obur (2013: 447) dari segi psikologi dikatakan bahwa tingkah laku seseorang merupakan fungsi dari cara individu memandang. Untuk mengubah tingkah laku seseorang, harus dimulai dari mengubah persepsinya. Dalam proses persepsi terdapat tiga aspek berikut: a. Seleksi, adalah proses penyaringan oleh indra terhadap rangsangan dari luar, intensitas dan jenisnya dapat banyak atau sedikit. b. Interpretasi. Yaitu proses mengorganisasikan informasi sehingga mempunyai arti bagi sesorang, interpretasi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengalaman masa lalu, sistem nilai yang dianut, motivasi, kepribadian dan kecerdasan. c. Pembulatan terhadap informasi yang sampai. Suharnan (2005: 24) menyatakan ada tiga aspek di dalam persepsi yang sangat relevan dengan kognisi manusia, yaitu: a. Pencatatan indra, disebut juga dengan sensori atau penyimpanan sensori. Pencatatan indra menangkap informasi dalam bentuk masih kasar, belum diproses sama sekali, dan masih dalam prakategorik untuk waktu yang sangat pendek sesudah stimulus fisik dihadirkan. b. Pengenalan pola, merupakan proses mengidentifikasi stimulus indra yang tersusun secara rumit. Pengenalan pola melibatkan proses membandingkan stimulus imdera dengan informasi yang disimpan di dalam ingatan jangka panjang. c. Perhatian, adalah proses mental ketika stimulus atau rangsangan stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. Senada dengan yang diutarakan oleh Sobur, Dovidoff (1981: 234) menyatakan beberapa aspek persepsi, antara lain: a. Memusatkan perhatian Setiap kali individu memusatkan perhatian, lebih besar kemungkinannya memperoleh makna dari apa yang ditangkap, lalu menghubungkannya dengan pengalaman untuk kemudian hari diingat kembali. b. Kesadaran Bila individu sedang merasa bahagia, maka pemandangan jauh akan terlihat indah, begitu pula sebaliknya. c. Ingatan Indra individu secara teratur akan menyimpan data-data yang diterima dalam rangka memberi arti, individu cenderung untuk terus menerus membandingkan penglihatan, suara, dan penglihatan lainnya dengan ingatan pengalaman masa lalu. d. Proses informasi Individu juga dapat menentukan dan memutuskan data mana yang akan dihadapi berikutnya, dibandingkan dengan situasi lalu dan saat ini kemudian membuat interpretasi dan evaluasi. Berdasarkan teori-teori di atas maka dapat disimpulkan bahwa aspekaspek persepsi adalah seleksi, intepretasi dan pembulatan terhadap informasi yang sampai. Menurut Lambert dan Hogan (2008:17) terdapat indikator keadilan organisasi adalah sebagai berikut : a. Kesempatan promosi yang adil Ketika karyawan merasa diberi kesempatan yang adil untuk dipromosikan pada pekerjaannya mencerminkan keadilan organisasi. b. Pengakuan kerja keras Keadilan organisasi juga dapat tercermin dari keadilan yang didasarkan pada pengakuan untuk kerja keras karyawannya. c. Prosedur penilaian kinerja yang adil Hal tersebut dapat tercermin dari standart yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja pada perusahaana adil dan obyektif. d. Sikap atasan yang adil Ketika atasan familiar dengan pekerjaan karyawannya dan adil kepadanya, maka karyawan akan merasa keadilan organisasi, e. Penilaian kinerja yang sesuai dengan yang seharusnya Merujuk kepada kinerja tahunan yang terakhir disajikan adil dan menggambarkan kinerja yang sebenarnya. f. Penghargaan yang didasarkan keterampilan dan pendidikan. Tercermin dari penghargaan yang adil berdasarkan pada tingkatan pendidikan dan keterampilan karyawan. Menurut Yuwono (2005 : 127-133) ada tiga dimensi utama pada keadilan organisasi : a. Keadilan Distributif yang meliputi gaji, pengakuan , reward. Penelitian keadilan distributif dalam organisasi saat ini memfokuskan terutama pada persepsi seseorang terhadap adil tidaknya outcome (hasil) yang mereka terima. b. Keadilan Prosedural yang meliputi proses penentuan promosi, proses pemutusan hubungan kerja, dan proses kenaikan gaji c. Keadilan Interaksional yang meliputi bagaimana memperlakukan karyawan dengan hormat dan bermartabat, ketika membuat keputusan atasan peduli dengan hak-hak karyawan, ketika membuat keputusan atasan menyampaikan dengan jelas dan logis. Greenberg (dalam Yuwono dkk 2005:127) bahwa keadilan organisasi mengacu pada persepsi karyawan terhadap keadilan dalam organisasi. Penelitian yang dilakukan tentang keadilan organisasi pada umumnya terfokus pada dua isu utama yaitu tanggapan karyawan terhadap penghasilan yang diterima dan cara atau prosedur yang digunakan untuk memperoleh penghasilan tersebut. Dua fokus penelitian tersebut berasal dari dua konsep keadilan yang berbeda yaitu yang berkenaan dengan isi atau apa keputusannya, yang tersebut keadilan distributif dan yang berkenaan dengan proses atau bagaimana keputusan itu dibuat disebut keadilan prosedural. Berdasarkan uraian tersebut diketahui bahwa aspek-aspek keadilan organisasi dalam penelitian ini adalah keadilan distributif, keadilan prosedural, keadilan interaksional Berdasarkan beberapa simpulan tersebut aspek-aspek persepsi terhadap keadilan organisasi adalah aspek seleksi, interpretasi, pembulatan terhadap informasi yang sampai terhadap aspek keadilan organisasi yaitu keadilan distributif, keadilan prosedural dan keadilan interaksional. Aspek –aspek tersebut selanjutnya akan digunakan dalam penyusunan skala penelitian untuk mengukur persepsi terhadap keadilan organisasi.
