinan, (2) berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir
tertentu, (3) melampaui situasi spesifik, (4) mengarahkan seleksi atau evaluasi
terhadap tingkah laku, individu, dan kejadian-kejadian, serta (5) tersusun
berdasarkan derajat kepentingannya. Penjelasan Schwartz terlihat pada kutipan
berikut: “Value as desireable transsituatioanal goal, varying in importance, that
serve as guiding principles in the life of a person or other social entity” (hal. 21).
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, terlihat kesamaan pemahaman
tentang nilai, yaitu (1) suatu keyakinan, (2) berhubungan dengan cara bertingkah
laku dan tujuan akhir tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan
individu, dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya.